Selamat datang di Jurnal harian Fairus

Jangan pernah katakan "tidak" pada dunia, tapi katakanlah aku bisa menggenggamnya dengan caraku sendiri.

NEVER GIVE UP

SEMANGAT :)

Find Out More Purchase Theme

Official Account

Youtube

Bantu Subcribe yaa :)

Read More

Instagram

Bantu Follow Yaa :)

Read More

Facebook

Bantu Add Friends Yaa :)

Read More

Twitter

Bantu Follow Yaa :)

Read More

LATEST POST

21 Desember 2020

Perumpamaan Seseorang Membaca Al-Quran Seperti Buah Utrujah

Perumpamaan Seseorang Membaca Al-Quran Seperti Buah Utrujah

Oleh: Siti Rosanti, Fakultas ilmu dakwah & komunikasi, UIN Bandung.

 Buah utrujah seketika menjadi pengharum ruangan, pemandangannya menyenangkan, kulitnya berbau harum, dagingnya adalah buah-buahan, bagian asamnya adalah lauk dan bijinya adalah penangkal racun

  Seorang muslim dan beriman, pastilah selalu membaca al-Qur’an. Karena al-Qur’an selain kalamullah, juga sebagai petunjuk dan penenang jiwa yang lagi resah.

  Al-Quran menjadi sebaik-baik petunjuk bagi manusia untuk menemukan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Membaca, mempelajari, menghafal dan mengamalkan isi kandungan al-Quran akan mengantarkan pada kemuliaan.

  Bisa jadi pula orang yang membaca Al-Qur’an bukan sekadar membaca dan menghafal. Namun hendaknya al-Qur’an tersebut bisa diaplikasikan atau diamalkan. Semakin banyak mengkaji al-Qur’an, mestinya semakin bagus iman dan akhlaknya. Karena sifat orang yang membaca al-Qur’an itu akan tercium wanginya. Artinya, ia akan buktikan dalam amal dan perilakunya keseharian.

Rasulullah ﷺ memberikan beberapa perumpamaan bagi orang yang membaca dan tidak membaca Al-Quran.

        “Permisalan orang yang membaca Al Qur’an dan mengamalkannya adalah bagaikan buah utrujah, rasa dan baunya enak. Orang mukmin yang tidak membaca Al Qur’an dan mengamalkannya adalah bagaikan buah kurma, rasanya enak namun tidak beraroma. Orang munafik yang membaca Al Qur’an adalah bagaikan roihanah, baunya menyenangkan namun rasanya pahit. Dan orang munafik yang tidak membaca Al Qur’an bagaikan hanzholah, rasa dan baunya pahit dan tidak enak.” (HR. Bukhari, no. 5059)

          Rasulullah ﷺ menjelaskan perumpamaan orang mukmin yang membaca al-Quran seperti buah utrujah yang memiliki rasa enak dan baunya wangi. Utrujah sendiri merupakan buah yang masuk pada marga dari jeruk. Buah ini sangat harum dan enak bahkan dijadikan sebagai bahan untuk membuat parfum.

       Orang mukmin yang membaca al-Quran bukan saja membuatnya mulia, terhormat, melainkan juga memancarkan kemuliaannya sehingga memberi manfaat bagi orang-orang lainnya. Dalam at- Tibyan, Imam Nawawi menjelaskan bahwa dengan membaca al-Quran bisa melembutkan hati sehingga membuat yang membacanya mencium harumnya iman.

        Orang mukmin yang tidak membaca al-Quran seperti kurma, rasanya enak namun tidak beraroma. Kurma merupakan buah yang rasanya manis dan memiliki banyak khasiat untuk kesehatan kendati buah ini tak memunculkan harum. Beberapa ulama berpendapat kategori ini merupakan orang yang beriman dan menjalankan ibadah namun hari-hari jarang dihiasi dengan membaca al-Quran.

     Sedang perumpaman orang durhaka (munafik) yang membaca al-Quran seperti buah raihana, baunya wangi namun rasanya pahit. Buah raihana memiliki wangi sehingga kerap diguanakan untuk wewangian. Namun buah ini memiliki rasa yang pahit bahkan disebutkan mengandung racun.

   Imam Nawawi menjelaskan kategori ini merupakan orang yang membaca al-Quran tapi tak mengamalkannya. Orang seperti ini kerap menampakkan diri dihadapan orang lainnya seperti orang suci namun pada praktiknya kerap lalai dari ketaatan kepada Allah.

         Ketika Rasulullah ﷺ membicarakan tentang pentingnya al-Qur’an dan Utrujah sekaligus menyinggung soal kurma. Seperti dikutip Abu Abdillah al-Maqdisi al-Hambali dalam kitab Khamsuna Fashlan fith Thibbin Nabawi disebutkan bahwa Ibnu Umar berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, “Ada pohon yang daunnya tidak bisa jatuh. Dan pohon itu adalah perumpamaan orang muslim. Katakan padaku, pohon apakah itu? Orang-orang langsung berpikir pohon bawadi. Abdullah (Ibnu Umar) berkata, “Aku berpikir dalam hati bahwa pohon itu adalah pohon kurma, tapi aku malu mengatakannya. Dan Rasululah pun bersabda, pohon itu adalah pohon kurma.”

Para ulama berbeda pendapat tentang alasan beliau menyerupakan pohon kurma dengan orang muslim. Ada yang berpendapat karena pohon kurma tidak bisa hamil sebelum dikawinkan.

       Ada yang berpendapat karena jika dipotong kepalanya, maka pohon kurma akan mati. Dan ini ada alasan yang menonjol karena pohon kurma mempunyai banyak kebaikan (manfaat) yang sangat banyak.

      Seperti buahnya enak, daunnya selalu rindang, selalu ada buahnya, bisa dimakan dengan cara dan jenis yang beragam, serta bisa dimanfaatkan beragam keperluannya seperti serabutnya, daunnya dan pelepahnya bisa digunaan untuk papan, kayu glondongan, kayu bakar dan sebagainya. Sedangkan bijinya untuk makanan unta. Jadi semuanya bermanfaat.

         Bahkan jummar adalah jantung pohon kurma yang lunak dan bisa dimakan. Menurut para dokter, jummar mempunyai karakter dingin , kering pada level pertama. Meski rasanya sepat, baik untuk mengatasi tenggorokan yang kasar, diare, mengobati borok.

       Adapun utrujah, karakternya dingin, tapi bijinya karakternya panas dan mengandung sedikit kelembaban. Rasanya masam, adapun kulitnya pembangkit rasa gembira dan penangkal racun . Jika ditaruh di mulut, dapat mengharumkan bau mulut dan mengusir angin. Dan jika dicampur dengan rempah-rempah dapat membantu pencernaan.

       Konon ada kisah seorang Kisra (Raja Persia) marah terhadap sejumlah tabib dan memerintahkan agar mereka dijebloskan ke dalam penjara. Lalu ia menyuruh mereka memilih satu jenis lauk dan tidak boleh lebih dari satu. Ternyata mereka memilih buah Utrujah. Kemudian mereka ditanya. Mengapa kalian memilih Utrujah bukan yang lain.

       Mereka menjawab, karena buah utrujah seketika menjadi pengharum ruangan, pemandangannya menyenangkan, kulitnya berbau harum, dagingnya adalah buah-buahan, bagian asamnya adalah lauk dan bijinya adalah penangkal racun dan mengandung Minyak


03 Desember 2020

SEMANGAT YANG TAK PERNAH PADAM

SEMANGAT YANG TAK PERNAH PADAM

👐Untuk kalian yang selalu semangat dalam belajar👌

😚 Kalian Hebat. Kalian Luar Biasa😉

Disusun Oleh: Fairus Utami

Kisah ini berawal dari mereka yang sekolah di  pondok pesantren dan mereka sebentar lagi akan lulus Madrasah Tsanawiyah, tapi semangat mereka belajar masih membara, menyelami lautan ilmu pengatahuan yang berserakan dimana-mana, mencarinya dari berbagai lembaran buku lama dan para guru yang ahli dalam bidangnya, sehingga terkempullah ia menjadi satu pengatahuan sebagai referensi ilmu memandu wahyu dan dari situ juga kami mengerti bahwa betapa penting seseorang mempunyai ilmu, pengatahuan, wawasan yang luas. Dan dibekali ilmu yang oleh para guru mereka wariskan serta banyaknya bacaan buku menjadikan mereka untuk selalu belajar dan selalu semangat menggapai cita-cita mereka masing-masing. Meskipun pada hakikatnya sebagian dari mereka nantinya ada yang tidak bisa melanjutkan pendidikannya karena terkedala biaya sekolah dan factor finansial yang tidak memadai dan pada akhirnya sebagian dari mereka memutuskan untuk berhenti dan memilih serta menentukan jalannnya sendiri. Itu sekilah pengantar dari carita ini.

Baca juga : Arti Sahabat Sejati

Disebut “semangat tak pernah padam” karena tulisan ini akan dimulai dari sebuah kisah perjalanan dan pengalaman hidup seseorang yang semasa sekolahnya selalu semangat, optimis dan tidak pernah menghiraukan gurauan yang negative kepadanya. Nanti saya akan beritau diakhir episode siapa sosok seseorang itu.

Baca lagi yang ini : Kapan Bicara dan Kapan Diam

Kisah ini berawal dari hari kelulusan mereka di pondok pesantren, mereka terlihat gembira diatas panggung perpisahan yang mana sebentar lagi mereka akan dipakaikan kopiah tassel sebagai tanda bukti bahwa mereka telah lulus selama tiga tahun belajar di pesantren tersebut. Sorakan serta teriakan penonton dari berbagai arah membuat mereka semakin terharu dan bahkan salah satu dari mereka menangis menjadi-jadi dihari kelulusan itu. Hari-hari yang dinanti-nantikan kini telah datang dan hadir didepan mata mereka.

Setelah acara perpisahan selesai, mereka pun pulang kerumahnya masing-masing dengan sejuta kegembiraan dan setelah itu mereka berhak memilih dan memilah jalan hidup mereka. Mereka diantara ada yang langsung kerja, ada yang membantu orang tuanya, ada yang merantau dan ada juga mereka yang masih semangatnya membara untuk selalu terus melanjutkan studi semampu mereka, mereka adalah orang-orang yang hebat. Yahh memang, setiap orang mempunyai rencana dan mempunyai tujuan masing-masing dan kita tidak boleh ikut campur terhadap apa yang mereka telah pilih karena setiap pilihan pasti terbaik bagi mereka.

Coba Baca yang ini : Cara Menyikapi Kesulitan

Kisah ini akan lebih esklusif kepada seseorang salah satu diantara mereka yang ekonomi keluarganya sangat rendah tapi ia sendiri mempunyai cita-cita setinggi langit. Tapi factor ekonomi tidak memudarkan atau melemahkan semangat belajarnya, factor ekonomi tidak menjadi suatu masalah baginya, yang terpenting dan menjadi masalahnya sekarang adalah; adakah nanti ridho yang diberikan orangtuanya ketika ia melanjutkan studinya? Itu saja yang ia harapkan dan itu juga yang membuatnya bimbang tidak karuan. Lantas, diapun mendatangi ibunya untuk mengatakan hal demikian dengan membawa keyakinan bahwa ibunya nanti meridhoi dan memberikan izin kepadanya untuk melanjutkan studinya.

Berani baca ga : Berjuang untuk Menggapai Kesempurnaan

Obrolan pun dimulai. Dia berterus terang kepada ibunya bahwa dia ingin melajutkan studinya ke Madrasah Aliyah, ibunya langsung menatapnya dengan tatapan penuh kegembiraan serta bercampur dengan kesedihan. Disisi lain ibunya gembira karena anaknya masih mempunyai keinginan untuk melanjutkan studinya dan disisi lain ibunya sedih karena dari segi finansial orangtuanya kurang mampu untuk mengsekolahkannya, karena makan saja mereka harus banting tulang dulu baru bisa makan, hmmm. Tapi apa jawaban ibunya? Ibunya menjawab dengan senyuman yang menawan mengatakan “kamu tetap lanjut sekolah, kami akan mencarikan kamu biaya agar kamu tetap sekolah nak” saat mendengar itu, dia sangat gembira karena telah mendapatkan ridho dari ibunya.

Baca juga : Memaknai Ujian yang Datang

Setalah mendapatkan ridho dari kedua orangtuanya, semangatnya pun mulai tumbuh kembali, dia meresa dunia sedang berpihak padanya, dia sangat kelihatan gembira. Lalu bergegaslah ia memenumi temannya seangkatannya untuk memberikan info sekaligus mencari tahu kemana mereka setelah lulus nanti, satu persatu dia temui dan jumpai, ada info yang menyedihkan dan ada juga info menjadi kegembiraan padanya. Info menyedihkan ketika ia mendengar dari sebagian curhatan termannya bahwa mereka tidak akan melanjutkan sekolahnya dan info gembiranya masih ada teman angkatannya yang masih mau berjuang bersamanya di sekolah yang sama, itu cukup membuat dia lega karena masih ada teman sefrekuensi dengannnya

Lanjut cerita mereka sudah masuk di Madrasah Aliyah bersama sebagian temannya, hari-hari baru mereka lalui masih membawa semangat yang membawa dalam benak mereka yahh meskipun suasananya agak berbeda tapi tidak membuat semangat mereka lentur begitu saja. Diwajah mereka selalu ada harapan yang mereka ingin gapai. Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan seiring dengan perkembangan yang mereka sudah rasakan, adanya perbedaan mereka yang dulu dan sekarang tapi masih dalam semangat yang selalu menyala untuk selalu mengali ilmu pengatahuan meskipun disekolah itu fasilitas belajar masih bisa dikatagorikan minim, sarana prasarana yang masih kurang, serta minimnya pengajar.

Baca coba : Berjalan Sendiri atau Bersama-sama

Lantas pada suatu hari, datanglah seorang yang berpakaian cukup rapi yang diutus dari suatu PT untuk mencari beberapa orang untuk dijadikan kariawan dalam PT tersebut. Orang yang berpakaian rapi itu pun melaksanakan tugasnya dengan berkeliling desa dan mengunjungi rumah antar rumah untuk memberikan informasi terkait yang ia bawa dan membicarakan kepada pemilik rumah maksud kedatangannya ke desa tesebut. Lantas belum lama, orang itu sampai dirumah satu keluarga yang anaknya itu masih sekolah dibangku Madrasah Aliyah yang baru beberapa bulan masuk sekolah. Diapun memberikan info terkait kedatangannya kesini dan mengajak keluarga tersebut untuk bekerja disana dengan jaminan yang cukup menyakinkan baik itu untuk kehidupan mereka sehari-hari ataupun untuk biaya sekolah anaknya serta biaya tranformasi ditanggung oleh PT tersebut. Singkat cerita keluarga tersebut mengiyakannya dan mengisi kontrak kerja selama beberapa tahun.

Baca ini : Arti Sebuah Perjalanan Hidup

Kemudian keesokan harinya, seorang ibu dari seorang anak yang sekolah di Madrasah Aliyah mengatakan kepadanya anaknya bahwa mereka akan berangkat dalam beberapa hari ini ke salah satu PT untuk bekerja dalam waktu yang tidak ditentukan. Anak itupun sempat sedih dan bahkan sempat keluar air matanya karena ia tidak sanggup akan ditinggalkan oleh keluarganya tercinta, saat itu ia belum memberikan jawaban kepada keluarganya akan kesetujuannya atau tidak. Sore harinya, duduklah dia didepan pantai dekat rumahnya sambil merenungkan akan kehidupannya nanti setelah keluarganya sudah berangkat. Dan disisi lain ia tidak mau ditinggalkan sendirian di desa dan ingin sekali ikut bersama keluarganya meskipun dia sendiri akan rela meninggalkan sekolahnya dan melupakan cita-cita besarnya.

Pagi pun telah datang lagi, suara ayam berkokok diberbagai penjuru rumah, terbitlah fajar dari arah timur dan saatnya dia siap-siap untuk berangkat sekolah, tapi sebelum berangkat ke sekolahnya, ia mengatakan pada ibunya tentang keputusan yang telah ia renungkan kemarin sore dengan berbagai pertimbangan yang sudah matang. Ia mengatakan kepada ibunya bahwa ia akan ikut bersamanya dan akan melepaskan semua apa yang telah ia perjuangkan selama ini, bukan tidak mau mengapresiasi perjuangannya selama ini tapi ia memilih lebih dekat dan selalu ibu, ayah dan adiknya.

Coba baca ini: Ujian Sebagai Perbaikan Kepribadian

Nanti akan kita lanjutankan lagi ceritanya di part-2, apakah seorang anak yang pintar itu akan mengembangkan bakatnya dalam dunia kerja atau malah akan frustasi dengan kata lain tidak melakukan apa-apa hanya sedekar merenung dan menerima nasib saja.

Tunggu saja yahhhh dan jangan lupa COMENTAR dibawah yahh, dan SHARE ke teman-teman kamu

  

Our Blog

99 Rating
Tulisan yang populer
9850 like
Banyak orang yang menyukai dalam sebulan ini
459 Followers
Pengikut terakhir dalam sebulan kebelakang

Our Team

Tim Malkovic
CEO
David Bell
Creative Designer
Eve Stinger
Sales Manager
Will Peters
Developer

Contact

Hubungi saya

Silahkan hubungi saya bila ada keperluan. Insyaalah saya akan balas bila sedang tidak sibuk :).

Address:

Masjid As-Sakinah, Jl. Padasuka, Gg. Babakan Cihapit IV, Kota Bandung

Work Time:

Monday - Friday from 9am to 5pm

Phone:

0812 2337 7612

Cari Jurnal harian disini

Diberdayakan oleh Blogger.

Blogroll

Blogger templates

About