Selamat datang di Jurnal harian Fairus

Jangan pernah katakan "tidak" pada dunia, tapi katakanlah aku bisa menggenggamnya dengan caraku sendiri.

NEVER GIVE UP

SEMANGAT :)

Find Out More Purchase Theme

Official Account

Youtube

Bantu Subcribe yaa :)

Read More

Instagram

Bantu Follow Yaa :)

Read More

Facebook

Bantu Add Friends Yaa :)

Read More

Twitter

Bantu Follow Yaa :)

Read More

LATEST POST

20 November 2021

TAFSIR SURAH AL-ANKABUT AYAT 69 : Keluarga Besar MT Daarul Arqam API Jabar

TAFSIR SURAH AL-ANKABUT AYAT 69 : Keluarga Besar MT Daarul Arqam API Jabar

RESUME KAJIAN TAFSIR: Keluarga Besar MT Daarul Arqam API Jabar

____________________________________

Waktu        : Jumat, 19 November  2021

Jam            : 15.00-17.20 WIB

Tempat       : Masjid Asy-Syifa Wal Hidayah. Jln Atletik, Arcamanik Bandung

Pemateri     : Ustadz Asep Syaripudin (Pembina MT Daarul Arqam Api Jabar)

Materi         : Tafsir Surah Al-Ankabut ayat 69

Pertemuan    : Ke-Tujuh   


____________________________________

Pada kesempatan kali ini, sebagaimana yang telah disampaikan ketua majelis ta'lim darul Arqom bahwasanya pada pertemuan kali ini adalah pertemuan ke-7. Majelis ta'lim darul Arqom ini berpindah-pindah dari satu masjid ke masjid lain dengan pembahasan:


Minggu ke-1 : Tafsir Alquran dan hadits

Minggu ke-2 : pengetahuan tentang wawasan kebangsaan internasional

Minggu ke-3 : Tafsir Alquran dan hadits

Minggu ke-4 : Sirah Nabawiyah dan karya ulama 


Pada kesempatan ini saya diamanahkan untuk menyampaikan tafsir ayat dalam surah Al-Ankabut: 69 dari berbagai pendekatan. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:


وَالَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَاۗ وَاِنَّ اللّٰهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِيْنَ 


"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik." (QS. Al-'Ankabut[29]:69)


Bila melihat redaksi dari ayat tersebut, ayat ini sangat populer dan familier dari berbagai kalangan. maka kami dari majelis taklim darul Arqom ingin mencoba menjelaskan berlandaskan dengan kaidah-kaidah agar sesuai dengan apa yang disabdakan oleh nabi, para sahabatnya juga dengan pengikutnya. Di sini kami merujuk dari beberapa kitab, dari Kitab Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Jalalain, tafsir maraghi, shafwatut tafasir, Kitab shahih Bukhari, kitab sunan abu Daud, dan kitab at Tirmidzi. Kenapa kita harus mengetahui penjelasan Alquran melalui dari berbagai kitab ini untuk meluruskan pemahaman kita tentang pengertian jihad. Jangan pernah mengatakan "Saya Alquran sunnah" kalau belum pernah memegang dan membaca serta mengkaji kitab-kitab tersebut, bahaya!


Terkait dengan masalah jihad, beberapa waktu yang lalu MUI mengatakan bahwa ajaran jihad mengancam negara. Ini yang harus kita luruskan karena banyak yang mencoba mendistorsi tentang makna jihad itu sendiri. Maka kita akan kembalikan makna jihad itu sesuai pengertiannya menurut para sahabat para tabiin dan juga alim ulama.


Pada Tafsir Ibnu Katsir, Jalalain, maraghi, juga sopo tetap pasir menjelaskan surah Al-Ankabut: 69 orang yang berjihad untuk mencari keridhaan Allah itu ditunjukkan kepada Rasulullah, para sahabat, dan para pengikut sampai akhir zaman. Yakni bila kita ingin mengikuti sunnahnya Rasulullah maka kita harus siap berjihad, Sedangkan orang yang berjihad masih dalam penjelasan tafsir ayat tersebut bahwa akan dimudahkan jalan mereka menuju surga. Bukan hanya dimudahkan menuju ke surga, juga amalan paling utama. Sebagaimana sabda rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari.


أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَثَلُ الْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللهِ وَاللهُ أَعْلَمُ بِمَنْ يُجَاهِدُ فِي سَبِيلِهِ كَمَثَلِ الصَّائِمِ الْقَائِمِ


"... bahwa Abu Hu rairah ra. berkata; "Aku mendengar Rasul saw. bersabda: ”Perumpamaan seorang mujahid di jalan Allah, dan hanya Allah yang paling tahu siapa yang berjihad di jalan-Nya, seperti seorang yang melaksanakan. ..." (Kitab Shohih Al-Bukhari, No.2787)


Pada hadits Bukhari selanjutnya, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda dari Abdullah bin Mas'ud bahwa "Aku pernah bertanya kepada Nabi Muhammad SAW, 'Amal apa yang paling dicintai Allah Ta'ala? 'Beliau Rasulullah SAW: "Sholat pada waktunya.'Lalu apa lagi', tanyaku. Beliau pun menjawab: 'Berbakti kepada kedua orang tua.' Kemudian apa lagi,'tanyaku lebih lanjut. Maka beliau menjawab: "Jihad di Jalan Allah.' (Shahih Bukhari, bab keutamaan jihad dan kemudahannya. No. 2786)


Begitu juga dalam hadits sunan abu Daud juga sunan at Tirmidzi bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda namun dalam teks nya berbeda akan tetapi maknanya sama. Maka dari menjelaskan bahwa jihad adalah salah satu ajaran Islam dan dan mempunyai keutamaan amalan. Bila dalam sunan abu Dawud dan Tirmidzi ada tambahan bahwa jihad bukan hanya sekedar perang akan tetapi juga melawan hawa nafsu, melawan setan, juga melawan kemungkaran nampak jelas di depan mata. Seperti misalkan dulu pernah ada penistaan agama oleh Ahok, umat Islam beraksi atau demo untuk menegakkan dan kezaliman yang terjadi. Itu masuk pada Jihad jugaa.


Jadi kesimpulannya bahwa untuk meluruskan pemahaman pemahaman yang salah tentang persepsi jihad yang negatif itu akan kita luruskan bahwasanya jihad bukanlah seperti itu akan tetapi jihad itu adalah amalan paling utama dan janji Allah yaitu menempatkan mujahid di surga. Lalu kapan perang? Aisyah pernah bertanya kepada Rasulullah bahwa untuk jihad bagi perempuan tersendiri bisa dilakukan dengan berbakti kepada orang tua, salat tepat waktu, dan amalan-amalan sunah lainnya. 

______________________________

QUESTION & ANSWER

______________________________


Q: Agus Junanto

Tadi ustad menjelaskan ayat yang berkenaan dengan jihad, pertanyaannya adalah bagaimana konsekuensi, risiko atau sanksi kepada dia yang sebenarnya dia mampu untuk berjihad namun dia mengatakan tidak mampu dalam berjihad?


A: Ustadz Asep Syaripudin

Jadi tidak semua umat Islam bisa mampu dalam berjihad atau berperang, atau ingin mencegah seseorang dalam melawan kemungkaran. Di negara kita terdapat regulasi yang berwenang untuk melakukan semua hal itu. Seperti ada TNI, polisi, satpol PP. Mereka yang berwenang untuk mencegah kemungkaran yang terjadi. Nah namun pada hadis rasulullah itu bersifat umum yang artinya bahwa setiap umat Islam mencegah kemungkaran dengan tangannya, lisannya, dan hatinya. Adapun untuk teknisnya kita laporkan terlebih dahulu kepada yang berwenang yaitu polisi atau satpol PP bahwasanya ada yang berbuat demikian, misalkan seperti itu.


Q: Jamaah Ikhwan

Ustadz di menjelaskan hadits, bahwa ada tiga amalan utama, termasuk jihad. Pertanyaannya, apakah kedua amalan tersebut yakni salat tepat waktu dan berbakti kepada orang tua sama pahalanya atau derajatnya dengan orang yang berjihad dijalan Allah?. Sedangkan yang kita tahu ketika kita berjihad dan mati syahid niscaya kita akan masuk surga tanpa ada perantara


A : Ustadz Asep Syaripudin

Salat adalah amal yang paling utama. Imam al-ghazali pernah menganalogikan bahwa salat itu seperti angka 1, adapun amalan lainnya seperti haji, zakat, umroh, saung, sedekah, itu adalah angka nol (0). Jadi tanpa angka 1, angka 0 tidak akan akan ada artinya. Jadi salat juga tidak boleh diabaikan karena salat adalah amal yang pertama kali dihisab diambil hisab. Makanya kita harus pastikan umat Islam terlebih dahulu sebelum berjihad, sholatnya sudah benar dan di awal waktu. Dalam lafadz adzan sendiri,

 حي على الصلاة: 

 حي على الفلاح

 Marilah kita sholat, marilah menuju kemenangan.

 

Q: Jamaah Akhwat

Ustad izin bertanya, kalau dalam memerangi, apakah demo itu cara yang efektif dan bagaimana dalam hukum Islam? Dan saya ketika ikut demo, yang saya rasakan adalah lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya


A: Ustadz Asep Syaripudin

Kalau demonstrasi, itu merupakan sebuah aspirasi rakyat. Yaitu Masyarakat berhak untuk menyuarakan suara mereka demi kemaslahatan. Demonstrasi tidak akan terjadi bila tidak ada yang mengganjal pada pemerintahan, masyarakat turun untuk menyuarakan aspirasi mereka. Dan dan bila ingin menyuarakan aspirasi tidak hanya dengan demonstrasi namun banyak cara untuk menegur Umaroh yang mungkin lalai terhadap amanah yang diberikan. Tapi kita yakin kan setiap kita aksi semata-mata untuk memberhentikan kezaliman yang terjadi.

______________________________________________



11 November 2021

RESUME KAJIAN TAFSIR SURAH ALI IMRAN AYAT 103 : MT Daarul Arqam

RESUME KAJIAN TAFSIR SURAH ALI IMRAN AYAT 103 : MT Daarul Arqam

Pemateri : Ustadz Asep Syaripudin

Alhamdulillah pada pertemuan perdana di masjid ini kita masih dapat diberikan kesehatan oleh Allah SWT. Pada pertemuan perdana di masjid ini, kita akan membahas dan mendalami tafsir ayat ini dari berbagai sumber tafsir dan hadits, ada tafsir Ibnu Katsir, ada tafsir Jalalain, ada tafsir Al-Maraghi dan ada juga Kitab Sunan Ad-Darimi dan Kitab Shohih Muslim. Pada semuanya rujukan ini, saling menguatkan satu sama lain.

Biasanya pada firman Allah SWT

وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا ۖ
"Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai..." (QS. Ali Imran, 3 : 103).

Seringkali banyak seseorang menggunakan ayat tersebut sebagai dalil kampanye. seringkali juga ada menggunakan ayat tersebut dengan mengaitkan dengan sila ke-3 pancasila yaitu "persatuan Indonesia". Itu kesalahan yang ada pada organisasi Islam tanpa mengetahui penjelasan tafsir dan haditsnya terlebih dahulu.

Maka dari itu, yang akan kita bedah pada pertemuan kali ini yaitu bagaimana pemahaman para sahabat, tabiin, tabiut tabiin dan ulama setelahnya tentang ayat ini. Dalam tafsir Ibnu Katsir, بِحَبْلِ اللّٰهِ yaitu "Janji Allah" dan pada pendapat sahabat lainnya menafsirkan "Al-Qur'an". Dengan demikian itu tidak menjadi perbedaan, karena bila kita berpegang teguh pada Al-Qur'an, maka kita percaya akan janji-janji Allah yang ada dalam kitabnya.

Sedangkan dalam tafsir Kitab Jalalain, بِحَبْلِ اللّٰهِ diartikan sebagai "Agama Allah". Dan pada tafsir Al-Maraghi بِحَبْلِ اللّٰهِ maksudnya ialah "Berpegang teguh kepada janji Allah dan apa yang dijanjikan oleh rasulnya, yaitu untuk perintah ketaatan kepada Allah agar kalian tidak berpecah belah. Seringkali kita lihat sosmed, di YouTube saja ada saja yang menjadi provokator untuk memecahkan Islam.

Maka dari itu, tidak ada kesatuan, persahabatan, perkumpulan tanpa dasar atau sumber pegangan yaitu Al-Qur'an untuk beribadah kepada Allah SWT. Ormas boleh berbeda, partai boleh berbeda namun harus satu perjuangan. Harakah boleh berbeda, mazhab boleh berbeda, namun tidak boleh bercerai berai, karena sejatinya Al-Qur'an itu menyatukan.

Kesimpulannya, bila ingin berpegang teguh pada Allah dan rasulnya, maka lakukanlah dengan secara totalitas tanpa batas. Jangan mudah bercerai berai karena persoalan beda ormas dan lain sebagainya, namun tetap kembali semuanya kepada Al-Qur'an dan As-sunnah.
________________________________
Sesi Q dan A

Q : Jamaah
Tadi ustadz menyampaikan tentang berpegang teguh kepadanya Allah SWT secara totalitas tanpa batas dengan mendalami sumber-sumber aslinya. Yang menjadi pertanyaan saya adalah, apakah kita boleh menyimpulkan dalam beberapa temuan kita dalam kitab?

A : Ustadz Asep Syaripudin
Seperti yang saya jelaskan tadi bahwa, kita sebagai mengaku umat Islam bukan hanya sekedar membaca secara teks dalam Al-Qur'an, namun juga harus memahaminya dengan membaca dan mengkaji sumber-sumber yang sudah teruji. Untuk mengumpulkan dari dari berbagai kitab tersebut dengan catatan tidak menyimpan dengan makna aslinya

Q : Ust Yono Abu Faqih
Ustadz mau bertanya, bagaimana dengan orang yang menganggap bahwa kalimat pada bendera Tauhid hanya sebagai simbol persatuan semata, bukan simbol ketauhidan.

Q : Ustadz Shadikin
saya melihat ini adalah masalah yang paling penting pada keadaan kita sekarang, jadi kondisi kita sekarang sedang berpecah belah, kondisi yang bercerai berai. Dan sebenernya pada ayat yang telah dijelaskan bila dilihat sudah jelas maksudnya, namun karena dorongan Assobiyyah dan ada kebutuhan dan kepentingan serta panatisme didalam menjadi membuat umat Islam semakin berpecah belah. Inilah yang harus jangan sampai ada kepentingan dalam agama, karena bila tidak dikembalikan kepada Al-Qur'an, umat Islam akan terus berpecah belah. Mungkin seperti itu ustadz.

_________________________________
(Pengajian diselenggarakan oleh Keluarga Besar MT Daarul Arqam API Jabar)

Waktu : *Jumat, 05 November 2021. Jam : 15.30 - 17.00 WIB*
Tempat : *Masjid Al-Hasan Bumi* Panyawangan. *Cileunyi, Bandung*
Pemateri : *Ust. Asep Syaripudin* (Pembina MT Daarul Arqam)
Tema : *Bagaimana cara memahami ayat pada QS. Ali Imran, 3 : 103*
_________________________________
Pengresume : Fairus

CITRA DIRI DA’I DALAM BERDAKWAH DI MEDIA SOSIAL: MINI RISET

CITRA DIRI DA’I DALAM BERDAKWAH DI MEDIA SOSIAL: MINI RISET

LAPORA PENELITAN PSIKOLOGI DAKWAH TENTANG CITRA DIRI DA’I DALAM BERDAKWAH DI MEDIA SOSIAL LAMPIRAN

PEMBERDAYAAN PENYANDANG DISABILITAS DI DINAS SOSIAL KOTA BANDUNG: LAPORAN PRAKTIK PROFESI MAHASISWA/ MAGANG

PEMBERDAYAAN PENYANDANG DISABILITAS DI DINAS SOSIAL KOTA BANDUNG: LAPORAN PRAKTIK PROFESI MAHASISWA/ MAGANG

LAPORAN PPM DAN MAGANG DI DINAS SOSIAL KOTA DAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN KOTA BANDUNG
DOKUMENTASI KEGIATAN

ARTIKEL JURNAL; OPTIMALISASI ASPEK PENDIDIKAN PADA ANAK DAN REMAJA. LAPORAN KKN UIN 2021

ARTIKEL JURNAL; OPTIMALISASI ASPEK PENDIDIKAN PADA ANAK DAN REMAJA. LAPORAN KKN UIN 2021

ARTIKEL JURNAL; OPTIMALISASI ASPEK PENDIDIKAN PADA ANAK DAN REMAJA. LAPORAN KKN UIN 2021
DOKUMENTASI-DOKUMENASI
Silahkan Bagikan Ke Berbagi AKun Media Sosial Kamu, Terutama Share Kepada Teman-teman Kamu Yang Sedang Mengerjakan Laporan KKN. Sukses Terus Yaaaaa ;)
KLIK TOMBOL IKON DIBAWAH UNTUK MEMBAGIKAN ARTIKEL

Our Blog

99 Rating
Tulisan yang populer
9850 like
Banyak orang yang menyukai dalam sebulan ini
459 Followers
Pengikut terakhir dalam sebulan kebelakang

Our Team

Tim Malkovic
CEO
David Bell
Creative Designer
Eve Stinger
Sales Manager
Will Peters
Developer

Contact

Hubungi saya

Silahkan hubungi saya bila ada keperluan. Insyaalah saya akan balas bila sedang tidak sibuk :).

Address:

Masjid As-Sakinah, Jl. Padasuka, Gg. Babakan Cihapit IV, Kota Bandung

Work Time:

Monday - Friday from 9am to 5pm

Phone:

0812 2337 7612

Cari Jurnal harian disini

Diberdayakan oleh Blogger.

Blogroll

Blogger templates

About