RESUME PERKULIAHAN
PENGANTAR STUDI ISLAM
Disusun Oleh : Pairus Utami
FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG
2108
PENGANTAR STUDI ISLAM
Islam dan Studi Agama
Pengertian Islam dapat dibedahkan dari dua aspek peristilahan. Dari segi kebahasaan, Islam berasal dari bahasa arab, yaitu dari kata salima yang mengandung arti patuh,taat,tunduk,dan berserah diri kepada ALLAH SWT. Dalam upaya mencari keeselamatan dan kebahagiaan hidup didunia dan akhirat. Dari segi istilah, Islam adalah agama yang ajaran-ajarannya diwahyukan Tuhan kepada masyarakat manusia melalui Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul dan ingin menciptakan kehidupan dunia yang rukun diantara umat manusia. Allah SWT berfirman dalam surah ali-imran ayat 19اِنٌ الدىنَ عِند اَللهِ الاِسلا َمِ ........
Artinya: “Sesungguhnya agama disisi Allah ialah Islam”…..
Islam : Dien, salama artinya berserah diri, pasrah wahyu Allah yang disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW.
Studi islam : kegiatan yang secara sengaja diusahakan dengan maksud untuk memperoleh keterangan, mencari pemahaman lebih besar atau meningkatkat keterampilan.
Tujuan
• Mempelajari hakikat-hakikat islam
• Mempelajari pokok-pokok islam
• Mempelajari sumber ajaran islam
• Mempelajari prinsip ajaran islam
Beberapa Pendekatan Studi Islam
1. Pendekatan Teologis
2. Pendekatan Antropologis
3. Pendekatan Sosiologi
4. Pendekatan Filosofis
5. Pendekatan Historis
6. Pendekatan Kebudayaan
7. Pendekatan Psikologi
Agama dan Budaya
• Agama itu yang diyakini apa yang datang dari Allah SWT
• Budaya itu tradisi dan akan menciptakan cipta (kreatif), rasa (aspek kejiwaan) dan karsa (pikiran atau keinginan)
Potensi ajaran islam menjawab tantangan keyakinan itu dibagi menjadi dua; yaitu, wahyu (Al-Qur’an) dan tafsir wahyu/ijtuhad,
a. Wahyu itu ialah : Al-Qu’ran dan matan hadits
b. Tafsir wahyu ialah: fiqih, tauhid, tafsir Qu’ran, filsafat Qur’an, dan ilmu-ilmu modern
c. Dinamika Perubahan
• Tafsir wahyu/ijtihad
• Perubahan zaman
• Perubahan paradigma pemikiran islam ada empat:
• Fiqih
• Filsafat
• Tauhid
• Ilmu lainnya
Sumber Ajaran Islam
1. Al-Qur’an: sumber utama sebagai sumber nilai
2. As-Sunnah: sumber kedua sebagai dasar operasional
3. Ijtihad : sumber ketiga sumber dinamika tenteng nilai operasional
Berbagai Tinjauan pada Ajaran Islam
1. Dinamis, yaitu penuh semangat dan tenaga sehingga cepat bergerak dan mudah menyesuaikan diridengan keadaan tersebut mengandung dinamika.
• Selalu berubah sesuai masa dan tempat
• Perubahan slalu terjadi sesuai kebutuhan
• Mencari kebenaran dengan berbagai macam cara
• Segala ajaran sebelumnya memungkinkan untuk dikritisi jika perlu berubah
2. Statis, keadaan diam:
• Tidak akan berubah setiap waktu dan tempat
• Kebutuhan harus mengikuti ajaran islam,
• Kebenaran selalu diyakini jelas
• Tidak perlu dicari lagi, segala yang diajarkan sesuai sebelumnya, tidak boleh dirubah
Aliran Pemikiran pada ajaran islam
1. Yang dinamis:
• Modernism
• Pluralism
• Liberalism
• DLL
2. Yang Statis:
• Fundatelisme
• Puritanisme
• Radikalisme
• DLL
Perangkat Memahami Studi Islam
• Memahami dan mengatahui bahasa Arab, sebab Al-Qur’an dan As-Sunnah berbahasa Arab
• pengatahuan ilmu lainnya yang mendukung pemahaman pada sumber ajaran islam, serta penjiwaan ilmu tersebut
Islam Dalam Perspektif Perspektif doktrin
• Al-Quran
• As-Sunnah
• Ijtihad
Perspektif peradaban
• Berbagai pendekatan sesuai kebutuhan
Perspektif dan Doktrin
Sumber utama doktrin islam (al-Quran) pokok ajaran Islam
Dasar-dasar konseptual tentang islam
Dasar-dasar konseptual tentang aqidah
Dasar-dasar konseptual tentang akhlak
Dasar-dasar konseptual tentang sejarah
Sumber ke-2 Ajaran Islam (Sunnah/Hadis)
Penjelasan operasional tentang beraqidah dalam islam
Penjelasan operasional tentang syari’at dalam islam
Penjelasan operasional tentang perilaku ahlakul karimah dalam islam
Penjelasan tentang memahami sejarah dalam doktin islam
Sumber Pokok Ijtihad
Syarat ijtihad, jika tidak ada hokum jelas dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah
Menguasai ilmu pendukungnya, seperti ilmu bahasa dan logika
Tidak menjadi syarat wajib mengikutinya, karna ini usaha selain Nabi dan Wahyu Allah
Metodologi Studi Islam
Secara etimologi,kata metodologi diderivasi dari kata method yang berarti ‘cara’.dan logy atau logos berarti ‘teori’ atau ‘ilmu’. Jadi,kata metodologi mempunyai arti suatu ilmu atau teori yang membicarakan cara. Oleh karena itu metodologi merupakan masalah yang sangat penting dalam sejarah pertumbuhan islam,dengan adanya kemampuan dalam menguasai materi keilmuan harus dibarengi dengan kemampuan penguasaan metodologi sehingga pengetahuan yang dimiliki dapat dikembangkan.
Untuk memahami islam secara benar, Nasruddin Rajak mengajukan empat cara yaitu
1. Islam harus dipelajari dari sumber yang asli,yaitu Al-qur’an dan As-sunnah
2. Islam harus dipelajari secara integral,tidak dengan cara parsial,
3. Islam perlu dipelajari dari kepustakaan yang ditulis oleh para ulama besar
4. Islam hendaknya dipelajari dari ketentuan normatif teologis yang ada dalam Al-Qur’an,
Islam bukan hanya bisa mengatasi masalah-masalah teologis, namun juga bisa menyelesaikan masalah-masalah yang ada dimasyarakat luas.
Islam Sebagai Sumber Ajaran
Islam merupakan agama yang ajarannya bisa diteria oleh semua umat,kapanpun dan dimanapun. Ajaran islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW secara khusus disebut sebagai agama islam atau dien Al-Islam. Dengan system pembakuan,ajaran islam akan tetap bersifat otentik,sempurna,dan dinamis,yakni sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman dan tempat.
Setiap pemeluk islam mengetahui dengan pasti bahwa islam tidak abash tanpa iman,dan iman tidak sempurna tanpa ihsan. Semua agama para Nabi dan Rasul adalah agama islam,yakni agama yang engajarkan sikap tunduk dan patuh,pasrah,dan berserah diri secara tulus kepada tuhan dengan segala kuadrat dan iradat-Nya.

0 komentar:
Posting Komentar