LAPORAN KEGIATAN SISTEM EVALUASI DAKWAH
LAPORAN KEGIATAN SISTEM EVALUASI DAKWAH
TEORI MAJLIS TA’LIM DARUL ILMI
Dosen Pengampu : H. Amin Hamdani, M,Ag
Tugas ini untuk memenuhi syarat mata kuliah UAS Sistem Evaluasi Dakwah
Oleh :
Siti Rosanti 1184030117
FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI
JURUSAN MANAJEMEN DAKWAH
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG
TAHUN 2021
Subang, 09 Januari 2020
Penulis Siti Rosanti
DAFTAR ISI
A. Kata Pengantar…………………………………………………………………………..i
B. BAB 1……………………………………………………………………………….......ii
C. PENDAHULUAN……………………………………………………………………....3
D. Latar Belakang……………………………………………………………………….….4
E. Rumusan Masalah……………………………………………………………………….5
F. Tujuan Penulisan makalah ini…………………………………………………………...6
G. BAB 11……………………………………………………………………………….....7
H. PEMBAHASAN……………………………………………………………...................8
I. MAJLIS TAKLIM DAN KEGIATAN DAKWAH………………………………….….9
J. MAJLIS TAKLIM ADMINISTARASI………………………………………………...10
K. Tujuan administrasi Majlis Taklim……………………………………………………...11
L. Prinsip Prinsip Majlis Taklim…………………………………………………………...12
M. Fungsi Administrasi Majlis taklim ……………………………………………………...13
N. Pengelolaan Administarsi Majlis Taklim………………………………………………..14
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Majlis Ta’lim adalah wadah pembentuk jiwa dan kepribadian yang agamis yang berfungsi sebagai stabilisator dalam seluruh gerak aktivitas kehidupan umat Islam Indonesia, maka sudah selayaknya kegiatan-kegiatan yang bernuansa Islami mendapat perhatian dan dukungan dari masyarakat, sehingga tercipta insan-insan yang memiliki keseimbangan antara potensi intelektual dan mental spiritual dalam upaya menghadapi perubahan zaman yang semakin mengglobal dan maju. Mengingat pelaksanaannya yang fleksibel dan terbuka untuk segala waktu dan kondisi, keberadaan Majelis Ta’lim telah menjadi lembaga pendidikan seumur hidup bagi umat Islam. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk memikirkan dan memberdayakan keberadaan Majelis Ta’lim saat ini dan masa mendatang agar bisa bertahan dan terus berkembang lebih baik. Maka dari sinilah kami akan membahas majelis ta’lim dan aktivitas dakwah, serta administrasinya.
Rumusan masalah dari makalah ini, yaitu:
1. Apa Nama Majlis Taklim ini ?
2. Mengapa Majlis Taklim ini baru-baru ?
3. Siapa Ketua Majlis Taklim ini ?
4. Kapan di dirikan majlis ini bisa di ceritakan Sejarahnya ?
5. Dimana tempat majlis ini tolong Tuliskan Rt/Rw
6. Bagaimana Perkembangan majlis taklim ini Apakah berjalan atau tidak dengan Warga SDM nyah ?
Tujuan penulisan makalah ini, yaitu agar mahasiswa dapat:
1. Mengetahui dan memahami pengertian majelis taklim dan kegiatan dakwah.
2. Mengetahui dan memahami pengertian administrasi majelis taklim
3. Mengetahui Meneliti Majlis Taklim Ini
4. Mengetahui Lingkungan Masyarakat Majlis Taklim ini
5. Mengetahui Peneliti Perkembangan Majlis Taklim ini.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Majelis Taklim dan Kegiatan Dakwah
Majelis taklim berasal dari dua suku kata, yaitu kata majlis dan kata ta’lÄ«m. Dalam bahasa Arab kata majlis (مجلس) adalah bentuk isim makan (kata tempat) dari kata kerja jalasa (جلس) yang berarti tempat duduk, tempat sidang, dan dewan. Dengan demikian majelis adalah tempat duduk melaksanakan pengajaran atau pengajian agama Islam, Sedangkan kata ta’lÄ«m (تعليم) dalam bahasa Arab merupakan masdar dari kata kerja‘allama (علم) yang mempunyai arti pengajaran. Dalam Kamus Bahasa Indonesia disebutkan bahwa majelis adalah pertemuan atau perkumpulan orang banyak atau bangunan tempat orang berkumpul.
Dengan demikian majelis taklim dapat dipahami sebagai suatu institusi dakwah yang menyelenggarakan pendidikan agama yang bercirikan non-formal, tidak teratur waktu belajarnya, para pesertanya disebut jamaah, dan bertujuan khusus untuk usaha memasyarakatkan Islam. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa majelis taklim adalah wadah atau tempat berlangsungnya kegiatan belajar dan mengajar atau pengajian pengetahuan agama Islam atau tempat untuk melaksanakan pengajaran atau pengajian agama Islam.
Adanya majelis taklim di tengah-tengah masyarakat bertujuan untuk menambah ilmu dan keyakinan agama yang akan mendorong pengalaman ajaran agama, sebagai ajang silaturahmi anggota masyarakat, dan untuk meningkatkan kesadaran dan kesejahteraan rumah tangga dan lingkungan jamaahnya[1], majelis taklim juga berguna untuk membina dan mengembangkan kehidupan beragama dalam rangka membentuk masyarakat yang bertakwa kepada Allah SWT, menjadi taman rohani, ajang silaturrahim antara sesama muslim, dan menyampaikan gagasan-gagasan yang bermanfaat bagi pembangunan umat dan bangsa. Sementara itu, maksud diadakannya majelis taklim menurut M. Habib Chirzin adalah:
1. Meletakkan dasar keimanan dalam ketentuan dan semua hal-hal yang gaib.
2. Semangat dan nilai ibadah yang meresapi seluruh kegiatan hidup manusia dan alam semesta.
3. Sebagai inspirasi, motivasi dan stimulasi agar seluruh potensi jamaah dapat dikembangkan dan diaktifkan secara maksimal dan optimal dengan kegiatan pembinaan pribadi dan kerja produktif untuk kesejahteraan bersama.
Sistem pengajaran yang diterapkan dalam majelis taklim terdiri dari beragam metode. Secara umum, terdapat berbagai metode yang digunakan di majelis taklim, yaitu:
1. Metode Ceramah, yang dimaksud adalah penerangan dengan penuturan lisan oleh guru terhadap peserta.
2. Metode Tanya Jawab, metode ini membuat peserta lebih aktif. Keaktifan dirangsang melalui pertanyaan yang disajikan.
3. Metode Latihan, metode ini sifatnya melatih untuk menimbulkan keterampilan dan ketangkasan.
4. Metode Diskusi, metode ini akan dipakai harus ada terlebih dahulu masalah atau pertanyaan yang jawabannya dapat didiskusikan.
Institusi pendidikan non-formal ini telah lama tumbuh dan berkembang di tengah-tengah komunitas muslim sebagai lembaga dakwah plus pendidikan dan menjadi lembaga yang paling banyak diminati oleh komunitas muslim dalam mengembangkan wawasan keagamaannya.
Di samping statusnya sebagai institusi pendidikan Islam non-formal, majelis taklim sekaligus juga merupakan lembaga dakwah yang memiliki peran strategis dan penting dalam pengembangan kehidupan beragama bagi masyarakat. Majelis taklim sebagai institusi pendidikan Islam yang berbasis masyarakat memiliki peran yang strategis terutama terletak pada upayanya mewujudkan learning society, suatu masyarakat yang memiliki tradisi belajar tanpa di batasi oleh usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan dapat menjadi wahana belajar, serta menyampaikan pesan-pesan keagamaan, wadah mengembangkan silaturrahmi dan berbagai kegiatan kegamaan lainnya, bagi semua lapisan masyarakat. Peranannya yang strategis demikian pada gilirannya membuat majelis taklim diintegrasikan sebagai bagian penting dari Sistim Pendidikan Nasional.
1. Apa Nama Majlis Taklim ini ?
Nama Majlis Taklim ini adalah Majlis Darul ilmi Darul ilmi jadi Darul ilmi itu tempat majlis taklim.Majlis Taklim Darul ilmi ini Tempat mencari ilmu Majlis ini buat Sarana untuk ibu ibu yang mengaji di majlis Tersebut.
Tujuanyah menjadi ibadah ,dan meningkatkan ibadah
Mudah mudahan Sebagai Namnya,tempat ilmu yang tidak mengelola hal ini terkait ilmu agama jadi sarana ibadah.
Tarbiyah, mendidik ruhani
- Tingkat Keimanan ,hati tempat tarbiyah dan sarana Dakwah
2. Ya niat nya dari dulu ingin mendirikan dari dulu cuman karena Allah di takdirkan Sekarang Sekarang.
3. di majlis Taklim ini Ustadz A,cep mamat yang menjadi ketua majlis taklim ini belum ada terstuktur sekertaris ,bendahara dan sebagainyah karena majlis taklim ini masih baru-baru
4. Di dirikanyah sih Tgl 07-08-2020,Sejarah didirikanyah. Majlis Taklim ini hari Jum'at
5. Bertempat di Kp cijalu Rt 21 /RW.09
6. Perkembangan, di majlis Taklim ini Alhamdulilah berjalan berkembang juga dengan ibu –ibu ada juga anak-anak ba’da magrib Akan tetapi Sejarah ini Menyatakan bahwa untuk hari Ibu ibu di tentuin untuk Pengajian Hari Sabtu dan minggu.Untuk anak-anak yaitu setelah ba’da magrib.
Saya sendiri Yang mewanwancarai Tersebut. Dengan Metode Cara Ceramah cara bicara dan saya meneliti
34
B. Administrasi Majelis Taklim
Admistrasi berasal dari bahasa latin “administrare” yang berarti, membantu atau melayani. Administrasi juga bisa di artikan sebagai suatu usaha dan kegiatan yang meliputi penetapan tujuan serta penetapan cara-cara bagaimana penyelenggaraan dan pembinaan sebuah organisasi bisa terlaksana dengan baik.
Menurut Sondang P. Siagian admistrasi adalah keseluruhan proses kerja sama antara dua manusia atau lebih yang didasarkan atas rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Beberapa hal yang terkandung dalam administrasi ialah menyangkut:
· Adanya dua orang manusia atau lebih
· Adanya tujuan yang akan dicapai
· Adanya tugas-tugas yang harus dilaksanan
· Adanya perlengkapan atau peralatan untuk melaksanakan tugas
· Adanya proses kerja sama
Dibawah ini ada beberapa penjelasan mengenai Administrasi Majelis taklim:
Tujuan Administrasi Majlis Ta’lim
Adalah untuk menyelenggarakan dan mendaya gunakan segala tenaga, sarana, dan dana secara optimal, teratur, relevan, efektif dan efisien agar tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai.
Prinsip- Prinsip Administrasi Majlis Ta’lim
1. Adanya kegiatan kerja sama yang dilakukan sekelompok manusia
2. Adanya penataan atau pengaturan dalam kerja sama
3. Adanya sumber daya (manusia dan non manusia) untuk ditata
4. Adanya tujuan yang akan dicapai dari kegiatan kerjasama
Fungsi Administrasi Majlis Ta’lim
Administrasi mempunyai fungsi yang integral dalam proses pengelolaan:
1. Fungsi perencanaan yang biasanya mencakup berbagai kegiatan seperti menentukan kebutuhan, menentukan strategi pencapaian tujuan, Antara lain :
a. Menjangkau kedepan untuk memperkirakan keadaan dan kebutuhan di kemudian hari.
b. Menentukan tujuan yang hendak dicapai.
c. Menentukan kebijaksanaan yang ditempuh sehubungan dengan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
d. Menyusun program yang mencakup pendekatan yang ditempuh, jenis dan urutan-urutan kegiatan.
e. Menentukan biaya, yang merupakan pikiran jumlah biaya yang diperlukan.
f. Menentukan jadwal dan prosedur kerja yang ditempuh
2. Fungsi Organisasi yang meliputi pengelolaan personil, sarana dan prasarana, distribusi pengelolaan personil, yang berwujud sebagai suatu badan pengelolaan yang integral meliputi:
a. mengidentifikasikan serta menggolongkan jenis-jenis tugas dan tanggung jawabnya.
b. menentukan dan mendistribusikan tugas tanggung jawab dan kewenangan.
c. Merumuskan aturan-aturan dan hubungan dalam pelaksanaan majelis taklim.
3. Fungsi Koordinasi yang merupakan stabilisator antar berbagai tugas, tanggung jawab dan kewenangan untuk menjamin tercapainya relevansi dan efektivitas program majelis taklim yang dilaksanakan.
4. Fungsi motivasi, yang terutama meningkatkan efisiensi proses dan efektivitas hasil dari kegiatan majelis taklim.
5. Fungsi pengawasan, meliputi pengamatan proses pengelolaan secara menyeluruh, sehingga tercapailah hasil sesuai dengan program kegiatan majelis taklim.
Pengelolaan Administrasi Keuangan Majlis Ta’lim
Langkah yang penting untuk memulai mengaktifkan majlis ta’lim adalah dengan membuat manajemen administrasi keuangan majlis ta’lim, sebab manajemen administrasi keuangan majlis ta’lim berfungsi sebagai perencanaan keuangan majlis ta’lim, alat analisis keuangan dan pengendali keuangan majlis ta’lim. Selain itu dapat juga berguna dalam membuat berbagai keputusan keuangan yang tentunya berhubungan dengan kegiatan majlis ta’lim.
1. Perencanaan Administrasi Keuangan Majlis Ta’lim
Hal pertama yang penting harus dilakukan dalam kegiatan pelayanan majlis ta’lim adalah dengan membuat perencanaan kegiatan. Tanpa perencanaan yang matang, tidak akan diperoleh layanan umat yang memuaskan.
2. Menyusun perencanaan administrasi keuangan majlis ta’lim
Pengurus majlis ta’lim harus teliti dalam mengukur berbagai indikator dan potensi yang dimiliki jama’ah majlis ta’lim. Bagi majlis ta’lim yang berada dilingkungan ekonomi mapan, bisa saja membuat perencanaan kegiatan yang besar dari segi volume pelayanan terhadap jama’ah, mengingat arus kas uang yang masuk juga besar. Sebaliknya sumber dana yang kurang dan tidak menentu perencanaan keuangannya harus betul-betul di pungkiri.
DAFTAR PUSTAKA
A Rosyad Shaleh,Management Dakwah Islam ,(Jakarta : Bulan Bintang,1977).
Algifari.Analisis Regresi,Teori,Kasus dan Solusi ,(Yogyakarta”BPFE UGM,2000)
Arikunto,Suharsimi ,Prosedur Penelitian,Suatu Pendekatan Praktek (Jakarta : Rineka Cipta 2002).
Asep Muhidyn dan Agus Ahmad Safei,Metode Dakwah Rasulallah (Bandung : Pustaka Setia .2002)
Asmuni Syujir,Dasar-Dasar Strategi Dakwah Islam,(Surabaya : Al Ikhlas,1983).
Corneolius Trenhadadi,Memecahkan Kasus Statisik : Deskritif Parametik ,dan dan Non –Parametik dengan SPSS 12,(Jakarta : Erlangga Pratama,1992).
Ensiklopedia Nasional Indonesia (Jakarta Cipta ardi Pusaka ,1989)
Hamzah Yaqub Kode Etik Dagang Menurut Islam ,(Bandung Diponegoro,1996)
John M.Echols,Hasan Shadzily,Kamus Inggris –Indonesia (Jakarta Gramedia ,1990)
Yaqub Hamzah ,Publistik Islam (Teori dawah dan leadhersip ,Bandung,Diponegoro,1992.



