Selamat datang di Jurnal harian Fairus

Jangan pernah katakan "tidak" pada dunia, tapi katakanlah aku bisa menggenggamnya dengan caraku sendiri.

NEVER GIVE UP

SEMANGAT :)

Find Out More Purchase Theme

Official Account

Youtube

Bantu Subcribe yaa :)

Read More

Instagram

Bantu Follow Yaa :)

Read More

Facebook

Bantu Add Friends Yaa :)

Read More

Twitter

Bantu Follow Yaa :)

Read More

LATEST POST

09 Januari 2021

LAPORAN KEGIATAN SISTEM EVALUASI DAKWAH

LAPORAN KEGIATAN SISTEM EVALUASI DAKWAH

 

LAPORAN KEGIATAN SISTEM EVALUASI DAKWAH

TEORI MAJLIS TA’LIM DARUL ILMI

Dosen Pengampu : H. Amin Hamdani, M,Ag

Tugas ini untuk memenuhi syarat mata kuliah UAS Sistem Evaluasi Dakwah

Oleh :

Siti Rosanti 1184030117

FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI

JURUSAN MANAJEMEN DAKWAH

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

TAHUN 2021


Kata Pengantar
 Dengan Mengucapkan Alhamdulilah, Hamdallah Wassyukurulilah Saya berterimakasih banyak Kepada Dosen Pengampu saya yaitu Dosen H.amin Selaku mata kuliah Sistem Evaluasi Dakwah
Telah memberi saya waktu Luang untuk bisa bertaburan kepada Masyarakat di setempat khususnya saya melakukan penelitian di majlis Taklim dekat dengan Rumah saya. Yang mempunyai majlis nyah juga dekat dengan rumah saya.
  Terimaksih Dosen Selaku Pengampu saya jika tidak saya bukan siapa siapa lagi yang akan mengerjakan tugas ini Karena kita hakikatnyah kita manusia yang akan di pertanyakan dan pertanggung jawabkan atas segala sesuatu.

                                                                                                           Subang, 09 Januari 2020

                                                                                                                Penulis Siti Rosanti



DAFTAR ISI

A. Kata Pengantar…………………………………………………………………………..i

B. BAB 1……………………………………………………………………………….......ii

C. PENDAHULUAN……………………………………………………………………....3

D. Latar Belakang……………………………………………………………………….….4

E. Rumusan Masalah……………………………………………………………………….5

F. Tujuan Penulisan makalah ini…………………………………………………………...6

G. BAB 11……………………………………………………………………………….....7

H. PEMBAHASAN……………………………………………………………...................8

I. MAJLIS TAKLIM DAN KEGIATAN DAKWAH………………………………….….9

J. MAJLIS TAKLIM ADMINISTARASI………………………………………………...10

K. Tujuan administrasi Majlis Taklim……………………………………………………...11

L. Prinsip Prinsip Majlis Taklim…………………………………………………………...12

M. Fungsi Administrasi Majlis taklim ……………………………………………………...13

N. Pengelolaan Administarsi Majlis Taklim………………………………………………..14


BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

     Majlis Ta’lim adalah wadah pembentuk jiwa dan kepribadian yang agamis yang berfungsi sebagai stabilisator dalam seluruh gerak aktivitas kehidupan umat Islam Indonesia, maka sudah selayaknya kegiatan-kegiatan yang bernuansa Islami mendapat perhatian dan dukungan dari masyarakat, sehingga tercipta insan-insan yang memiliki keseimbangan antara potensi intelektual dan mental spiritual dalam upaya menghadapi perubahan zaman yang semakin mengglobal dan maju. Mengingat pelaksanaannya yang fleksibel dan terbuka untuk segala waktu dan kondisi, keberadaan Majelis Ta’lim telah menjadi lembaga pendidikan seumur hidup bagi umat Islam. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk memikirkan dan memberdayakan keberadaan Majelis Ta’lim saat ini dan masa mendatang agar bisa bertahan dan terus berkembang lebih baik. Maka dari sinilah kami akan membahas majelis ta’lim dan aktivitas dakwah, serta administrasinya.

Rumusan masalah dari makalah ini, yaitu:

1. Apa Nama Majlis Taklim ini ?

2. Mengapa Majlis Taklim ini baru-baru ?

3. Siapa Ketua Majlis Taklim ini ?

4. Kapan di dirikan majlis ini bisa di ceritakan Sejarahnya ?

5. Dimana tempat majlis ini tolong Tuliskan Rt/Rw

6. Bagaimana Perkembangan majlis taklim ini Apakah berjalan atau tidak dengan Warga SDM nyah ?

Tujuan penulisan makalah ini, yaitu agar mahasiswa dapat:

1. Mengetahui dan memahami pengertian majelis taklim dan kegiatan dakwah.

2. Mengetahui dan memahami pengertian administrasi majelis taklim

3. Mengetahui Meneliti Majlis Taklim Ini

4. Mengetahui Lingkungan Masyarakat Majlis Taklim ini

5. Mengetahui Peneliti Perkembangan Majlis Taklim ini.


BAB II

PEMBAHASAN

A. Majelis Taklim dan Kegiatan Dakwah

     Majelis taklim berasal dari dua suku kata, yaitu kata majlis dan kata ta’lÄ«m. Dalam bahasa Arab kata majlis (مجلس) adalah bentuk isim makan (kata tempat) dari kata kerja jalasa (جلس) yang berarti tempat duduk, tempat sidang, dan dewan. Dengan demikian majelis adalah tempat duduk melaksanakan pengajaran atau pengajian agama Islam, Sedangkan kata ta’lÄ«m (تعليم) dalam bahasa Arab merupakan masdar dari kata kerja‘allama (علم) yang mempunyai arti pengajaran. Dalam Kamus Bahasa Indonesia disebutkan bahwa majelis adalah pertemuan atau perkumpulan orang banyak atau bangunan tempat orang berkumpul.

Dengan demikian majelis taklim dapat dipahami sebagai suatu institusi dakwah yang menyelenggarakan pendidikan agama yang bercirikan non-formal, tidak teratur waktu belajarnya, para pesertanya disebut jamaah, dan bertujuan khusus untuk usaha memasyarakatkan Islam. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa majelis taklim adalah wadah atau tempat berlangsungnya kegiatan belajar dan mengajar atau pengajian pengetahuan agama Islam atau tempat untuk melaksanakan pengajaran atau pengajian agama Islam.

Adanya majelis taklim di tengah-tengah masyarakat bertujuan untuk menambah ilmu dan keyakinan agama yang akan mendorong pengalaman ajaran agama, sebagai ajang silaturahmi anggota masyarakat, dan untuk meningkatkan kesadaran dan kesejahteraan rumah tangga dan lingkungan jamaahnya[1], majelis taklim juga berguna untuk membina dan mengembangkan kehidupan beragama dalam rangka membentuk masyarakat yang bertakwa kepada Allah SWT, menjadi taman rohani, ajang silaturrahim antara sesama muslim, dan menyampaikan gagasan-gagasan yang bermanfaat bagi pembangunan umat dan bangsa. Sementara itu, maksud diadakannya majelis taklim menurut M. Habib Chirzin adalah:

1. Meletakkan dasar keimanan dalam ketentuan dan semua hal-hal yang gaib.

2. Semangat dan nilai ibadah yang meresapi seluruh kegiatan hidup manusia dan alam semesta.

3. Sebagai inspirasi, motivasi dan stimulasi agar seluruh potensi jamaah dapat dikembangkan dan diaktifkan secara maksimal dan optimal dengan kegiatan pembinaan pribadi dan kerja produktif untuk kesejahteraan bersama.

    Sistem pengajaran yang diterapkan dalam majelis taklim terdiri dari beragam metode. Secara umum, terdapat berbagai metode yang digunakan di majelis taklim, yaitu:

1. Metode Ceramah, yang dimaksud adalah penerangan dengan penuturan lisan oleh guru terhadap peserta.

2. Metode Tanya Jawab, metode ini membuat peserta lebih aktif. Keaktifan dirangsang melalui pertanyaan yang disajikan.

3. Metode Latihan, metode ini sifatnya melatih untuk menimbulkan keterampilan dan ketangkasan.

4. Metode Diskusi, metode ini akan dipakai harus ada terlebih dahulu masalah atau pertanyaan yang jawabannya dapat didiskusikan.

Institusi pendidikan non-formal ini telah lama tumbuh dan berkembang di tengah-tengah komunitas muslim sebagai lembaga dakwah plus pendidikan dan menjadi lembaga yang paling banyak diminati oleh komunitas muslim dalam mengembangkan wawasan keagamaannya.

Di samping statusnya sebagai institusi pendidikan Islam non-formal, majelis taklim sekaligus juga merupakan lembaga dakwah yang memiliki peran strategis dan penting dalam pengembangan kehidupan beragama bagi masyarakat. Majelis taklim sebagai institusi pendidikan Islam yang berbasis masyarakat memiliki peran yang strategis terutama terletak pada upayanya mewujudkan learning society, suatu masyarakat yang memiliki tradisi belajar tanpa di batasi oleh usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan dapat menjadi wahana belajar, serta menyampaikan pesan-pesan keagamaan, wadah mengembangkan silaturrahmi dan berbagai kegiatan kegamaan lainnya, bagi semua lapisan masyarakat. Peranannya yang strategis demikian pada gilirannya membuat majelis taklim diintegrasikan sebagai bagian penting dari Sistim Pendidikan Nasional.

1. Apa Nama Majlis Taklim ini ?


 Nama Majlis Taklim ini adalah Majlis Darul ilmi Darul ilmi jadi Darul ilmi itu tempat majlis taklim.Majlis Taklim Darul ilmi ini Tempat mencari ilmu Majlis ini buat Sarana untuk ibu ibu yang mengaji di majlis Tersebut.

Tujuanyah menjadi ibadah ,dan meningkatkan ibadah

Mudah mudahan Sebagai Namnya,tempat ilmu yang tidak mengelola hal ini terkait ilmu agama jadi sarana ibadah.

Tarbiyah, mendidik ruhani

- Tingkat Keimanan ,hati tempat tarbiyah dan sarana Dakwah

2. Ya niat nya dari dulu ingin mendirikan dari dulu cuman karena Allah di takdirkan Sekarang Sekarang.

3. di majlis Taklim ini Ustadz A,cep mamat yang menjadi ketua majlis taklim ini belum ada terstuktur sekertaris ,bendahara dan sebagainyah karena majlis taklim ini masih baru-baru

4. Di dirikanyah sih Tgl 07-08-2020,Sejarah didirikanyah. Majlis Taklim ini hari Jum'at

5. Bertempat di Kp cijalu Rt 21 /RW.09

6. Perkembangan, di majlis Taklim ini Alhamdulilah berjalan berkembang juga dengan ibu –ibu ada juga anak-anak ba’da magrib Akan tetapi Sejarah ini Menyatakan bahwa untuk hari Ibu ibu di tentuin untuk Pengajian Hari Sabtu dan minggu.Untuk anak-anak yaitu setelah ba’da magrib.

Saya sendiri Yang mewanwancarai Tersebut. Dengan Metode Cara Ceramah cara bicara dan saya meneliti

34

B. Administrasi Majelis Taklim

Admistrasi berasal dari bahasa latin “administrare” yang berarti, membantu atau melayani. Administrasi juga bisa di artikan sebagai suatu usaha dan kegiatan yang meliputi penetapan tujuan serta penetapan cara-cara bagaimana penyelenggaraan dan pembinaan sebuah organisasi bisa terlaksana dengan baik.

Menurut Sondang P. Siagian admistrasi adalah keseluruhan proses kerja sama antara dua manusia atau lebih yang didasarkan atas rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Beberapa hal yang terkandung dalam administrasi ialah menyangkut:

· Adanya dua orang manusia atau lebih

· Adanya tujuan yang akan dicapai

· Adanya tugas-tugas yang harus dilaksanan

· Adanya perlengkapan atau peralatan untuk melaksanakan tugas

· Adanya proses kerja sama

Dibawah ini ada beberapa penjelasan mengenai Administrasi Majelis taklim:

Tujuan Administrasi Majlis Ta’lim

Adalah untuk menyelenggarakan dan mendaya gunakan segala tenaga, sarana, dan dana secara optimal, teratur, relevan, efektif dan efisien agar tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai.

Prinsip- Prinsip Administrasi Majlis Ta’lim

               1. Adanya kegiatan kerja sama yang dilakukan sekelompok manusia

            2. Adanya penataan atau pengaturan dalam kerja sama

           3. Adanya sumber daya (manusia dan non manusia) untuk ditata

       4. Adanya tujuan yang akan dicapai dari kegiatan kerjasama

Fungsi Administrasi Majlis Ta’lim

  Administrasi mempunyai fungsi yang integral dalam proses pengelolaan:

1. Fungsi perencanaan yang biasanya mencakup berbagai kegiatan seperti menentukan kebutuhan, menentukan strategi pencapaian tujuan, Antara lain :

a. Menjangkau kedepan untuk memperkirakan keadaan dan kebutuhan di kemudian hari.

b. Menentukan tujuan yang hendak dicapai.

c. Menentukan kebijaksanaan yang ditempuh sehubungan dengan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

d. Menyusun program yang mencakup pendekatan yang ditempuh, jenis dan urutan-urutan kegiatan.

e. Menentukan biaya, yang merupakan pikiran jumlah biaya yang diperlukan.

f. Menentukan jadwal dan prosedur kerja yang ditempuh

2. Fungsi Organisasi yang meliputi pengelolaan personil, sarana dan prasarana, distribusi pengelolaan personil, yang berwujud sebagai suatu badan pengelolaan yang integral meliputi:

a. mengidentifikasikan serta menggolongkan jenis-jenis tugas dan tanggung jawabnya.

b. menentukan dan mendistribusikan tugas tanggung jawab dan kewenangan.

c. Merumuskan aturan-aturan dan hubungan dalam pelaksanaan majelis taklim.

3. Fungsi Koordinasi yang merupakan stabilisator antar berbagai tugas, tanggung jawab dan kewenangan untuk menjamin tercapainya relevansi dan efektivitas program majelis taklim yang dilaksanakan.

4. Fungsi motivasi, yang terutama meningkatkan efisiensi proses dan efektivitas hasil dari kegiatan majelis taklim.

5. Fungsi pengawasan, meliputi pengamatan proses pengelolaan secara menyeluruh, sehingga tercapailah hasil sesuai dengan program kegiatan majelis taklim.

Pengelolaan Administrasi Keuangan Majlis Ta’lim

        Langkah yang penting untuk memulai mengaktifkan majlis ta’lim adalah dengan membuat manajemen administrasi keuangan majlis ta’lim, sebab manajemen administrasi keuangan majlis ta’lim berfungsi sebagai perencanaan keuangan majlis ta’lim, alat analisis keuangan dan pengendali keuangan majlis ta’lim. Selain itu dapat juga berguna dalam membuat berbagai keputusan keuangan yang tentunya berhubungan dengan kegiatan majlis ta’lim.

1. Perencanaan Administrasi Keuangan Majlis Ta’lim

Hal pertama yang penting harus dilakukan dalam kegiatan pelayanan majlis ta’lim adalah dengan membuat perencanaan kegiatan. Tanpa perencanaan yang matang, tidak akan diperoleh layanan umat yang memuaskan.

2. Menyusun perencanaan administrasi keuangan majlis ta’lim

Pengurus majlis ta’lim harus teliti dalam mengukur berbagai indikator dan potensi yang dimiliki jama’ah majlis ta’lim. Bagi majlis ta’lim yang berada dilingkungan ekonomi mapan, bisa saja membuat perencanaan kegiatan yang besar dari segi volume pelayanan terhadap jama’ah, mengingat arus kas uang yang masuk juga besar. Sebaliknya sumber dana yang kurang dan tidak menentu perencanaan keuangannya harus betul-betul di pungkiri.


DAFTAR PUSTAKA

A Rosyad Shaleh,Management Dakwah Islam ,(Jakarta : Bulan Bintang,1977).

Algifari.Analisis Regresi,Teori,Kasus dan Solusi ,(Yogyakarta”BPFE UGM,2000)

Arikunto,Suharsimi ,Prosedur Penelitian,Suatu Pendekatan Praktek (Jakarta : Rineka Cipta 2002).

Asep Muhidyn dan Agus Ahmad Safei,Metode Dakwah Rasulallah (Bandung : Pustaka Setia .2002)

Asmuni Syujir,Dasar-Dasar Strategi Dakwah Islam,(Surabaya : Al Ikhlas,1983).

Corneolius Trenhadadi,Memecahkan Kasus Statisik : Deskritif Parametik ,dan dan Non –Parametik dengan SPSS 12,(Jakarta : Erlangga Pratama,1992).

Ensiklopedia Nasional Indonesia (Jakarta Cipta ardi Pusaka ,1989)

Hamzah Yaqub Kode Etik Dagang Menurut Islam ,(Bandung Diponegoro,1996)

John M.Echols,Hasan Shadzily,Kamus Inggris –Indonesia (Jakarta Gramedia ,1990)

Yaqub Hamzah ,Publistik Islam (Teori dawah dan leadhersip ,Bandung,Diponegoro,1992.


01 Januari 2021

LAPORAN MANAJEMEN PELATIHAN DAKWAH

LAPORAN MANAJEMEN PELATIHAN DAKWAH

 LAPORAN MANAJEMEN PELATIHAN DAKWAH

 Tema Pelatihan Dai Terhadap anak-anak

Sosial Masyrakat Di kamp.Cijalu Rt 21 RW 09 Desa Cipancar Kab.Subang

Oleh : Siti Rosanti

Fakultas Dakwah Dan Komunikasi

Jurusan Manajemen Dakwah

Dosen Pengampu : Aep Kusnawan, S.Ag, M.Ag.

Abstrack

From the results of my conclusions, researching about the social community in my village area, the results are very lacking and lack of human resources.

The statements was that many pople in my village did not continue their university education and I was lost and overwhelmed to hold community social. However, I took the theme with “Dai traning for children in my village because RT and local residents in me are not very social With the System of Enthusiasm with Students’ Children, but I respect their backgrounds,therefore I take small things. But I really want to practice knowledge in social society. But my weakness is a lack of human resources in my local residents.

Taking the theme of Dai traning for Children to be able to give speeches properly and correctly,especially with writing and I tested them by listening to whether the children listened well or not. writing

.

Latar Belakang diadakanya pelatihan

  Sejarah Mengungkapkan latar belakang di adakan nya pelatihan tersebut di daerah Kampung saya sendiri bertepatan Tanggal 14 November bertepatan tahun 2020 dengan bismilah Lahaula Walla Quwata illa bilah dengan kegiatan tersebut bisa menjalankan dengan baik dan benar karena pada dasarnya kita sebagai madu harus bisa menyampaikan subjek kepada masryarakat maupun kepada hal kecil ataupun hal besar

        Seorang dai memiliki kedudukan yang sangat muliaa di hadapan Allah dan umat manusia.Oleh karena itu ,seseorang dai harus memiliki sifat-sifat kepribadian yang baik di kala memasuki medan dakwah.Terdapat dua sifat dasar dalam kepribadian dai,yaitu :

1. Kepribadian yang bersifat Rohani

2. Kepribadian yang baik akan menentukan keberhasilan dakwah.Pada hakikatnyah.Berdakwah bukan hanya menyampaikan teori,melainkan juga harus memberikan teladan bagi mad’u.Keteladanan jauh lebih besar pengaruhnya daripada kata-kata,klasifikasi kepribadian dai yang bersifat rohani mencakup:

- Sifat-Sifat yang harus di miliki oleh seorang dai :

1. Beriman dan bertakws kepada Allah swt.

Sifat ini merupakan dasar utama akhlak seorang dai.Seorang dai tidak mungkin menyeru mad’unya untuk beriman kepada Allah Swt.Jika ia tidak berhubungan dengan Allah Swt.

- Ahli Tobat sifat Tobat dalam diri dai.Berati ia harus mampu untuk menjaga atau takut untuk berbuat maksiat,hendaknya ia bergegas untuk bertobat dan menyesali perbuatanyah dengan mengikuti panggilan ilahi.

- Ahli ibadah

Seorang dai adalah yang selalu beribadah kpada Allah swt.dalam setiap gerakan.,perbuatan ,atau perkataan di manapun dan kapanpun.Segala ibadahnya di tunjukan dan di peruntukan hanya kepada Allah Swt.,Bukan kepada Manusia

- Amanah dan sidik

Sifat ini adalah keutamaan yang harus dimiliki seorang dai sebelum sifat yang lain karena merupakan ciri utama para nabi dan orang saleh.Seorang dai harus memiliki sifat dapat di percaya dan jujur sehingga mad’u akan percaya dan menerima ajaran dakwahnya.

- Pandai dan bersyukur

Seorang dai yang baik adalah yang mampu menghargai nikmat Allah dan kebaikan orang lain.Orang yang bersyukur adalah orang yang merasakan karunia Allah dalam dirinya sehingga perbuatan dan ungkapanyah merupakan realisasi dari rasa kesyukuran tersebut.

- Tulus ikhlas dan tidak mementingkan pribadi

Kepribadian ini merupakan salah satu syarat mutlak yang harus di miliki seorang dai.Dakwah adalah pekerjaan yang bersifat ubudiah,yaitu amal perbuatan yang berhubungan dengan Allah yang memerlukan keikhlasan lahir dan batin

- Ramah dan penuh pengertian

Dakwah dapat di terima oranglain apabila dai berlaku ramah,sopan,dan suka menolong.Dengan sikap tersebut,Insya Allah.Dakwahnya akan berhasil.

- Tawadhu (Rendah hati)

Rendah hati bukan semata-mata merasa dirinya terhina dibandingkan dengan derajat dan martabat oranglain,melainkan menjadi seorang dai yang sopan,tidak sombong,dan tidak suka menghina serta mencela oranglain.

- Sederhana dan jujur

Tidak bermegah-megahan ,angkuh dalam pergaulan,sedangkan kejujuran adalah orang yang percaya akan ajakanyah dan dapat mengikuti ajakan dirinya.

- Tidak memiliki sifat egois

Dai tidak bersifat angkuh dalam pergaulan,merasa dirinya terhormat,lebih pandai,dan sebagainyah.Sifat inilah yang harus di jauhi oleh seorang dai.

- Sabar dan tawakal

Saat berdakwah,dai mungkin akan mengalami beberapa hambatan dan cobaan.Maka dari itu,hendaklah sabar dan tawakal kepada Allah.

- Semangat berjuang

Sifa ini harus dimiliki oleh dai sebab ia akan terhindar dari rasa putus asa,kecewa ,dan sebagainyah.

- Jiwa Toleran

Seorang dai hendaknya berdakwah dengan mencontoh dan meneladani Nabi Muhamad Saw.Seorang dai harus bisa melakukan pencerahan dengan kalimat yang santun,seperti yang sudah di contohkan oleh Rasulalah Saw.,Tidak gampang mencela dan menyalahkan pendapat orang lain.

- Sifat terbuka (demokratis)

Seorang dai harus memiliki sifat terbuka dalam arti bila ada kritik dan saran hendaklah di terima dengan gembira.

- Tidak memiliki penyakit hati

Sombong ,dengki,ujub,dan iri harus di singkirkan dari seorang dai

b. Sikap Kemampuan diri

     Kemampuan yang harus di kuasai seorang dai ,antara lain :

1. Pengetahuan Islam,yaiatu pengetahuan yang bersumber,berkaitan,dan berkembang dari Al-Quran,Sunah,Fiqih,dan ilmu ilmu Islam.

2. Pengetahuan bahasa dan kesustraan.Seorang dai dapat mengungkapkan pesan-pesan dakwahnya dengan menggunakan pesan-pesan dakwahnya dengan menggunakan kata-kata yang di mengerti oleh pendengar.Dai harus mengetahui mana bahasa yang baik dan benar,mana yang boleh di ucapkan dan tidak.Dai juga harus dapat memuat ungkapan-ungkapan sastra yang berisi nasihat atau hikmah.

3. Memahami karakter objek dakwah ,yaitu pemahaman terhadap latar belakang secara yudiris dalam melakukan dakwah,baik landasan yang bersifat agamis maupun landasaan yang erbentuk UU,peraturan-peraturan atau norma-norma lainya.

4. Memahami dasar dakwah ,yaitu pemahaman terhadap pesan atau informasi ajaran agama yang akan di sampaikan kepada orang lain secara benar dan baik.

5. Tujuan Dakwah,yaitu pemahaman terhadap pesan atau informasi ajaran agama yang akan di sampaikan kepada orang lain secara benar dan baik

6. Materi dakwah,yaitu pemahaman terhadap pesan atau informasi ajaran agama yang akan di sampaikan kepada orang lain secara benar dan baik.

7. Metode dakwah,yaitu pemahaman terhadap cara-cara yang ingin di pakai dalam melaksankan dakwah.Metode apa yang lebih sesuai dengan kemampuan dirinya dengan materi yang di berikan serta dengan situasi dan kondisinya yang lebih relevan dengan objek yang di hadapi.”

8. Kepribadian yang bersifat Jasmani

A. Sehat Jasmani

Dai yang mempunyai jam terbang tinggi di haruskan menjaga kesehatan jasmaninyah untuk kelancaran dakwahnya.

B. Berpakaian Sopan dan Rapi

Pakaian dapat menujukan kepribadian seseorang.Oleh karena itu,seseorang dai harus berpakaian sopan dan rapi.

Citra Dai di Mata Masyarakat:

      Konsep diri ada yang bersifat positif dan negative.Ciri-ciri seorang dai yang memiliki konsep diri positip adalah sebagai berikut;

1. Memiliki keyakinan mampu mengatasi masalah yang akan di hadapi.Apa pun kesulitan yang di bayangkan,ia merasa yakin akan menemukan jalan keluarnya,

2. Dalam pergaulan dengan orang banyak,ia merasa setara dengan orang lain,tidak merasa rendah diri,kecil hati,merasa sebagai orang kampong yang ketinggalan zaman (meskipun ia berasal dari kampung).

3. Jika suatu saat di puji orang,ia tidak tersipu malu karena merasa pujian itu wajar saja.Sekadar mengungkpkan keberhasilan atau kelebihan yang di miliki.Baginya,pujian tidak membuatnyah merasa tinggi dari apa yang ada pada dirinya atau merasa kagum terhadap dirinya (ujub).

4. Menyadari bahwa setiap orang memeliki kecendrungan yang tidak mungkin di setujui,.Ia menyadari dapat melakukan atau memuaskan seluruh masyarakat.Ia menyadari dapat melakukan suatu hal yang berguna dan menyenangkan orang lain,tetapi juga sadar bahwa tidak semua orang dapat menerimanya secara positif.

5. Mampu memperbaiki diri.Ia mampu menerima kritik dan saran dari orang lain sebagai masukan untuk memperbaiki diri.

Ciri-ciri Seorang dai yang memiliki konsep diri negative adalah sebagai berikut :

1. Peka terhadap kritik.Jika di kritik orang lain,ia tidah tahan .Ia meresepsi Kritikan orang lain sebagai upaya untuk menjatuhkan dirinya.Oleh karena itu,dai yang tidak dapat menjalankan dialog terbuka,tidak dapat menangkap pikiran-pikiran yang bagus dari para pengkritiknyah karena telinganyah terlanjur “merah.”Ia bersikukuh untuk mempertahankan logika berpikiran nyah yang keliru.

2. Bersifat Hipekritis.Ia terlalu Kritis sehingga cenderung mere-ndahkan dan meremehkan orang lain.Ia begitu berat mengakui kelebihan yang di miliki orang lain,Apalagi yang menjadi saingannyah,Baginya,yang benar adalah dirinyah dan orang lain.Ia merasa tidak di perhatikan dan tidak di anggap akan diakuinyah jika berhubungan dengan pujian terhadap dirinya.

3. Merasa tidak di senangi oleh orang lain.Ia merasa tidak di perhatikan dan tidak di anggap sebagai “orang.”Oleh karena itu,ia mudah memerepsi orang lain sebagai lawan,saingan,atau musuh yang mengancam keberadaan dirinyah.Orang yang memiliki sifat ini biasanya susah untuk dapat bergaul secara akrab dan hangat karena ia sendiri merasa tidak di akraban lawanyah adalah pura-pura.Ia susah mengakui kesalahan dirinya.

4. Pesimis dapat bersaing dengan orang lain secara terbuka.Ia enggan untuk berkompetesi dengan orang lain.Ia merasa bahwa sistem yang tidak adil terhadap dirinya.

               Seorang dai sudah sepantasnya memiliki konsep diri yang positif karena dari konsep tersebut akan lahir pula pola sikap pemikiran positif.Dai di harapkan tidak keliru dalam memeresapsi orang lain dan mampu mengepresiskan diri agar menimbulkan kesan positif.Sbagai orang yang harus mengetuk hati nurani dalam dakwahnya,seorang dai harus memiliki citra.

terbuka di hadapan mad’unyah.Hanya orang yang memiliki konsep diri positif yang sanggup membuka diri.

   Orang yang terbuka atau berani membuka diri adalah orang yang tahu betul terhadap hal-hal yang telah di ketahui orang lain tentang dirinya sehingga tidak perlu menutupnya dengan topeng (kata-kata atau prilaku tertentyu).Ia juga tahu betul terhadap hal-hal yang ada pada dirinya yang tidak perlu di beritahukan kepada orang lain.

1. Analisis

Menganalisis Semua murid yang ada di pengajian bahwasanyah adalah Semua murid ada 15 orang semua murid belum mampu bisa menguasai cara berpidato cara ceramah cara bicara dengan professional akan tetapi di pengajian Tersebut bisa di laksankan kekurangan nyah adalah SDM.setempat cara kalau mau lomba berpidato dengan orang lain sehingga mengakibatkan kekeliruan antara Guru ngaji dan murid Tapi dengan pelafalan Makhrozul khuruf mereka sangat bagus dengan membaca Al-Qur’an dengan baik dan teliti akan tetapi biar ada generasi penerus alangkah baiknya Cara berpidato kalau istilah dalam mata kuliah saya yaitu belajar Retorika cara nyah gimna sih cara menarik perhatian antara mad;unya biar tertarik dengan pembicaan kita agar lebih professional.

        Nah untuk itu anak anak di warga masyarakat pengajian anak-anak agar mereka dan bisa memahami cara berceramah dengan baik dan benar agar bisa untuk berdaya saing di antara lomba lomba di tingkat SD,MI maupun di pendidikan lainya.

2. Khalayak sasaran

Murid yang 15 orang itu nampaknya tidak bisa atau mungkin bisa mengikuti dengan baik dan benar akan tetapi mereka seperti kekurangan ilmu pengetahuan untuk cara berceramah karena untuk berceramah saja tidak cukup harus di iringi dengan humor dan ketawa ketawa atau dengan nglucu atau dengan yang lainya.

3. Identefekasi masalah dan tujuan penelitian

Masalah yang di hadapi kekurangan Tenaga Guru SDM.Untuk mengembangkan bakat dan minat karena mereka murid yang masih kecil antara kelas 6 atau 5 oleh karena itu bisa menyeimbangi dengan anak-anak karena ilmu itu sangat penting dan harus di ajarkan dari usia dini.


METHODOLOGI PENELITIAN

Pada dasarnya Pelatihan Dai Terhadap anak-anak merupakan kunci dasar

No Keterangan Tujuan Judul

1.Siti Rosanti Memberikan Arahan Terhadap subjek agar bisa di mengeerti apa sih Pelatihan itu Agar bisa memahami tatacara berceramah/mubalighoh cara berceramah harus dengan ilmunya Sosial Masyrakat

Tema Pelatihan Dai Terhadap anak-anak

2.Ustadz Mulyana Memberikan Penjelasan agar madu dan subyeknyah harus jelas agar dapat di pahami Tujuan Tersebut agar Murid-murid Tsb.Mampu mendengarkan Cramah Tersebut Ku agung-agung na agama Islam

3.Muhamad Mamat Syihab Memberikan Pengarahan Agar cara menyampaikan Ceramah dengan yang baik itu gimna Agar Murid murid bisa menjalakan untuk generasi selanjutnyah Amal Shaleh

Rancangan Pelatihan Dai Terhadap anak-anak  



KEGIATAN

1. Pelatihan Dai Terhadap anak-anak

2. Pelatihan Dai Terhadap anak-anak DESKRIPSI

1. Mampu menguasai cara berpidato dengan baik dan benar

2. Meningkatkan Cara berpidato di depan umum A1LOKASI WAKTU

1. Waktu Pukul dari pukul 18:00 sampai 19: 00

2. Waktu Pukul Dari pukul

18 : 00 Sampai 19 :00

PENDAHULUAN

 1. Pengkondisian

a. Pembawa Acara Saya Siti Rosanti Mengucapkan salam dan mengucapkan rasa syukur Kehadirat ilahirobi dan menjelaskan tentang apa sih Manajemen Pelatihan Dakwah itu bahwasanya di Rinci dari Rangkaian Selaku Dosen saya Bapak Aep Kusnawan ,S.Ag,M.Ag bahwasanyah

b. Dalam kata pengantar Setiap Orang dalam hidupnya pernah berlatih.Bayi Bayi berlatigh berjalan,anak- nak berlatih naik sepeda,remaja berlatih naik motor,dewasa berlatih mengendarai mobil,para sufi berlatih.

Kita juga berlatih sebagai mahasiswa atau mahasiswa untuk berlatih cara berpidato

c. Apresepsi :

Ketua penyelenggara

Untuk Murid Murid untuk menuliskan hasil dari ceramah- ceramah

Ustadz yang saya undang agar mereka jadi keliatan ada yg memperhatikan atau tidaknya

d. Motivasi

Ketua penyelenggara memberikan Semangat kepada murid murid tersebut

e. Informasi

Agar menyampaikan dan tujuan atau tema yang akan di pelajari agar murid murid bisa memperhatikan dengan baik dan benar dan cara menyampaikan pemateri Tersebut agar lebih bisa memehami bahwasanya orang yang menjadi mubaligh harus memiliki Kriteria tersendiri

 KEGIATAN INTI

PELAKSANAAN KEGIATAN

HASIL DAN PEMBAHASAN

 1. Ketua Penyelenggara Meminta Pemateri Untuk menjelaskan Tentang Ceramah Ceramah yang berkajian Islami dengan meneladani ISLAM bahwasanyah islam sangat luas untuk di kaji

- Ceramah tersebut berkaitan dengan Tntang islam Bahwasanya Islam adalah

- Ku agung agungna agama islam

- Yang berisi oleh Guru saya sendiri yaitu

- Ustadz Maulana

- Pemateri Kedua yaitu Tema berkaitan Amal Shaleh

Yaitu Teman saya Yang bernama Ustadz Muhamad mamat Syihab dia Kuliah di

Di berPurwakarta jurusan PAI.

Kegiatan Bertepatan Hari Rabu melaksanakan Kegiatan Selama Satu Hari

Dengan adanya Kegiatan ini Dari Persiapan Pukul 17: 00 Sampai Pukul 20: 00 karena waktu tidak terlalu lama karena murid murid di pengajian masih anak kecil dan masih usia kelas 6 man dan kelas 5 SD atau Mia tau ada juga yang TK.

Kegiatan ini berjalan selama Satu Hari Alhamdulilah dengan baik dan benar saya bersama Guru saya di temani

Pelaksanaan ini pertama saya memberi pengarahan Terhadap Anak Tersebut agar bisa mengeerti dan memahami nyah.

Alokasi Waktu

Tempat di Kamp.Cijalu RT.02 RW 09. Desa Cipancar Kabupaten Subang

Dari mempersiapkan pukul 17:00 sampai pukul 20 : 00

Hasil dari pembahsan Tersebut Bahwasanya adalah Oleh Guru saya disini di kampung jadi di kampung mah gini cara belajarnyah dengan Metode Belajar Huruf Hijaiyah dan tata cara membaca Al-Quran Sehingga guru saya pun Kesulitan gimna sih tata cara menjadi Mubalighoh itu khususnya untuk ada di kota kota.Ujar kata Guru saya

Tetapi tata cara membaca al-Quran pun Karena Guru saya adalah tamatan Smp.Akan tetapi mereka menjadi Guru ngaji tapi oleh pemerintah di gajih 600.Ratus Sebulan.

Masalah indetefekasi Juga bisa di selesaikan bagaimna Cara menjadi Dai agar tidak ada kekeliruan dalam berceramah saat menyampaikan pesan atau hal lainya.

2. Bagamna sih masalah tersebut bisa di selesaikan

Solusi Tersebut agar mereka bisa memahami cara berceramah dan mempunyai keraguan-keraguan dalam berceramah aku tes mereka bahwasanyah dalam berucap juga masih tidak mempunyai Kekuatan mental tapi kekuatan mental itu di latih dari kecil seperti yang bapak dosen saya Tuliskn bahwasanyah tidak akan mudah sendiri akan tetapi pasti butuh berperoses.

3. Menggambarkan dari indicator kegiatan Tersebut

Saya selaku Yang melatih Dai Tersebut.Bahwasanya adalah ingin mencapai ke puncak yang lebih tinggi itu adalah butuh proses misalkan kita ingin mempunyai sesuatu harus lebih dari sekarang yaitu planning.dari sekarang dari mulainya.

5.dari hasil Rekomendasi Pengabdian Tersebut bisa di katakana dengan bhwasanyah saya memilih untuk di pengajian karena muridnyah sangat banyak.Terutama fasilitas nyah juga terjangkau dan saya sebetulnya mau ngambil pengambdian di sekolah akan tetapi saya gak terlalu dekat dengan guru-guru saya terhubung saya akan mengambil pengabdian di ponpes al-ihsan akan tetapi masih Covid 19 jadi sekarang daerah nyah masih covid 19.Tapi Al-hamdulilah dengan baik dan benar Hasil dari kegiatan Trsebut maksimal.Tanpa ada paksaan dan dorongan akan tetapi itu muncul dari keyakinan hati sendiri saya pribadi.

Terimaksih Dosenkuuu.

Tercintah.

Dosen.

Aep Kusnawan,S,Ag,M.Ag

 Ustadz Maulana

Mengisi waktu

Dari pukul 19: 00 sampai Pukul 20.00


Ustadz Muhamad mamat Syihab

Mengisi waktu

Sesudah Ustadz Maulana Mengisi Pukul

20.00 sampai pukul 21.00


Singkatan dan akronim

Model Pembelajaran Anak SD /MI Dan Tk

Kenapa saya mengambil ini karena Saya suka dengan anak-anak mengajar.

Terimaksih Kepada Guru saya sudah membantu dalam melakukan penelitian Dakwah ini

Terutama kepada Pemateri yang sanggup Untuk Menjalankan nyah dengan Sungguh-Sungguh.

Kesimpulan

Bahwasanyah Kita adalah Seorang manusia dan harus menjadi bagian dari masyrakat itu terutama dalam menjadi seorang yang bermanfaat bagi nusa dan Negara intinya kita harus bisa berinteraksi dengan Masyarakat Terlebih dari itu Kita Harus Mampu menjalankan Tugas karena kita Sebagai manusia hanya bisa di dunia dengan Amal di dunia dan akhirat akan di pertanggung jawabkan.


                     DAFTAR PUSTAKA  

A.S Enjang,2 september 2014.Filsafat Dakwah (Sebuah Upaya Keluar dari kemelut Mempermasalahkan Dakwah),Makalah di sampaikan pada :Majelis Reboan “ Bandung

Q-Anees,Bambang.”Daya Tawar Tradisi Lengkap Terhadap Pengaruh Luar “dalam www.gerbang.jabar.go.id

Qomaruzzaman.2 januari 2003.islam Sunda,islam Tradisi atau Islamisasi Tradisi ?.Pikiran Rakyat

Sambas ,Sukardi 1995.Kontruksi Keilmuan Dakwah Prespektif Filsafat ilmu :





Our Blog

99 Rating
Tulisan yang populer
9850 like
Banyak orang yang menyukai dalam sebulan ini
459 Followers
Pengikut terakhir dalam sebulan kebelakang

Our Team

Tim Malkovic
CEO
David Bell
Creative Designer
Eve Stinger
Sales Manager
Will Peters
Developer

Contact

Hubungi saya

Silahkan hubungi saya bila ada keperluan. Insyaalah saya akan balas bila sedang tidak sibuk :).

Address:

Masjid As-Sakinah, Jl. Padasuka, Gg. Babakan Cihapit IV, Kota Bandung

Work Time:

Monday - Friday from 9am to 5pm

Phone:

0812 2337 7612

Cari Jurnal harian disini

Diberdayakan oleh Blogger.

Blogroll

Blogger templates

About