28 Mei 2020
Manusia adalah makhluk sosial, dimana dia tidak bisa hidup sendiri. Didalam fase kehidupan seseorang tentunya kita mempunyai teman yang silih berganti, mulai dari masa kecil, kanak kanak, remaja, dewasa hingga sudah berumah tangga.
Namun diantara banyaknya teman, tak jarang kita mempunyai beberapa teman akrab yang bisa diajak berbagi, bercerita canda maupun tawa mungkin itulah yang kita sebut dengan istilah sahabat.
Banyak definisi yang bisa kita gambarkan mengenai apa itu sahabat, mungkin dia itu teman akrab, teman dekat, teman yang mau mendengarkan cerita kita, teman satu tujuan. Namun yang pasti sahabat itu adalah teman yang membuat kita nyaman, ada jika diperlukan dan tidak menjelekkan ketika dibelakang.
Peribahasa mengatakan 1 musuh terlalu banyak 1000 teman terlalu sedikit, namun tidak banyak teman yang bisa kita jadikan sahabat, apalagi sahabat yang mengajak, mendorong dan mengingatkan kita pada kebaikan dan keta'atan kepada Allah swt.
Imam syafi'i berkata, jika ada teman yang mengajakmu pada keta'atan maka genggam eratlah dia, karena mencarinya amatlah susah namun melepasnya begitu mudah,
Begitulah definisi sahabat menurut penulis, dia yang selalu mengajak pada keta'atan dan tidak menjelekkan ketika dibelakang.
23 Mei 2020
Berjalan Sendiri atau Bersama
Jika kau ingin berjalan cepat, berjalanlah sendirian. Jika kau ingin berjalan jauh, maka berjalanlah bersama-sama.
Dalam konteks kesosialannya, kita senantiasa butuh bantuan orang lain. Kita perlu berada dalam lingkar kelompok dan kerjasama.
Namun terkadang, ambisi membuat kita selalu ingin berada di garis yang paling depan. Kita merasa mampu menjadi yang lebih maju, meski sendirian.
Tapi setelahnya, bisa jadi kita kelelahan, kehabisan energi dan memutuskan untuk berhenti.
Kita lupa, bahwa ada dalam hal-hal besar yang tak bisa kita kerjakan sendirian.
Kita butuh masuk dalam barisan, sehingga saling mengkokohkan.
Butuh kawan yang saling menguatkan.
Meratapi yang tak menjadi milik kita, hanya akan mengikis habis energi. Melemah dan mengurangi rasa.
Tak akan lepas apa yang telah ditakdirkan untuk kita.
Tugas kita hanya berusaha, mencarinya nya, menyambutnya, berdoa pada-Nya. Dan Tuhan yang akan mengantarkan pada hamba-nya, dengan jalan yang tak terduga duga.
22 Mei 2020
Memutuskan Rantai Kebencian
Zaman sudah maju, teknologi makin canggih, ada internet, ada media sosial, yang seharusnya makin bisa menghubungkan banyak orang, menebar kebaikan dan memperkuat mempererat tali silaturahmi. Tetapi kenapa hubungan kita antar sesama manusia jadi bertambah renggang ya?
Teknologi informasi, di satu sisi mendekatkan yang jauh, tapi di sisi yang lain juga menjauhkan yang dekat. Kita bisa bertemu dengan teman atau saudara yang jauh tempatnya dengan menggunakan teknologi, misalkan fasilitas teleconference, video call, atau aplikasi chatting. Tapi sebaliknya, karena keasikan menggunakan teknologi, malah kita lupa mengapa keluarga kita, sahabat-sahabat kita, teman kita bekerja, orang di sekeliling kita.
Teknologi juga bisa menimbulkan prasangka dan memperuncing kebencian. Kondisi ini kemudian di perparah dengan adanya aplikasi chatting dan sosial media yang menyebabkan kalimat demi kalimat mengalir tanpa adanya crosscheck dari kedua sisi. Perbedaan yang ada, yang sebenarnya lumrah, dibumbui dan ditambahi dengan bumbu-bumbu yang yang menyulut pertentangan dan konflik. Dan mungkin sebagian dari kita menikmati hal itu. Mungkin kita merasa puas dan bangga jika kita bisa membantu lawan bicara atau chatting kita dengan argumen argumen yang tak terbantahkan. Atau sebaliknya, merasa kesal dan dongkol jika lawan bicara kita mengeluarkan argumennya sehingga kita perlu untuk membalasnya.
Begitulah seterusnya, berbantah-bantahan satu sama lain dan menikmati peperangan di dunia maya, karena kita tidak melihat lawan bicara kita secara langsung. Belum tentu hal yang sama bisa terjadi dalam dunia nyata. Barangkali di dunia nyata keduanya hanya saling diam atau saling sapa. Berbicara yang baik-baik saja, menenggang rasa, bahkan sama sekali tidak membahas topik yang diperbincangkan di dunia maya.
Ini sebenarnya fenomena apa? Mengapa orang menjadi pribadi yang berbeda di dunia maya? Mengapa orang menjadi gampang tersulut karena perbedaan? Mengapa kebencian menjadi merajalela, dan orang menjadi mudah untuk menghasut, mencaci maki, mengeluarkan makian dan kata-kata kotor, sesuatu yang mungkin malah tidak mungkin keluar dari mulut seseorang yang alim dan berpendidikan di dunia nyata.
Kita tidak perlu meneruskan hal ini. Ingatlah bahwa setiap kata dan ucapan yang keluar dari mulut kita, setiap ketikan yang keluar dari tulisan tangan tangan dan jari-jari kita akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Kita adalah kita, baik di dunia maya maupun dunia nyata.
Jika ada seorang yang memancing keributan atau kebencian, cukup nasehati, sekali dua kali, sesudah itu tinggalkan saja. Jangan turut serta dalam memancing kebencian. Jangan ladeni para pembenci. Ucapkan atau tuliskan kata-kata yang baik.kita buat jagat medsos kita menjadi lingkungan yang lebih baik dengan tulisan-tulisan kita, dengan share pengetahuan dan informasi yang positif dan bermanfaat, prestasi anak bangsa yang membanggakan dan inspiratif. Kita bisa menghentikan rantai kebencian dan menggantinya dengan penyebaran cinta kasih antara sesama kita, yang membuat Indonesia menjadi lebih baik lagi, menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi kita untuk berkembang dan berkarya.
21 Mei 2020
Berjuang Untuk Menggapai Kesempurnaan
Siang adalah kesempatan berjuang untuk hal-hal yang perlu kita sempurnakan
Jika pagi adalah waktu untuk menata langkah, maka siang hari adalah kesempatan untuk memperjuangkan semua yang dibutuhkan untuk disempurnakan.
Pagi kita mungkin belum sempurna, namun siang hari nanti kita untuk memperbaiki nya.
Sungguh, janganlah berputus harapan, saat pagimu tak berjalan semulus yang kau inginkan.
Cobalah lagi
Usahakan lagi
Perjuangkan lagi.
19 Mei 2020
Tumbuh itu Proses, Bukan Siapa Yang Duluan Mengakses
Tumbuh itu berbicara tentang sebuah proses, bukan perihal tentang siapa yang lebih dulu belajar atau mendalami, karena buah saja tak langsung menjadi manis dalam hitungan semalam.
Kita dan mereka, boleh jadi belajar bersama-sama. Dengan memulai semuanya itu dari ketiadaan ilmu, tanpa keahlian, hingga kita dan mereka bisa mendapatkan ilmu dan keahlian dari waktu yang tidak ditentukan.
Namun kita dan mereka tak selamanya sama dalam melangkah baik dalam mencari ilmu atau mencari bakat dalam keahlian.
Kita mungkin saja masih merangkak dengan lambat, sementara mereka berlari dengan kencang.
Kita mungkin saja masih berjalan di atas bumi, sedangkan mereka yang cepat belajarnya sudah sampai mengunjungi ketinggian luar angkasa.
Tetapi ingat, jangan sampai perbedaan itu membuat kita kecewa dan putus asa akan kesuksesan.
Karena pada hakikatnya, tumbuh itu adalah sebuah perkara proses yang panjang yang tak mungkin seragam.
Bukankah tak ada buah langsung manis dalam semalam?
Bukankah tak ada pohon yang langsung tumbuh hanya dalam hitungan jam?
Kesuksesan bukanlah diukur dari siapa yang berjalan lebih cepat atau siapa yang lebih dahulu tiba di tujuan, akan tetapi pada hakikatnya, seberapa kuatkah kita bertahan dan menjalani hidup yang menjadi pilihan kita.
One piece pernah berkata: "Hidup itu adalah sebuah pilihan bila engkau tidak memilih maka sesungguhnya itulah pilihanmu"
Dan tentu saja, kita jangan pernah lupa bahwa setiap perjalanan yang kita tempuh dan pilihan yang kita pilih pasti ada campur tangan Tuhan disana.
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا
"Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah akan memberikan petunjuk kepadanya jalan keluar" [QS. Ath-Thalaq : 2]
-Fairus Utami-
-Fairus Utami-
18 Mei 2020
Arti Sebuah Perjalanan
Di jalan yang terjal lagi berliku, air mata hanya akan mengaburkan langkahmu.
Setiap perjalanan yang tidak selalu lurus, begitulah, tak semua apa yang kita inginkan dapat kita raih dengan mulus. Kerap kali, itu berupa proses yang panjang untuk menguji kesabaran kita apakah kita sudah sanggup dan kuat dalam menjalaninya.
Namun, sebagian orang mampu melewatinya meskipun ia harus kelelahan.
Sebagiannya lagi dari mereka ada yang terluka bahkan sampai berdarah-darah.
Sebagian yang lain, mereka hanya memilih untuk menyerah saja dengan bibir yang berkeluh kesah.
Mungkin, sebagian orang percaya bahwa kesedihan akan terlampiaskan lewat air mata yang mengalir.
Namun ingat, sungguh semua itu tak akan selesai hanya dengan air mata yang berderai dimata.
Tangisan yang membasahi sebuah perjalanan, hanya akan menggoyahkan langkah mereka yang bersedih, bahkan sampai melemahkan semangat. Membangkitkan rasa putus asa juga amarah.
Air mata yang jatuh berlinang hanya akan mengaburkan pandangan dan akan membuat kita berhenti.
Hapus air matamu, teguhkan kembali niatmu. Tegakkan pundakmu. Tatap masa depanmu. Kesuksesan sudah terlihat di pengujung jalan.
Percayalah. Bahwa tak ada yang perbuatan yang sia-sia selama kita tetap berjuang keras dan mengiringinya dengan doa kepada sang Maha Pencipta.
"Janganlah kau berduka cita, sesungguhnya Allah selalu bersama kita" (QS. at-Taubah:40)
Allah tidak akan membiarkan hambanya sendirian. Dia akan selalu mengawasi dan membersamai setiap langkah kita. Selama kita selalu berusaha dan selalu berusaha.
-Fairus Utami-
Filosofi Kenangan
Selesaikan dulu hubungan urusanmu dengan dengan orang baru, namun hatimu masih tertinggal di tempat yang dulu.
Menurut pepatah lama, jika ada seseorang yang membawa perubahan besar pada dirimu orang itu mungkin saja memiliki tali jiwa (Artinya jodoh atau belahan jiwa). Artinya jodoh atau belahan jiwa terhadap kita.
Namun sepertinya, ungkapan itu tak pernah benar-benar terjadi, seperti dia yang membawaku mengenal berbagai macam ide, minuman yang di gemari, di jepang selain sake dan kopi.
Memang benar adanya jika kenangan mampu menyapa kita di mana dan kapan saja. Seperti ketika kita tanpa sengaja berada di suatu tempat atau menemukan hal kecil yang sepele, itu bisa membawa kita untuk mengingat dan bernostaliga dengan masa lalu.
Seperti meminum teh kali ini, seperti meminum teh kali ini banyak buku, di tengah ruang pengap yang mulai menghangat bersama kobaran api di perapian wajahmu yang tadinya nampak menghias permukaannya kini berubah, tampan juga bayangku yang duduk mesrah di sampingmu, membawaku masuk pada percakapan manis kita tentang banyak hal.
Tentang buku yang aku suka hingga berbagai macam the yang ingin ku coba, seolah segala manusia yang berada dalam perpustakaan hanya menjadi mannequin, tak bergerak, tak bernafas, seolah seluruh ruangan hanya berisikan gelombang udara yang bercampur dengan nafas kita saling berhembus dan merasuk kita, pada tubuh kita, bertukar tempat dan berirama sesuai dengan percakapan manis yang kita lakukan di temani secangkir kopi dan teh lemon kesukaanmu tak ada yang benar benar bisa aku lakukan untuk melupakan semua tentangmu, tentang kita yang kini telah berlalu karena sejatinya tak ada yang benar benar melupa, mampu hanya menyibukan diri agar ingatan mereka penuh hingga tak ada celah sekalipun untuk sekadar mengingat apapun perihal masa lalu.
Namun namanya cinta sejati itu sebenarnya soal rasa, keyakinan, perhatian serta kepercayaan. Meski kita dijauhkan takdir Tuhan tak ada yang pernah tahu.
Karena tiap-tiap detik yang berlalu hanya akan menjadi sebuah kenangan, entah untuk diingat atau terlupakan begiu saja.
Sebelum waktu mengajarkanmu arti kehilangan, jangan pernah sekalipun kita meremehkkan kebersamaan. Karena sesungghnyah kepergian tak pernah menyesakan apa apa selain berlalu menjadi sebuah kenangan belaka dan ketika hal itu terjadi, kamu hanya bisa menyalahkan keadaan. Hingga akhirnya berakir dengan sebuah kerelaan yang bermuara pada hati dan terpatri dalam pikiran.
Selamat membaca, jangan baper karena aku sayang kalian love you….
-Siti Rosanti Mahasiswi UIN Bandung
17 Mei 2020
Sibuk menilai orang lain, langkah sendiri terlalaikan
"Terlalu sibuk menilai jalan orang lain akan melalaikanmu terhadap langkah sendiri."
Adakala tidak terlalu peduli dengan perjalanan hidup orang lain. Ada yang berlandasan empati, tetapi terkadang tak lebih dari sekedar ingin merecoki.
Baca juga: Nothing Menjadi Something
Memang tak ada salahnya, jika niat kita adalah untuk mencari setitik inspirasi.
Namun tetap saja, bukan hak kita untuk tahu terlalu banyak, hingga terkesan mencampuri.
Karena, peduli yang berlebih bisa menjerumuskan ke justifikasi.
Padahal, bukankah memperhatikan langkah sendiri itu jauh lebih penting?
Fokus.
16 Mei 2020
Episode Kehilangan

Kehilangan sesuatu merupakan ujian yang tergolong sangat berat, banyak memori yang terbangun dan bayang-bayang yang membuat luka semakin perih.
Perihnya menusuk-nusuk hati dan pikiran kita. Tak mudah menerima kenyataan perginya sesuatu atau seseorang yang telah kita jaga.
Sayangnya, episode kehilangan ini akan menimpa setiap orang. Mau tidak mau, setiap orang akan merasakan pahit dan menderitanya kehilangan sesuatu dan seseorang yang dicintainya.
Tapi ketahuilah, bahwasanya saat seorang hamba menerima setiap takdir yang menimpanya meski kehilangan segalanya, meski harus tertatih tatih menerima semua itu, akan menumbuhkan semangat baru dalam hidupnya.
Baca juga: Ujian sebagai perbaikan kepribadian
Baca juga: Ujian sebagai perbaikan kepribadian
Terima saja, resapi saja perihnya kehilangan itu, menangis saja kepada Allah Rab semesta Alam agar bebanmu tidak semakin menumpuk, peluk rasa sakit mu itu dengan tangisan dan mohonkan ampunmu pada Allah.
Sekarang waktunya bangkit, dekatkan dirimu pada RabMu agar semangat dalam berbuat kebaikan terbakar kembali, percayalah setiap masalah pasti ada solusinya, hadapi, nikmati dan resapi yang terpenting jaga hubunganmu dengan Allah
- H. Abdurrahim -
Memaknai Ujian
Tiap orang pasti pernah merasakan bahwa dirinya sedang diuji, bahkan ujian pertama yang dialami setiap manusia dan sudah menjadi ketentuan yang tak bisa dihindari yaitu dilahirkan
Ya, kita tidak bisa memilih ingin mempunyai ayah dan ibu seperti apa, dalam kondisi bagaimana, diperlakukan baik atau buruk kah, dibimbing oleh agama atau kah tidak, ia tumbuh dan berkembang dengan berbagai luka di hati, bahkan mungkin harus merasakan pahit dan penderitaan di masa kecilnya.
Baca juga: Ngaji diri, falsafah hidup
Baca juga: Ngaji diri, falsafah hidup
Kedua kondisi tersebut sama saja ujian yang sudah digariskan, cerita pertama dimulai dan tidak ada seorang pun yang bisa menolak ujian pertama ini.
Menginjak usia dewasa level ujian semakin meningkat, dimana kehilangan, kesendirian, dihantui oleh bayang bayang masalalu, rasa bimbang berdatangan. Hadapi saja setiap ritme ujian yang sudah Allah tetapkan.
Yang harus kita lakukan adalah menghadapinya, jangan lari dan bertawakal memasrahkan semua yang terjadi hanya kepada Allah, bukan malah ujub dan berbangga pada diri sendiri bahkan melakukan kedzaliman dan maksiat. Jika masih belum sadar maka akan ada ritme remedial, ujian demi ujian, musibah demi musibah akan membayang bayangi dirinya
Baca juga: Ujian sebagai perbaikan kepribadian
Baca juga: Ujian sebagai perbaikan kepribadian
Karena percayalah kawan, itulah cara Allah agar hambaNya selalu mendekatkan diri padaNya berbuah ketenangan didalam hati ketentraman dalam jiwa, semua itu tergantung bagaimana kita menghadapi semua ujian.
Ada hal yang mesti sangat diwaspadai tentang ritme ujian, apa itu? Penentu sukses gagalnya menghadapi seluruh ujian itu ada di akhir hayat kita.
Ini yang mesti dikawal habis habisan, betapa banyak orang yang giat beribadah, beramal shaleh, namun diakhir hayatnya dia terperdaya oleh hawa nafsunya atau tak sabar mejalani kepedihan hingga memutuskan bunuh diri, naudzubillah.. Bayangkan saja ketika kita sedang melakukan kemaksiatan ketika itu juga Allah mencabut nyawa kita. itulah hal yang harus difikirkan ketika kita akan melakukan suatu kemaksiatan.
Baca juga: Menyikapi Kesulitan
Baca juga: Menyikapi Kesulitan
Sobat, selalu lakukan kebaikan, munculkan potensi terbaik dalam dirimu dan sebisa mungkin hindari keburukan yang akan menjerumuskan tiap waktu yang telah Allah beri, karena kita tidak tau kapan kita akan menghadap dan mempertanggung jawabkan apa yang sudah kita lakukan
- H. Abdurrahim -
15 Mei 2020
Mengambil Inspirasi dari Sosok Sayyidina Zainal Abidin
Patut kita contohi sosok dari Sayyidina Zainal Abidin ra yang begitu sangat menginspirasi. Jarang sekali kita menemukan sosok seorang ulama yang begitu tinggi adab terhadap orang tuanya.
Ini adalah salah satu materi kajian di Ponpes Al faqih 2 Bandung oleh ustadz Syihabudin, semoga Allah selalu memberikan Istiqomah kepadanya.
Ayo baca: Sudah belajar, Gampang lupa
Ayo baca: Sudah belajar, Gampang lupa
Dalam suatu kajiannya, beliau pernah mengatakan atau menceritakan tentang sosok sayyidina Zainal Abidin sebagai bahan inspirasi kepada kita semua.
- كَانَ سَيِّدُنَا عَلِيٌّ زَيْنُ الْعَابِدِيْنَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، كَثِيْرَ الْبِرِّ بِأُمِّهِ حَتَّي قَالَ لَهُ بَعْضُ أَصْحَابِهِ : أَنْتَ اَبَرُّ النَّاسِ بِأُمِّكَ، وِلمَاذَا مَانَرَاكَ تَأْكُلُ مَعَهَا؟
Sayyidina Zainal 'abidin ra sangat berbakti pada ibunya, sampai sebagian sahabat-sahabatnya ada yang berkata kepadanya :
"engkau adalah manusia yang paling berbakti pada ibumu maka mengapa kami tak melihatmu makan bersamanya?"
فَقَالَ : نَعَمْ: لِأَنِّي اَخَافُ أَنْ تَسْبِقَ يَدِي إِلَي طَعَامٍ، قَدْ سَبَقَ إِلَيْهِ عَيْنَاهَا، وَ عَزَمَتْ عَلَي تَنَاوُلِهِ، فَأَكُوْنَ قَدْ
عَقَقْتُهَا.
Kemudian Ia berkata : ya, karena sesungguhnya Aku takut tangan saya lebih dahulu mengambil makanan yang mata ibu sudah lebih dahulu melihat makanan itu, dan ia ingin mengambilnya, maka aku menjadi orang yang durhaka padanya.
Ayo baca: Ujian sebagai perbaikan kepribadian
Ayo baca: Ujian sebagai perbaikan kepribadian
Kesimpulannya bahwa adab terhadap orang tua haruslah dijunjung tinggi. Tidak boleh disepelekan begitu saja. Karena sesungguhnya ketika orang tua marah, kesal. Niscaya Allah akan marah dan itu akan mendatangkan azab dari-Nya.
Editor : Fairus Utami, Prodi PMI. Fidkom. UIN Bandung. Ponpes As-Sakinah Padasuka.
#Materi ke-48 Ngaji "Berdawai Rindu" Al Faqih Dua.
Berkata yang baik atau diamlah
Bercanda merupakan salah satu tanda kedekatan, namun terkadang kita lupa akan candaan yang berlebihan.. Tanpa sadar kita malah mempermalukan atau bahkan menjatuhkan seseorang.
Ayo baca: Menyikapi Kesulitan
Berkata baik atau diamlah, Kalimat sederhana, namun sangat bermakna. Bagaimana tidak? Sudah seharusnya lisan yang Allah ciptakan ini kita jaga, bukan untuk menghina, mencela apalagi bercanda pada hal yang tidak ada manfaatnya.
الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ
“Seorang muslim adalah seseorang yang orang muslim lainnya selamat dari ganguan lisan dan tangannya”. (HR. Bukhari)
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُت
“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.”. (Muttafaq ‘alaih)
Ayo baca: Sendiri dalam Keta'atan
Bercanda sah sah saja selama tidak melampaui batas batasnya.
Penulis: H.Abdurrahim-
Editor : Fairus Utami
Filosofi Air, Inspirasi Pagi
Mari belajar dari air, berikut ini beberapa hikmah yang bisa kita ambil dari air. Yaitu:
1. Mengajarkan kerendahan hati.
Air selalu mengalir ke tempat yang lebih rendah. itu mengajari kita untuk rendah hati.
2. Mengajarkan kebaikan air berguna bagi kehidupan semua mahluk.
Manusia membutuhkan air untuk minum, untuk memasak, untuk wudhu dan lainnya, pun dengan tumbuhan dan hewan, mereka membutuhkan air untuk kelangsungan hidupnya.
3. Mengajarkan kegigihan tetesan air bisa melubangi kerasnya batu karang.
Itu mengajari kita agar tidak mudah menyerah, dan selalu gigih dalam menggapai sesuatu yang kita inginkan juga mengajari bahwa dengan apapun mungkin, asal kita istiqomah.
4. Mengajarkan fleksibilitas air tidak kaku dan mudah beradaptasi di manapun
Lihatlah air jika di masukan ke dalam wadah beraneka bentuk ia selalu mengikuti bentuk, ia selalu mengikuti bentuk yang di diaminya, pun kita dalam kehidupan ini, harus pandai beradaptasi di berbagai lingkungan, agar pesan kebaikan yang kita bawa bisa di terima lebih luas.
5. Mengajarkan keseimbangan bersifat lembut tetapi bias menjadi kuat bila di butuhkan
Hidup Seperti Air Mengalir, beriak dan bergelombang dengan tenang menjadi sumber kehidupan dari segala yang hidup. Namun harus berhati hati dengan air, karena jika air di bendung ia dapat meratakan segala yang di lewatinya.
Ayo baca: Filosofi daun membuat kita tambah bersyukur
Ayo baca: Filosofi daun membuat kita tambah bersyukur
Hiduplah seperti air yang membentuk seperti wadah air itu sendiri.
Air itu fleksibel di segala medan lokasinya, ia tidak pernah takut akan keadaan apapun, dinamis air itu kuat sekeras kerasnya batu dapat rusak oleh tetesan air, di ubah dalam bentuk apapun air tidak akan hilang.
Sebagai contoh di panaskan, di rebus air akan berubah bentuk menjadi uap namun zatnya tidak hilang sebagai air. Di dinginkan juga air tidak akan hilang hanya berubah bentuk menjadi padat namun zatnya tidak hilang .
- Tuhan menciptakan air supaya manusia dapat mengambil pelajaran darinya, sifat air yang selalu mengalir ke tempat yang lebih rendah. Analogi dengan sikap rendah hati pada manusia.
- Air pasti berguna bagi seluruh makhluk hidup yang ada di bawahnya, ibarat pemimpin, air adalah pemimpin yang melayani. Jika ia berada pada posisi teratas, maka ia akan menjadi pelayan bagi orang orang yang membutuhkan di bawahnya. Air identik dengan pemimpin yang melayani maksud pemimpin yang melayani adalah sumber kesejahteraan bagi masyarakat yang ia pimpin.
- Air selalu mengisi ruang-ruang yang kosong. Manusia yang baik adalah manusia yang berusaha memperbaiki dan mengosongkan hati dengan meniru sifat air, seharusnya kita bias menjadi penolong bagi manusia lainya, yang sedang kesusahan atau sedang mengalami masalah. Jika sifat air kedua ini benar benar kita teladani, kita akan selalu mempunyai waktu untuk melengkapi kehidupan manusia dan akan bermanfaat bagi manusia kita lainya. Artinya menjadi manusia yang suka menolong dan suka berbagi karena sesungguhnya batin kita terisi setelah memenuhi kekurangan dari saudara kita.
- Air selalu mengalir ke arah muara. Tak peduli seberapa jauh itu jaraknya dari muara, air pasti akan menuju dan tiba di sana. Jika kita melihat air mengalir, kita seharusnya memiliki visi kehidupan hal utama yang patut di teladani dari pelajaran air menuju muara adalah sikapnya yang konsisten.
Bayangkan, ada berapa banyak hambatan dilalui oleh air gunung untuk mencapai sebuah muara? Mungkin ia akan singgah di sungai tertahan karena batin, kemudian bisa saja masuk ke selokan. Tapi pada akhirnya ia tetap akan mengalir dan tiba di suatu muaranya, waktu tempuh air untuk sampai ke muara sangat bervariasi, ada yang hanya beberapa hari dan ada juga yang sampai beberapa minggu.
Ayo baca: Masalah membangun karakter pribadi
Ayo baca: Masalah membangun karakter pribadi
Patut di ingat bahwa, hal yang paling penting bukanlah waktu tempuh yang dilalui tapi seberapa besar keyakinan untuk menuju muara atau visi atau impian yang akan kita gapai.
Berusahalah dan yakinlah bawasanya, anda dapat menggapai suatu impian itu karena jika engkau ragu akan suatu visi atau tujuan itu sudah dapat di pastikan akan banyaknya kegagalan yang akan engkau alami.
________________________________________
Itu yang dapat kami sampaikan kepada para pembaca semoga bermanfaat dan menambah wawasan untuk anda semua.
Penulis : Siti Rosanti, Prodi MD. Fidkom. UIN Bandung.
Editor : Fairus Utami, Prodi PMI. Fidkom. UIN Bandung.
14 Mei 2020
Filosofi Daun Hijau yang Membuat Kita Semakin Bersyukur
Filosofi daun hijau
memiliki begitu banyak pelajaran yang biasa kita petik, tentu hina untuk mereka
yang mau memetik nya. Belajar memang tidak harus selalu mempelajari teori-teori, dan dengan teori justru tidak melihat hal sekitar. Kita biasa mendapat begitu
banyak makna dalam kehidupan. Salah satunya ialah dengan mempelajari
bagaimana daun hijau. Ia biasa memberi arti penting dalam hidup ini. Daun memiliki
beragam bentuk, yang melambangkan ketenangan.
Daun menjadi
sentral pernapasan bagi tumbuhan serta membantu proses pembuatan makanan untuk disalurkan ke seluruh tubuh tumbuhan. Daun memiliki corak hijau yang
menyejukkan mata, bila dipandang daun pun
bermanfaat bagi manusia, memberikan
oksigen untuk setiap kebutuhan pernapasan yang tak ternilai harganya.
Ayo baca: Cara Menyikapi Kesulitan
Ayo baca: Cara Menyikapi Kesulitan
Mempelajari filosofi daun hijau tentu bukanlah hal yang remeh dan justru
memberikan efek luar biasa bagi yang mempelajarinya. Belajar tentang kehidupan
dari sudut pandang sebuah daun, awal terlihat lucu namun ternyata memberi banyak petuah baru. Lalu bagaimana hal-hal yang biasa kita pelajari dari daun hijau? Mari kita simak penjelasannya berikut ini:
1. Kemandirian merupakan filosofi daun hijau
1. Kemandirian merupakan filosofi daun hijau
Daun sejatinya memproduksi
makanannya sendiri melalui proses fotosintesis dengan bantuan sinar
matahari. Sejatinya, daun tidak menggantungkan tanggung jawab pada orang
lain. Sebab, ia masih bisa mengerjakannya sendiri. Menyesuaikan diri dengan
keadaan sekitar juga menjadi cermin betapa daun itu cerdas. Hidup di suasana
gerang, lembab, tropis, dan dingin sekalipun, ia tetap pandai beradaptasi. Hijau
patut di beri apresiasi setelah tunas tumbuh, ia langsung berfhotosintesis tanpa
menunggu dewasa sekalipun
Ayo Baca: Putri Malu, Sebuah Daun Hijau
Ayo Baca: Putri Malu, Sebuah Daun Hijau
2. Daun itu mengerti balas budi dan tidak egois
Daun menyadari bahwa rimbun nya di
karena kan ada dukungan dari akar, batang, buah, bunga, dan juga tanah, karena
itulah, daun yang rimbun juga akan menjalar ke akar yang kuat dan batang yang kokoh. Daun pun tidak egois seperti kita. Kebanyakan daun mengerti bahwa setiap hal yang kita dapat bukan
sepenuhnya kita ambil sendiri. Tidak boleh mementingkan diri sendiri. Karena itu, daun mendapat hasil makanan
dari fotosintesis untuk kemudian dibagikan ke seluruh bagian tanaman tanpa
terkecuali.
3. Daun itu indah sekaligus pemurah
Daun memiliki berbagai corak warna
dan bentuk yang indah membuat setiap pepohonan seolah-olah hidup dan menyapa kita tiap kali di jalan. sejuk berkat daun menentramkan dan mengayomi setiap makhluk yang ada di dekatnya. daun pun juga pemurah, ia tidak hanya bermanfaat bagi tumbuhnya sendiri, tetapi bagi kita
manusia dan binatang di sekitarnya. Daun membagikan oksigen secara cuma-cuma tanpa harus berkeluh kesah Karena hak
yang di ambil darinya.
4. Kontribusi yang seimbang menjadi filosofi daun hijau yang hakiki
Tidak kekurangan dan tidak berlebihan dan tidak kelebihan berproduksi sehingga ia tidak layu, daun
tidak kekurangan zat sehingga ia tidak pucat. Daun terus berkontribusi seiring manfaat yang ia bagi. Daun terus membagi oksigen ke binatang dan
manusia tanpa henti kalaupun ia mati, daun meninggalkan prestasi yakni daun nya yang gugur masih bisa di manfaatkan untuk pupuk demi menyuburkan tanah dan tumbuhan bumi.
Nah itulah tadi sederet hal dan
pelajaran yang kita bisa ambil dari filosofi daun hijau daun. Menyimpan banyak makna sekaligus pelajaran yang ternyata mampu membuat hidup kita jadi
lebih baik ketimbang yang sebelumnya, memang Tuhan menciptakan segala hal di
dunia ini tanpa ada satupun yang tak memiliki arti sungguh indah ciptaannya, dan semoga kita tetap bias mensyukurinya.
Penulis : Siti Rosanti. Prodi MD. Fidkom. UIN Bandung.
Editor : Fairus Utami. Prodi PMI. Fidkom. UIN Bandung
Ujian sebagai perbaikan kepribadian
Fase dimana seseorang menjadi pribadi yang lebih baik adalah ketika dia diuji dan mendapat kesulitan yang teramat sulit. kenapa??karena disitulah momen untuk bermunajat dan mencurahkan segala isi hati yang paling dalam pada rabb nya, namun kestabilan dalam pribadi yang lebih baik itu tergantung pada kedekatan dan keimanan dia, bisa jadi ketika semua selesai dan mendapat kebahagiaan, pribadi yang lebih baik itu akan luntur karena kedekatan dia pada rabbnya tidak se mesra dulu
- H.Abdurrahim -
Ayo baca: kita ini punya apa sih, sebuah inspirasi
Sendiri dalam Keta'atan
Buat kalian, yang sering merasa sendiri didalam medan perjuangan agama.
Jujur saya pun pernah merasakan itu, ketika teman satu sekolah berbeda dengan saya, merasa sendiri tak ada yang menemani.
Seringkali mereka merasa segan terhadap saya, karena diskusi yang seringkali saya lontarkan kepada guru yang tidak sepemahaman.
Atau mungkin ada diantara kalian yang merasa dikucilkan, bahkan dinilai so' suci.
Ayo baca: Nothing Menjadi Something
Ayo baca: Nothing Menjadi Something
Tapi ketahuilah kawan, ketika dalam proses seleksi penentuan masuk syurga dan neraka nanti, kita akan dipanggil se per seribu orang diantara milyaran umat. 999 orang ke neraka dan hanya 1 orang masuk syurga, berdasarkan hadits:
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Allah Ta'ala berfirman: Wahai Adam, . Nabi Adam 'Alaihissalam menjawab: Labbaika, kemuliaan milik-Mu dan segala kebaikan berada di tangan-Mu. Kemudian Allah berfirman: Keluarkanlah utusan neraka. Adam bertanya; Apa yang dimaksud dengan utusan neraka? (berapa jumlahnya?) . Allah berfirman: Dari setiap seribu, sembilan ratus sembilan puluh Sembilan dijebloskan neraka!, Ketika perintah ini diputuskan, maka anak-anak belia menjadi beruban, dan setiap wanita hamil kandungannya berguguran dan kamu lihat manusia mabuk padahal mereka tidaklah mabuk akan tetapi (mereka melihat) siksa Allah yang sangat keras. (QS. Alhajj 2), Para shahabat bertanya; Wahai Rasulullah, adakah diantara kami seseorang yang selamat?. Beliau bersabda: Bergembiralah, karena setiap seribu yang dimasukkan neraka, dari kalian cuma satu, sedang Sembilan ratus sembilan puluh sembilannya dari Ya'juj dan ma'juj. Kemudian Beliau bersabda: Dan demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, aku berharap kalian menjadi di antara seperempat ahlu surga. Maka kami bertakbir. Kemudian Beliau bersabda lagi: Aku berharap kalian menjadi di antara sepertiga ahli surga. Maka kami bertakbir lagi. Kemudian Beliau bersabda lagi: Aku berharap kalian menjadi di antara setengah ahlu surga. Maka kami bertakbir sekali lagi... (HR. Bukhari)
“Sesungguhnya Islam muncul dalam keadaan asing, dan akan kembali asing seperti saat kemunculannya. Maka beruntunglah orang-orang yang terasing”. Seseorang bertanya : “Siapakah orang-orang yang asing itu ya Rasulullah ? “Orang-orang yang selalu memperbaiki (menghidupkan sunnah) di saat manusia merusak sunnah-sunnah ku (melakukan Bid’ah)”, jawab Rasulullah صلى الله عليه وسلم (HR. At Tirmidzi)
Intinya, buat kalian yang selalu merasa sendiri keep calm and istiqomah, harus bangga ketika dianggap beda, jadilah minoritas diantara mayoritas.
13 Mei 2020
Sebuah Perjalanan Hidup, Aku Siti Rosanti
Nama ku Siti Rosanti. Aku mempunyai pasangan atau kekasih yang begitu penyabar dia memperlakukanku seperti yang sudah sah-sah aja, sudah jadi seorang suami istri, namanya Muhamad Rijalu Huda Ahla Dzikri. Aku kagum pada dia yang sangat rajin sekali dengan hapalannya. Mungkin dia dididik orang tuanya dengan cara menghapal al-Quran.
Hati ini kenapa aku bias secinta ini ke
dia ya Allah? Aku ga tau pada pas waktu SMP aku pengen mempunyai orang pasangan yang hafiz, namun aku sangat mencintai dia pas aku kenal dia dari
orang ke dua belahan saya yaitu a Zaenal Arifin. Dia adalah saudara saya dari
nini, dari sampingan mana aku harus cinta kepada dia waktu itu cinta memang selalu
berambur ambur rasa itu.
Aku pertamanya liat di gazebo, Aku liat dia kaya yang manja sekali. Mukanya kemanjaan gitu. Tapi aku memang belum kenal sih sama dia yang lebih tepatnya dia orangnya kaya gimana tapi yang jelasnya aku kagum sama dia,. Ya Allah, apakah ini jodoh biasa-biasa yah aku pelukan sama dia bermesraan dengan dia apakah aku salah dengan itu? Aku ga tau lagi harus gimna pas aku kenalnya aku udah kagum dengan yang hafidz seperti dia, mungkin apa aku terlalu menghayati ya?
Ayo baca: I Love Me
Aku pertamanya liat di gazebo, Aku liat dia kaya yang manja sekali. Mukanya kemanjaan gitu. Tapi aku memang belum kenal sih sama dia yang lebih tepatnya dia orangnya kaya gimana tapi yang jelasnya aku kagum sama dia,. Ya Allah, apakah ini jodoh biasa-biasa yah aku pelukan sama dia bermesraan dengan dia apakah aku salah dengan itu? Aku ga tau lagi harus gimna pas aku kenalnya aku udah kagum dengan yang hafidz seperti dia, mungkin apa aku terlalu menghayati ya?
Ayo baca: I Love Me
Ouh iya, aku akan
bercerita dengan segala uneg-uneg saya aku kesel sama dia, bawaannya aku ingin
putus, ingin marah dan ingin apa segala macam dan ingin apa gitu, tapi aku
percaya bahwa Allah itu lebih indah dengan rencana-Nya. Aku selalu ingin dingertiin, ingin selalu apalah semuanya gitu. Namun di balik semua itu ada
kesesalan yang paling dalam dalam lubuk hatiku. Mencintainya dengan setulus
hatiku.
Ya Allah apakah aku salah, aku depresi, apa aku stress sampai-sampai aku nangis terus. Enggak biasnya aku seperti ini. Aku kira dengan semua ini, kamu lebih mengerti dengan itu tapi aa (sebutan orang Sunda kepada yang lebih dewasa) engga ngerti di amah, harus bicara dulu entah kenapa aku sama dia begitu dia ga tau kalau aku sedang gimana gitu ya,,, kesal juga lama lama kalau gitu, tapi mungkin aku harus memahami dia dengan cara seperti itu.
#Ceritaku
Ya Allah apakah aku salah, aku depresi, apa aku stress sampai-sampai aku nangis terus. Enggak biasnya aku seperti ini. Aku kira dengan semua ini, kamu lebih mengerti dengan itu tapi aa (sebutan orang Sunda kepada yang lebih dewasa) engga ngerti di amah, harus bicara dulu entah kenapa aku sama dia begitu dia ga tau kalau aku sedang gimana gitu ya,,, kesal juga lama lama kalau gitu, tapi mungkin aku harus memahami dia dengan cara seperti itu.
#Ceritaku
12 Mei 2020
PEMBANGUNAN MASYARAKAT
●Pengertian Pembangunan Masyarakat
Secara Bahasa, terdiri dari dua kata Pembangunan dan Masyarakat. Pembangunan ialah Perubahan - Perubahan ke arah yang lebih baik. Masyarakat ialah Sekelompok orang yang hidup bersama di suatu tempat dan saling berinteraksi satu sama lain.
Secara Istilah, Pembangunan Masyarakat adalah suatu kegerakkan yang direncanakan untuk peningkatan taraf kehidupan dari seluruh anggota masyarakat melalui partisipasi aktif dan dari inisiatif dari komunitas yang bersangkutan.
Menurut para Ahli, Pembangunan Masyarakat adalah :.
- Arthur Dunham (1958:3), usaha-usaha yang terorganisir untuk memperbaiki kondisi dari suatu kehidupan komunitas, dan yang memperbaiki kapasitas bagi integrasi dan arah tujuan diri dari komunitas yang bersangkutan. Upaya utama dari Pembangunan Masyarakat adalah bekerja melalui pendataan dan pengorganisasian secara mandiri dan usaha-usaha kerjasama dari pihak penduduk dari komunitas yang bersangkutan, tetapi juga mendapat bantuan secara teknis dari pemerintah atau lembaga sukarela.
- Christensen dan Robinson (1980) dalam Nasdian (2014: 32) bahwa pembangunan masyarakat (community development) merupakan suatu kelompok masyarakat yang bekerjasama didalam suatu posisi komunitas yang memiliki daya untuk mengambil keputusan bersama untuk menginisiasi suatu proses untuk mengubah ekonomi, sosial, budaya atau situasi lingkungan mereka.
- Luz. A. Einsiedel (1968:7) pada tahun 1960 dalam sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang makna Pembangunan masyarakat (Community Development) telah teruji keotentikannya untuk menjelaskan esensi dari pembangunan itu sendiri. Pembangunan masyarakat (community development) didefinisikan Pembangunan Masyarakat adalah suatu proses dimana segala upaya dari masyarakat setempat disatukan dengan dari kelembagaan-kelembagaan yang berotoritas dari pemerintah untuk meningkatkan sektor ekonomi, sosial dan budaya dari kondisi masyarakat, untuk mengintergrasikan komunitas tersebut dengan kehidupan bangsa, dan memampukan mereka untuk berkontribusi secarah penuh pada kemajuan bangsa.
●Teori-Teori Pembangunan
A. Teori Modernisasi
Dalam seiringnya perjalanan waktu, tampak bahwa negara-negara industri semakin kaya, sedangkan negara-negara pertanian semakin tertinggal(miskin). Melihat keadaan ini maka terdapat kelompok teori dalam melihat kemiskinan: (1) Bahwa kemiskinan besarasal dari faktor-faktor internal atau faktor yang terdapat di dalam negeri negara bersangkutan. Teori kelompok pertama ini dikenal dengan nama Teori Modernisasi. (2) Teori-teori yang lebih banyak mempersoalkan faktor-faktor eksternal penyebab kemiskinan di lihat sebagai bekerjanya kekuatan-kekuatan luar disebut kelompok Teori Struktural.
Teori-teori pilihan yang termasuk dalam teori Modernisasi :
1. Harrod-Domar: Tabungan dan Investasi
Teori Harrod-Domar merupakan salah satu teori yang terus dipakai dan terus dikemabangkan. Teori ini dicetuskan oleh Evsey Domar dan Roy Harrod, yang bekerja terpisah namun menghasilkan kesimpulan yang sama bahwa pertumbuhan ekonomi ditentukan oleh tingginya tabungan dan investasi. Jika tabungan dan investasi masyarakat rendah, maka pertumbuhan ekonomi masyarakat atau negara tersebut juga rendah. Hal ini bisa dijumpai pada negara maju dan berkembang, masyarakat di negara maju merupakan masyarakat yang memiliki investasi yang tinggi yang diwujudkan dalam saham, danareksa, indeks, dan bentuk investasi yang lain.
2. Max Weber: Etika Protestan
Teori Weber tertarik untuk membahas masalah manusia yang dibentuk oleh budaya di sekitarnya, khususnya agama. Weber tertarik untuk mengkaji pengaruh agama, pada saat itu adalah protestanisme yang mempengaruhi munculnya kapitalisme modern di Eropa. Pertanyaan yang diajukan oleh Weber adalah mengapa beberapa negara di Eropa dan Eropa mengalami kemajuan yang pesat di bawah system kapitalisme. Setelah itu, Weber melakukan analisis dan mencapai kesimpulan bahwa salah satu penyebabnya adalah Etika Protestan. Kepercayaan atau etika protestan menyatakan bahwa hal yang menentukan apakah mereka masuk surge atau masuki neraka adalah keberhasilan kerjanya selama di dunia.
3. David McClelland: Dorongan Berprestasi
Pertanyaan besar yang dimunculkan oleh McClelland adalah apakah yang menyebabkan kemiskinan dan keterbelakangan pada banyak masyarakat di dunia. McClelland sangat terpengaruh oleh pandangan Weber dalam Etika Protestan dan Semangat Kapitalisme, yang memandang bahwa semangat kapitalisme sangat dipengaruhi oleh nilai individual yang dimiliki oleh seseorang. Dasar ini menajdi sangat penting dalam pengembangan teorinya tentang dorongan berprestasi. McClelland berpendapat bahwa pada dasarnya jika sebuah masyarakat menginginkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, maka yang perlu diubah adalah dorongan berprestasi individu yang ada dalam masyarakat.
4. W.W. Rostow: Lima Tahap Pembangunan
Perhatian terhadap pembangunan yang dilakukan Rostow adalah pengkajian terhadap proses pembangunan, dimana Rostow menjabarkan menjadi Lima Tahap Pembangunan, yaitu:
a. Masyarakat Tradisional
b. Prakondisi untuk Lepas Landas
c. Lepas Landas
d. Bergerak ke Kedewasaan
e. Jaman Konsumsi Masal yang Tinggi
5. Bert F. Hoselitz: Faktor-faktor Non-ekonomi
Hoselitz mengkaji faktor-faktor non-ekonomi yang tidak dikaji oleh Rostow. Faktor tersebut sebagai factor kondisi lingkungan yang penting dalam proses pembangunan. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa factor ekonomi sangat penting dalam proses pembangunan, namun factor kondisi lingkungan seperti perubahan kelembagaan yang terjadi dalam masyarakat sehingga dapat mempersiapkan kondisi yang mendukung untuk pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Faktor non ekonomis yang penting antara lain pemasokan tenaga ahli dan terampil.
6. Inkeles-Smith: Manusia Modern
Inkeles dan Smith juga mengkaji tentang pentingnya faktior manusia sebagai factor penting dalam penopang pembangunan. Pembangunan bukan sekedar masalah pemasokan modal dan teknologi saja. Aspek manusia penting sekali sebagai pelaksana teknologi atau pelaku utama proses pembangunan yang berlangsung. Maka Inkeles dan Smith kemudian memberikan ciri-ciri manusia modern, antara lain: keterbukaan terhadap terhadap pengalaman dan ide baru, berorientasi pada masa sekarang dan masa depan, punya kesanggupan merencanakan, percaya bahwa manusia bisa menguasai alam.
●Faktor-Faktor/Indikator Yang Mempengaruhi Pembangunan Masyarakat
Factor – Faktor yang mempengaruhi pembangunan masyarakat tentunya banyak sekali dan berbeda-beda di tiap wilayah atau suatu negara. Berikut ini adalah indicator yang mempengaruhi pembangunan masyarakat menuruut Deddy T. Tikson (2005) yaitu:
1. Pendapatan perkapita
Pendapatan per kapita, baik dalam ukuran GNP maupun PDB merupakan salah satu indikaor makro-ekonomi yang telah lama digunakan untuk mengukur pertumbuhan ekonomi. Dalam perspektif makroekonomi, indikator ini merupakan bagian kesejahteraan manusia yang dapat diukur, sehingga dapat menggambarkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat. Tampaknya pendapatan per kapita telah menjadi indikator makroekonomi yang tidak bisa diabaikan, walaupun memiliki beberapa kelemahan. Sehingga pertumbuhan pendapatan nasional, selama ini, telah dijadikan tujuan pembangunan di negara-negara dunia ketiga. Seolah-olah ada asumsi bahwa kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat secara otomatis ditunjukkan oleh adanya peningkatan pendapatan nasional (pertumbuhan ekonomi). Walaupun demikian, beberapa ahli menganggap penggunaan indikator ini mengabaikan pola distribusi pendapatan nasional. Indikator ini tidak mengukur distribusi pendapatan dan pemerataan kesejahteraan, termasuk pemerataan akses terhadap sumber daya ekonomi.
2. Struktur ekonomi
Telah menjadi asumsi bahwa peningkatan pendapatan per kapita akan mencerminkan transformasi struktural dalam bidang ekonomi dan kelas-kelas sosial. Dengan adanya perkembangan ekonomi dan peningkatan per kapita, konstribusi sektor manupaktur/industri dan jasa terhadap pendapatan nasional akan meningkat terus. Perkembangan sektor industri dan perbaikan tingkat upah akan meningkatkan permintaan atas barang-barang industri, yang akan diikuti oleh perkembangan investasi dan perluasan tenaga kerja. Di lain pihak , kontribusi sektor pertanian terhadap pendapatan nasional akan semakin menurun.
3. Urbanisasi
Urbanisasi dapat diartikan sebagai meningkatnya proporsi penduduk yang bermukim di wilayah perkotaan dibandingkan dengan di pedesaan. Urbanisasi dikatakan tidak terjadi apabila pertumbuhan penduduk di wilayah urban sama dengan nol. Sesuai dengan pengalaman industrialisasi di negara-negara eropa Barat dan Amerika Utara, proporsi penduduk di wilayah urban berbanding lurus dengn proporsi industrialisasi. Ini berarti bahwa kecepatan urbanisasi akan semakin tinggi sesuai dengan cepatnya proses industrialisasi. Di Negara-negara industri, sebagain besar penduduk tinggal di wilayah perkotaan, sedangkan di Negara-negara yang sedang berkembang proporsi terbesar tinggal di wilayah pedesaan. Berdasarkan fenomena ini, urbanisasi digunakan sebagai salah satu indicator pembangunan.
4. Angka Tabungan
Perkembangan sector manufaktur/industri selama tahap industrialisasi memerlukan investasi dan modal. Finansial capital merupakan factor utama dalam proses industrialisasi dalam sebuah masyarakat, sebagaimana terjadi di Inggeris pada umumnya Eropa pada awal pertumbuhan kapitalisme yang disusul oleh revolusi industri. Dalam masyarakat yang memiliki produktivitas tinggi, modal usaha ini dapat dihimpun melalui tabungan, baik swasta maupun pemerintah.
5. Indeks Kualitas Hidup
IKH atau Physical Qualty of life Index (PQLI) digunakan untuk mengukur kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat. Indeks ini dibuat indicator makroekonomi tidak dapat memberikan gambaran tentang kesejahteraan masyarakat dalam mengukur keberhasilan ekonomi. Misalnya, pendapatan nasional sebuah bangsa dapat tumbuh terus, tetapi tanpa diikuti oleh peningkatan kesejahteraan sosial. Indeks ini dihitung berdasarkan kepada (1) angka rata-rata harapan hidup pada umur satu tahun, (2) angka kematian bayi, dan (3) angka melek huruf. Dalam indeks ini, angka rata-rata harapan hidup dan kematian b yi akan dapat menggambarkan status gizi anak dan ibu, derajat kesehatan, dan lingkungan keluarga yang langsung beasosiasi dengan kesejahteraan keluarga. Pendidikan yang diukur dengan angka melek huruf, dapat menggambarkan jumlah orang yang memperoleh akses pendidikan sebagai hasil pembangunan. Variabel ini menggambarkan kesejahteraan masyarakat, karena tingginya status ekonomi keluarga akan mempengaruhi status pendidikan para anggotanya. Oleh para pembuatnya, indeks ini dianggap sebagai yang paling baik untuk mengukur kualitas manusia sebagai hasil dari pembangunan, disamping pendapatan per kapita sebagai ukuran kuantitas manusia.
6. Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Index)
The United Nations Development Program (UNDP) telah membuat indicator pembangunan yang lain, sebagai tambahan untuk beberapa indicator yang telah ada. Ide dasar yang melandasi dibuatnya indeks ini adalah pentingnya memperhatikan kualitas sumber daya manusia. Menurut UNDP, pembangunan hendaknya ditujukan kepada pengembangan sumberdaya manusia. Dalam pemahaman ini, pembangunan dapat diartikan sebagai sebuah proses yang bertujuan m ngembangkan pilihan-pilihan yang dapat dilakukan oleh manusia. Hal ini didasari oleh asumsi bahwa peningkatan kualitas sumberdaya manusia akan diikuti oleh terbukanya berbagai pilihan dan peluang menentukan jalan hidup manusia secara bebas.
Pertumbuhan ekonomi dianggap sebagai factor penting dalam kehidupan manusia, tetapi tidak secara otomatis akan mempengaruhi peningkatan martabat dan harkat manusia. Dalam hubungan ini, ada tiga komponen yang dianggap paling menentukan dalam pembangunan, umur panjang dan sehat, perolehan dan pengembangan pengetahuan, dan peningkatan terhadap akses untuk kehidupan yang lebih baik. Indeks ini dibuat dengagn mengkombinasikan tiga komponen, (1) rata-rata harapan hidup pada saat lahir, (2) rata-rata pencapaian pendidikan tingkat SD, SMP, dan SMU, (3) pendapatan per kapita yang dihitung berdasarkan Purchasing Power Parity. Pengembangan manusia berkaitan erat dengan peningkatan kapabilitas manusia yang dapat dirangkum dalam peningkatan knowledge, attitude dan skills, disamping derajat kesehatan seluruh anggota keluarga dan lingkungannya.
●Strategi-strategi Pembangunan Masyarakat
Strategi Pembangunan Masyarakat Dalam mewujudkan tujuan pembangunan masyarakat terdapat paling sedikit empat jenis srategi :
1. Strategi pembangunan (growth strategy)
2. Strategi kesejahteraan (welfare strategi)
3. Strategi yang tanggap terhadap kebutuhan masyarakat (responsive strategy)
4. Strategi terpadu atau strategi yang menyeluruh (integrated or holistic
strategy)(Raharjo Adisasmita, 2006)
Pada dasarnya strategi pembangunan masyarakat adalah mirip dengan strategi pembangunan pedesaan. Azas atau karakteristik masyarakat adalah memiliki sifat semangat masyarakat bergotong royong dan saling tolong menolong, tidak bersifat individualitas, membangun secara bersamasama, pelibatan anggota masyarakat atau peran serta masyarakat adalah besar. Demikian pula dengan masyarakat pedesaan, oleh karena itu strategi pembangunan masyarakat atau community development strategi mempunyai azas yang serupa dengan strategi pembangunan pedesaan. Apa bila dikaji lebih dalam dan lebih luas konsep community development dapat dikembangkan sebagai mekanisme perencanaan pembangunan yang bersifat bottom-up yang melibatkan peran serta masyarakat dalam berbagai kegiatan perencanaan dan pembangunan perkotaan.
Dalam sistem pemerintahan yang desentralistik seperti sekarang, dimana otonomi daerah telah dilaksanakan secara luas ternyata masih menghadapi banyak kendala, di antaranya dana pembangunan relatif terbatas di samping kendala operasional dan fungsional lainya, maka untuk mengatasi berbagai hambatan dalam pelaksanaan otoda tersebut. Salah satu strategi adalah mengembangkan dan menerapakan model community development atau model pembangunan masyarakat yang dapat diterima masyarakat luas (acceptable) dan dapat dilaksanakan dengan baik (Implementable). Strategi adalah cara yang dilakukan untuk mencapai sasaran atau tujuan yang telah ditetapkan. Sebagai langkah-langkah pelaksanaan diperlukan perumusan serangkai kebijakan (policy formulation method and technique). Strategi untuk seluruh pembangunan adalah mewujudkan keadilan dan kemakmuran , sedangkan kebijakan untuk membangun sektor adalah mengatasi berbagai hambatan dan kendala yang dihadapi. Adapun tujuan dalam pembangunan dapat dirumuskan, sebagai berikut:
1.Terciptanya kondisi umum yang mendorong pembangunan.
2.Termanfaatkannya potensi sumber daya sehingga memberikan manfaat bagi pembangunan oleh pemerintah setempat (yang bersangkutan), dunia usaha dan masyarakat umum.
3.Terlaksananya sejumlah investigasi dalam berbagai sektor.
4.Terlaksananya langkah-langkah dalam melaksanakan kemudi dan dorongan bagi kegiatan dan investasi swasta.
Secara teknis perbedaan antara strategi dan kebijakan hanya terletak dalam ruang lingkup. Strategi merupakan siasat memenangkan suatu peperangan (the war) sedangkan kebijakan merupakan siasat untuk memenangkan suatu pertempuran (the battle), sering keduanya dipersatukan menjadi “strategi kebijakan”.
Strategi kebijaksanaan pembangunan pedesaan diarahkan kepada:
1. Pengembangan kelembagaan yang dapat mempercepat proses modernisasi perekonomian masyarakat pedesaan melalui pengembangan agribisnis, jaringan kerja produksi dan jaminan pemasaran.
2.Peningkatan investigasi dalam pengembangan sumber daya manusia yang dapat mendorong produktivitas, kewiraswastaan dan ketahanan social masyarakat pedesaan.
3. Peningkatan ketersediaan pelayanan prasarana dan sarana pedesaan untuk mendukung proses produksi, pengolahan, pemasaran dan pelayanan social masyarakat.
4. Peningkatan kapasitas masyarakat dalam pengolahan lahan untuk menopang kegiatan usaha ekonomi masyarakat pedesaan secara berkelanjutan.
5. Peningkatan kemampuan organisasi pemerintah dan lembaga masyarakat pedesaan untuk mendukung pengembngan agribisnis dan pemberdayaan petani dan nelayan.
6. Penciptaan iklim social yang memberi kesempat masyarakat pedesaan untuk berpartisipasi dalam pembangunan, pengawasan, terhadap jalannya pemerintahan di pedesaan.
Dalam pembangunan masa depan dimana pemerintah dan bangsa Indonesia menghadapi banyak tantangan (ekonomi, social, politik) yang berat dan berkepanjangan, maka partispasi masyarakat sangat diperlukan sebagai kekuatan dinamisasi dan perekat masyarakatakar rumput/bawah (pedesaan) untuk menunjang pembangunan masyarakat pedesaan.
Peningkatan partisipasi masyarakat merupakan salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat (social empowerment) secara aktif yang berorientasi pada pencapaian hasil pembangunan yang dilakukan masyarakat. Pemberdayaan masyarakt adalah upaya pemanfaatan dan pengolahan sumber daya masyarakat secara lebih efektif dan efesien dilihat dari : (a) aspek masukan atau input (SDM, dana, peralatan/sarana, data, rencana, dan teknologi. (b) dari aspek proses (pelaksanaan, monitoring, dan pengawasan). (c) dari aspek keluaran atau output (pencapaian sasaran, efektivitas dan efesien).(Raharjo Adisasmita, 2006) Dengan partisipasi masyarakat, perencanaan pembangunan diupayakan menjadi lebih terarah, artinya rencana atau program pembangunan yang disusun itu adalah sesuai dengan yang dibutuhkan oleh masyarakat, berarti dalam penyusunan rencana/program pembangunan dilakukan penentuan prioritas (urutan berdaarkan besar kecilnya tingkat kepentingannya) dengan demikian pelaksanaan (implementasi) program pembangunan akan terlaksana pula secara efektif dan efesien.
Berpijak dari paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa pemberdayaan memberikan tekanan pada otonami pengambilan keputusan dari suatu kelompok masyarakat. Penerapan aspek demokrasi dan partisipasi dengan titik focus pada lokalitas akan menjadi landasan bagi upaya penguatan potendi lokal. Pendekatan utama dalam konsep pemberdayaan ini adalah menempatkan masyarakat tidak sekedar sebagai obyek melainkan juga sebagai subyek.
Untuk menjaring dan menyaring program-program pembangunan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat ditempuh melalui FGD (Fokus Group Discussion) atau diskusi kelompok terfokus. Bukan suara terbanyak yang menjadi kriteria penentuan dari suatu program, dalam menentukan prioritas program pembangunan harus digunakan criteria terukur. Dalam proses komunikasi dan diskusi dalam kelompok masyarakat adalah kesepakatan dari semua peserta.
Keberhasilan pembangunan dalam masyarakat tidak selalu ditentukan oleh tersedianya sumber dana keuangan dan manajemen keuangan, tetapi lebih banyak dipengaruhi oleh peran serta dan respon masyarakat dalam pembangunan, atau dapat disebut sebagai “partisipasi masyarakat”. Untuk mencapai keberhasilan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan diperlukan kepemimpinan lokal yang cakap, berwibawa dan diterima oleh masyarakat (capable and acceptable local leadership) yang mampu mensinergiskan tradisi social budaya dengan proses pembangunan modern.
●Konsep Pembangunan Berbasis Masyarakat
Pembangunan berbasis masyarakat, secara sederhana dapat diartikan sebagai pembangunan yang mengacu kepada kebutuhan masyarakat, direncanakan. Dilaksanakan oleh masyarakat dengan sebesar-besarnya memanfaatkan potensi sumber daya (alam, manusia, kelembagaan, nilai-nilai sosial budaya, dan lain-lain.) Yang ada dan dapat diakses oleh masyarakat setempat.
Karena itu, pembangunan berbasis masyarakat seharusnya pembangunan berangkat dari kebutuhan masyarakat dan bukannya dirumuskan oleh "orang luar" atau elit masyarakat yang merasa tahu dan lebih pandai untuk merumuskan pembangunan yang cocok bagi masyarakatnya. Pembangunan berbasis masyarakat, berarti pembangunan harus berbasis pada sumber daya lokal, berbasis pada modal sosial, berbasis pada budaya lokal, menghormati atau berbasis pada kearifan lokal, dan berbasis pada modal spiritual yang dimiliki dan atau diyakini oleh masyarakat setempat.
Sejalan dengan itu, telaahan tentang pembangunan berbasis masyarakat akan mencakup:
1. Pembangunan dari atas dan atau dari bawah (Top-down/Bottom-up)
2. Pembangunan berbasis sumberdaya lokal.
3. Pembangunan berbasis modal sosial.
4. Pembangunan berbasis kebudayaan.
5. Pembangunan berbasis kearifan lokal.
6. Pembangunan berbasis modal spiritual.
Pembangunan masyarakat (community development) mengandung upaya untuk meningkatkan partisipasi dan rasa memiliki (participating and belonging together) terhadap program yang dilaksanakan, dan harus mengandung unsur pemberdayaan masyarakat dan Pemberdayaan menunjuk pada kemampuan orang, khususnya kelompok rentan dan lemah untuk :
1) memiliki akses terhadap sumber-sumber produktif yang memungkinkan mereka dapat meningkatkan pendapatannya dan memperoleh barang-barang dan jasa-jasa yang mereka perlukan.
2) berpartisipasi dalam proses pembangunan dan keputusan-keputusan yang mempengaruhi mereka.
Namun kenyataannya seringkali proses ini tidak muncul secara otomatis, melainkan tumbuh dan berkembang berdasarkan interaksi masyarakat setempat dengan pihak luar atau pekerja sosial baik yang bekerja berdasarkan dorongan karitatif maupun perspektif professional,
Para pekerja social atau (community development ) ini berperan sebagai pendamping sosial. Pendamping sosial hadir sebagai agen perubahan yang turut terlibat membantu memecahkan persoalan yang dihadapi mereka.maka korelasi pembangunan serta pengembangan harus bersatu padu dalam menjalankan segala aspek yang sifatnya demi kepentingan komunal, sehingga Pendampingan social atau kata lain ( community development ) dapat diartikan sebagai interaksi dinamis antara kelompok miskin dan pekerja social untuk secara bersama-sama menghadapi beragam tantangan.
●Realitas Pembangunan di Indonesia
Salah satu realitas pembangunan di Indonesia adalah munculnya kesenjangan pembangunan antar daerah dan antar kawasan. Menyadari akan hal tersebut maka pemerintah mencoba untuk melakukan perubahan konsep pembangunan dari pendekatan sektoral menjadi pembangunan regional.Perbedaan laju pembangunan antar daerah menyebabkan terjadinya kesenjangan kemakmuran dan kemajuan antar daerah, terutama daerah jawa dengan luar Jawa. Kawasan Indonesia Barat dengan Kawasan Indonesia Timur. (Haeruman 1996, Kuncoro 2002). Salah satu kebijakan yang diambil pemerintah untuk mempersempit kesenjangan regional yaitu diterapkan kebijakan pembangunan daerah memalui konsep kawasan andalan, yang dilakukan berdasar potensi yang dimiliki daerah.
-Big Push
Big Push pertama kali dicetuskan oleh Paul Narcyz Rosenstein-Rodan, ia menekankan perlunya rencana dan program aksi dengan investasi skala besar untuk mempercepat industrialisasi di Eropa Timur dan Tenggara. Big Push merupakan dorongan besar untuk mengejar ketertinggalan dengan daerah lain yang memanfaatkan dampak jaringan kerjasama antar daerah melalui economics of scale and scope, serta keluar dari perangkap keseimbangan yang rendah.
Pada tahun 2009 ditargetkan oleh Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal 20% dari 199 daerah bisa terlepas dar ketertinggalannya. Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal telah mengalokasikan 170 triliun untuk mengentaskan kemiskinan di daerah tertinggal.
Kementrian telah merumuskan suatu kebijakan RAN ( Rencana Aksi Nasional ) yaitu :
Berkurangnya kesenjangan antar wilayah yang tercermin dari meningkatnya peran pedesaan sebagai basis pertumbuhan ekonomi agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.Meningkatnya pembangunan di daerah tertinggalMeningkatnya pengembangan wilayah yang didorong oleh daya saing kawasan.Meningkatnya keseimbangan pertumbuhan pembangunan.
KAPET DAN PERCEPATAN PEMBANGUNAN
○Kawasan Timur Indonesia
Ciri yang paling mencolok aktivitas ekonomi secara geografis adalah konsentrasi dan ketimpangan. Konsentrasi aktivitas ekonomi secara spasial dalam suatu negara menunjukkan bahwa industrialisasi merupakan proses selektif dipandang dari segi geografis.
KAPET merupakan kristalsasi dari ide pengembangan Kawasan Timur Indonesia. Prinsip dasarnya :
Pemerataan,. Pertumbuhan, dan pengembangan wilayahLandasanya adalah pertumbuhan ekonomi yang tinggi dalam waktu singkat secara efisien
○KAWASAN PENGEMBANGAN STRATEGISA
Adalah kawasan pengembangan yang mempunyai sumber daya yang produktif untuk dikembangkan baik tingkat regional maupun nasional, aglomerasi regional, posisi strategis danmempunyai implikasi terhadap pengembangan regional dan nasional.
Beberapa factor penting yang memengaruhi lokasi KPS adalah :
Lokasi Geografi, Sumber Daya Alam, Insfrastruktur regional,Keterkaitan antar Daerah.
17 KPS dibagi menjadi 4 Kelompok :
1. KPS yang menjadi pintu gerbang regional dengan negara-negara APEC : Batam, Pontianak, Samarinda, Manado, Biak.
2. Pintu gerbang Uni Eropa, Timur Tengah, dan Asia Selatan : Lhoksumawe, Padang, Medan, Batam.
3. Pintu gerbang Australia : Timika, Kupang, Denpasar.
4. Pusat Distribusi antar kawasan : Medan, Lampung, Jakarta, Semarang, Surabaya, Banjarmasin, Makasar.
STRATEGI PERCEPATAN DAERAH TERTINGGAL
Strategi pembangunan ekonomi lokal perlu menekankan dimensi spasial. Integrasi antar pembangunan desa dan kota big push bagi percepatan pembangunan daerah tertinggal.
REFERENSI :
HUKUM - MASYARAKAT DAN PEMBANGUNAN - Oleh : Prof. Dr. SATJIPTO RAHARDJO SH., ALUMNI BANDUNG
Theresia, Aprilia. Dkk. (2015). Pembangunan Berbasis Masyarakat. Bandung: Alfabeta.
http://digilib.uinsgd.ac.id/3650/1/SOSIOLOGI%20PEMBANGUNAN.pdf
https://bulelengkab.go.id/detail/artikel/teori-dan-indikator-pembangunan-12
https://www.neliti.com/publications/218025/teori-pembangunan-dunia-ke-3-dalam-teori-modernisasi-sub-teori-harrod-domar-tabu
https://repository.uksw.edu › ...PDFBab II Pembangunan Masyarakat, Indikator dan Penggeraknya
Pengeresume : Blog Tanissa Puti Rahmadiva

















