Selamat datang di Jurnal harian Fairus

Jangan pernah katakan "tidak" pada dunia, tapi katakanlah aku bisa menggenggamnya dengan caraku sendiri.

NEVER GIVE UP

SEMANGAT :)

Find Out More Purchase Theme

Official Account

Youtube

Bantu Subcribe yaa :)

Read More

Instagram

Bantu Follow Yaa :)

Read More

Facebook

Bantu Add Friends Yaa :)

Read More

Twitter

Bantu Follow Yaa :)

Read More

LATEST POST

13 Juni 2020

ROHANI; Kapan Bicara, Kapan Diam

ROHANI; Kapan Bicara, Kapan Diam


Oleh : Siti Rosanti , Jurusan MD UIN Bandung.


Rasulallah shalallahu Alaihi wasalam telah bersabda :
“Menyendiri lebih baik dari pada berkawan dengan orang yang buruk, jahat, dan berkawan dengan orang sholeh lebih baik dari pada menyendiri. Berbincang bincang yang baik lebih baik dari pada berdiam dan berdiam adalah lebih baik dari pada berbicara lebih baik dari pada berbicara atau ngobrol yang buruk." (HR. Hakim)

Dalam hadits yang lain di sebutkan : “Barang siapa banyak bicara maka banyak pula salahnya dan barang siapa banyak salah maka bnyak pula dosanya, dan barang siapa banyak dosanya maka api neraka lebih utama baginya. "(HR.At-Thabrani).

Diam Adalah pondasi keselamatan dan merupakan sikap penyelesaian terhadap berbagai celaan. Oleh karena itu kewajiban diam di tetapkan oleh syariah, perintah, dan larangan. Sedangkan diam pada saat saaat tertentu adalah sifat para tertentu adalah sifat para pemimpin, sebagaimna ungkapan-ungkapan bahwa bicara pada tempatnya termasuk perilaku yang baik.

Menyimpan mulut di depan orang yang diam merupakan sikap yang baik untuk menghindari kebohongan, umpatan dan kekejaman raja,

Dalam hal ini Rasulalah shalalhu alaihi wasalam telah bersabda : ”Barang siapa banyak diam maka dia akan selamat.(HR. Ahmad)

Ada kisah dialog antara luqman dan Dawud, Luqman masuk menemui Dawud yang sedang menjahit baju perang, Luqman ingin bertanya kepadanya, namun hikmah mencegahnya dan dia pun diam. Dawud setelah selesai mengerjakan jahitan nya, mengenakan baju tersebut dan berkata, ”Diam itu Hikmah namun sedikit sekali orang yang melakukannya" mendengar perkataan itu, Dawud berkata kepada Luqman, "Sungguh tepat aku menamkanmu hakim (orang yang bijaksana)"

Juga dalam hadist yang lain di sebutkan: "Sesungguhnyah allah tidak menyukai banyak ngobrol, omong, menghambur hamburkan harta dan terlalu banyak bertanya. (HR. Bukhari). Juga Nabi saw. bersabda : “Sifat malu adalah dari iman dan keimanan itu di surga, sedangkan perkataan busuk, kotor adalah kebengisan tabiat dan kebengisan tabiat di neraka. (HR. Bukhari dan Tirmidzi)

“Sesungguhnyah diam adalah sebuah pintu diantara pintu pintu hikmah." Tidak ada kebaikan bersikap diam (tidak berbicara ) dari hukum, sebagaimna tidak ada kebaikan berbicara dengan kebodohan.’’

Diam itu ada tiga macam :
1. Diam karena berpikir dan hikmah.
2. Diam dari mar makruf dan nahi mungkar, dan juga dari hukum.
3. Diam yang merupakan penyakit kejiwaan, seperti rasa malu yang berlebihan.  Diam bentuk pertama adalah diam yang di anjurkan, sedangkan diam bentuk kedua dan ketiga tertolak dalam Islam. Diam bentuk pertama mengarah kepada hikmah dan kebenaran. Diam bentuk ketiga adalah penyakit kejiwaan yang harus di sembuhkan.

“Dengan banyak diam tercipta wibawa “ Jika akal sempurna maka bicara akan sedikit’ -(sahabat).’’ Jika engkau melihat seorang mukmin diam (tidaklah banyak bicara berkata )maka dekatilah, karena dia akan melontarkan hikmah.’’ Al-Hadits

Diam karena berpikir dan hikmah berarti mengendalikan kehendak lisan melalui kekuatan akal. Karena, tidak pada semua tempat dan waktu seseorang layak bicara, bagaimana juga tidak pada setiap tempat dan waktu seseorang layak diam segala sesuatu mempunyai ukuranya, tidak berlebihan (Ifrath) dan tidak juga kekurangan (tafrith).

Diam hikmah adalah diam berpikir dan menggunakan akal pada hal-hal yang bermanfaat bukan asal diam dan asal berpikir. Diam hikmah adalah menyiapkan apa apa yang hendak di katakana ,di lakukan atau di teapkan pada jalan yang benar,bukan pada jalan yang batil,

Diam hikmah menuntut manusia untuk berbicara pada waktu bicara dan diam pada waktu diam. Tidak banyak berceloteh, dan omongan tidak keluar dengan deras dari lidahnya, karena terlalu banyak bicara mengakibatkan seseorang banyak jatuh kepada kesalahan kepribadiannya, menjadi lemah.

“Barang siapa yang banyak bicaranya maka dia akan tergelincir.’’ jika sedikit bicaranya maka banyak kebenarannya.’’ Sesungguhnya bicarah adalah kebaikan bagi yang bersangkutan, dan banyak bicara adalah di benci. Tidak akan tergelincir orang yang diam, dan tidak ada yang di peroleh orang yang bnyak bicara kecuali ketergilincirannya.

Jika bicara itu perak, maka diam itu mutiara yang di hiasi takut’’ (khulaur Rasidin). Sebuah ungkapan hikmah terkenal berkata tentang diam yang positif,’’ jika berbicara adalah perak, maka diam adalah emas.’’ semoga kita bisa menggunakan lidah (mulut) kita kapan waktu dan tempat bicara dan kapan waktu untuk diam.

 Semoga bermanfaat.

06 Juni 2020

Review Buku

Review Buku

Judul Buku: Karena Hidup Hanyalah Sebuah Persinggahan
Penulis: Riawani Elyta & Shabrina Ws
Jumlah Halaman : VIII + 191
Pengulas: Fairuz
Instagram : @fairuz_hutami86


Dalam kehidupan ini, kita juga memerlukan "halte" untuk sejenak beristirahat. Tempat untuk kita sedikit merenungkan berbagai pengalaman hidup, lintasan peristiwa demi peristiwa, sehingga diri kita bisa berkaca pada kesalahan masa lalu, agar kesalahan masa lalu iti tak terulang lagi, agar waktu yang kita jalani dapat kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya, dan agar ke depannya, kita bisa menjadi manusia yang lebih baik dari kita yang sebelumnya.

Buku ini merupakan hasil perenungan para penulis saat mereka sejenak mengistirahatkan jiwa dan raga mereka di halte kehidupan. Dimana tempat itu ketika mereka merasa perlu untuk sejenak berhenti dan memberi ruang dan waktu untuk mereka berpikir dan merasakan masalah kehidupan sehingga pada akhirnya terbitlah kesadaran bahwa sesungguhnya hidup di dunia ini hanyalah sebuah persinggahan.

Buku ini ditulis dengan daftar isi, sebuah perjalanan, pengalaman, keluarga, waktu, tumbuh, tunduk, teguh, tulus, kemenangan, relakan, prasangka dan epilog oleh penulis.

PERJALANAN
"Tariklah pelajaran dari apa yang telah kau lewatkan serta setelah itu bersungguh-sungguhlah". (Utsman bin Affan)
Perjalanan yang kita jalani bukan hanya tentang mencari tapi tentang bagaimana cara kita memulai sebuah perjalanan itu.

PENGALAMAN
"Pengalaman adalah guru yang sulit, karena ia memberikan ujian terlebih dahulu baru kemudian ia memberikan pelajarannya". (Vernon Sanders Law)
Kita ini semua pelajar, pelajar di sekolah kehidupan, gurunya adalah pengalaman.
Pengalaman dari kesalahan, kejatuhan, kegagalan, kekalahan, cacian, hinaan, dll. Dari semua peristiwa itu kita bisa belajar bagaimana cara bangkit dari kegagalan, cara berbenah diri dari kesalahan, dan cara bagaimana bertahan dari ketidakpastian.

KELUARGA
"Jika engkau kesal dengan keluargamu, apakah engkau akan berterima kasih saat mereka dipanggil kembali oleh Tuhan?" (Mario Teguh)
Keluarga bukan hanya sekedar rumah tempat kita bernaung. Akan tetapi, mereka juga harta yang paling indah. Maka dari itu bahagiakan lah keluargamu, jangan sampai kita rela memupuk kejayaan demi tepuk tangan orang lain sementara keluarga kita justru merasakan kehilangan.

WAKTU
"Bila datang waktu sore, janganlah kau nantikan waktu pagi. Dan bila datang waktu pagi janganlah kau nantikan waktu sore. Gunakanlah saat sehatmu sebelum datang saat sakitmu. Gunakanlah saat hidupmu sebelum datang kematianmu" (Umar bin Khattab)
Setiap detik adalah kesempatan untuk berjuang pada setiap kebaikan yang kita akan lakukan. 

TUMBUH
"Orang yang berakal adalah mereka yang mengetahui bahwa dunia ini tidak diciptakankan hanya untuk bersenang-senang semata"_ (Ibnu Jauzi)
Tumbuh itu tentang proses, bukan perihal Siapa yang lebih dulu sukses, karena buah saja tak langsung tumbuh dalam semalam. Semua yang profesional dibentuk oleh proses bukan terlahir secara tiba-tiba.

TUNDUK
"Jika kau hampa dan tak tahu harus berbuat apa, mungkin saat itu sesungguhnya kau perlukan adalah kembali menelusuri sunnah-sunnah-Nya" (Riawani Elyta)
Mendekatlah kepada-Nya. Telusuri lembar-lembar ayat suci-Nya. Bacalah perlahan. Renungkan dalam-dalam. Sungguh, di dalam firman-Nya ada obat yang menyembuhkan.

TEGUH
"Sesungguhnya, setan tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhannya" (QS. An-Nahl: 99)
Berani mengambil risiko bukan berarti akan siap hancur, akan tetapi waspada untuk tetap kuat. Gagal itu memang menyakitkan, tapi bagi para pejuang kehidupan, tak ada yang lebih menyakitkan daripada menyerah dan hancur secara pelan-pelan.

TULUS
"Jika tanganmu terlalu pendek untuk membalas kebaikan sahabat, maka perpanjanglah lisanmu dengan memperbanyak terima kasih dan mendoakan mereka." (Syekh Muhammad Shalih Al-Munajjid)

KEMENANGAN
"Tetaplah kalian berpegang teguh pada dzat pemilik Keagungan dan Kemuliaan." (HR. Tirmidzi)
Saat kau sedang merayakan kemenangan, lawanmu pun sedang memetik hikmah dari kekalahan. dan tidak semua kemenangan itu harus dirayakan sebagaimana tidak semua kegagalan harus disesalkan. Kadang juga kemenangan tidak melulu tentang menyalahkan orang lain, ada kalanya mengalah adalah cara memenangkan hati dan diri sendiri.

RELAKAN
"Sesungguhnya, cukuplah orang tua dianggap tega dan kejam apabila ia membiasakan anaknya hidup mudah serta membiarkan anak menikmati kesenangan yang merusak masa depannya." (Fauzil Adhim)
Kau boleh memperjuangkan orang yang kau cintai tetapi kau harus tahu kapan saatnya untuk berhenti. Dan jika kau benar-benar memiliki cinta maka kau akan bahagia melihat orang-orang yang kau cintai bahagia.

PRASANGKA
"Banyak yang di antara kita sering membicarakan niat dan maksud seseorang tentang apa yang mereka kerjakan. tidak bisakah kita hanya memperhatikan niat dan tujuan kita masing-masing terhadap apa yang kita kerjakan sendiri." (Dr. Khalid Al-Mushlih)
Jangan menghakimi sesuatu dari yang tampak saja, karena yang terlihat hitam belum tentu sekelam kenyataannya.

Epilog penulis
Mungkin, kau belum sepenuhnya mengerjakan apa yang kau. Tapi setidaknya, kau menyampaikan sesuatu yang benar. 
Dan jika kau belum bisa menyampaikan sesuatu yang benar, setidaknya kau tidak mengajak kepada kemaksiatan. Semoga Allah meridhoi segala yang terlahir dan tersembunyi. Aamiin

Our Blog

99 Rating
Tulisan yang populer
9850 like
Banyak orang yang menyukai dalam sebulan ini
459 Followers
Pengikut terakhir dalam sebulan kebelakang

Our Team

Tim Malkovic
CEO
David Bell
Creative Designer
Eve Stinger
Sales Manager
Will Peters
Developer

Contact

Hubungi saya

Silahkan hubungi saya bila ada keperluan. Insyaalah saya akan balas bila sedang tidak sibuk :).

Address:

Masjid As-Sakinah, Jl. Padasuka, Gg. Babakan Cihapit IV, Kota Bandung

Work Time:

Monday - Friday from 9am to 5pm

Phone:

0812 2337 7612

Cari Jurnal harian disini

Diberdayakan oleh Blogger.

Blogroll

Blogger templates

About