Selamat datang di Jurnal harian Fairus

Jangan pernah katakan "tidak" pada dunia, tapi katakanlah aku bisa menggenggamnya dengan caraku sendiri.

NEVER GIVE UP

SEMANGAT :)

Find Out More Purchase Theme

Official Account

Youtube

Bantu Subcribe yaa :)

Read More

Instagram

Bantu Follow Yaa :)

Read More

Facebook

Bantu Add Friends Yaa :)

Read More

Twitter

Bantu Follow Yaa :)

Read More

LATEST POST

17 Juli 2021

Dilema Warga Indonesia

Dilema Warga Indonesia

Report foto tempo.co

Pandemi bukan hanya merupakan penyakit menular yang telah menyebar di berbagai negara, juga merupakan bencana sosial, ekonomi, pendidikan pembatasan usaha warga memunculkan teriakan keras akan perihnya penderitaan. Hal ini membuat tatanan siklus kehidupan sosial rusak dibuatnya.


Baca juga : Isu Perpanjangan PPKM Darurat, Masyarakat: Sudah Biasa!


Suara-suara dilematik terdengar dimana-mana, suara tangisan, keluhan, kesengsaraan, penindasan, ketidakberdayaan, keegoisan, kesombongan membuat suasana hati yang mendengar riuhan dilema tersebut menaruh rasa iba juga tergores perih melihatnya.


Hari demi hari suara-suara dilema itu semakin keras terdengar, penindasan terasa hanya dijadikan main-main semata tanpa adanya edukasi serta memikirkan rintihan pilu, pedih, keluhan yang masyarakat rasakan. Mereka hanya mengatakan “sabar, sabar” tanpa adanya insentif bantuan pada mereka yang merasakan sakitnya penderitaan itu.


Sepintas perlakuan itu menimbulkan statement mematikan gerak langkah mereka para pemangku kewenangan, “Bpk, bapak mah enak, duduknya digaji. Kalau kami, harus mati-matian dulu kejalan cari sesuap nasi”, “Bpk, memang sabar bisa dimakan, bisa mengenyangkan, bisa meredakan kelaparan? Tidak bpk. Tidak ada ceritanya sabar bisa menghilangkan semua itu”, “Bpk, kalau usaha kita ditutup, apakah ada jaminan dari negara membiayai kebutuhan kami? Tidak ada pak, tidak ada!”, “Bpk, saya tidak percaya Covid, kalau usaha ditutup saya harus makan apa?”. Serentak statement itu menjatuhkan mental.



Memang sedih mendengar berita hari-hari ini, keluhan demi keluhan rasanya tidak dipedulikan lagi. Lantas, apa tanggapanmu terhadap problematika sosial hari ini. Silahkan comen dibawah.


Penulis : Fairus Utami


 

13 Juli 2021

Isu PPKM Darurat Diperpanjang, Masyarakat: Sudah Biasa!

Isu PPKM Darurat Diperpanjang, Masyarakat: Sudah Biasa!

Dunia maya kembali dihebohkah dengan penyebarannya isu perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat PPKM Darurat Covid-19 yang dilontarkan Menteri Keuangan pada rapat kerja kemarin. Bagaimana tidak, masyarakat telah muak pada pemerintah akan lemahnya dalam mengatasi coronavirus. Pemerintah tidak memikirkan mereka yang sedang tidak bekerja saat pandemi Covid-19 ini.

Dalam forum Rapat Kerja bersama dengan Badan Anggaran DPR RI, Senin, 12 Juli 2021. Menteri Keuangan, Sri Mulyani memaparkan bahwa sehubungan dengan meledaknya penyebaran varian Covid-19 setelah mereda, PPKM Darurat Covid-19 akan diperpanjang sampai 4-6 Minggu ke depan.

Sri Mulyani sampaikan PPKM Darurat diperpanjang

Dilansir dari bisnis.tempo.co, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan “PPKM darurat selama 4-6 minggu dijalankan untuk menahan penyebaran kasus Covid-19. Mobilitas masyarakat diharapkan menurun signifikan,” Sri Mulyani dalam bahan paparan saat Rapat Kerja bersama dengan Badan Anggaran DPR RI, Senin, 12 Juli 2021.

Hal ini dikarenakan bahwa kasus penyebaran varian delta Covid-19 semakin meningkat di Indonesia serta kasus yang terinfeksi juga semakin bertambah. Maka untuk menurunkan angka penyebaran varian baru Covid-19 ini akan diperpanjang PPKM Darurat Covid19 dengan membatasi mobilitas masyarakat sampai pada waktu yang tidak ditentukan.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo juga menyebutkan PPKM darurat untuk mengendalikan peningkatan kasus Covid-19. Hal ini berdampak pada penurunan mobilitas, khususnya konsumsi masyarakat.

PPKM Darurat Covid-19 juga tidak berpengaruh pada masyarakat yang telah melakukan vaksin. Masyarakat dibuat bingung dengan aturan yang mengharuskan vaksinasi tapi masih saja dibatasi dalam interaksi.

Sri Mulyani menambah pada rapat kerja bahwa pada bulan Juli ini, pemerintah menargetkan 1 juta dosis vaksin Covid-19 bisa disuntikkan per hari. Angka tersebut ditargetkan naik jadi 2 juta dosis vaksin pada Agustus 2021. Sri Mulyani memprediksi ekonomi tumbuh pada semester I/2021 di kisaran 3,1-3,3 persen.

Masyarakat percaya bahwa vaksinasi bukanlah solusi terbebasnya dari coronavirus melainkan pemerintah memanfaatkan vaksinasi tersebut demi kepentingan ekonomi negara. Bahkan ada yang berpendapat bahwa, “Seberapa banyak kamu melakukan vaksin, tetap saja tidak akan bebas dalam berinteraksi”. - Warga awam

Lantas bila vaksin bukanlah solusi terhindar dari coronavirus, apakah kamu masih mau melakukan vaksin??? Tinggalkan komentarmu dibawah.


08 Juli 2021

HITAM YANG TERANG; SEBUAH LAPORAN KEGIATAN PRAKTIK LAPANGAN TERPADU KELOMPOK 11 DI KELURAHAN CIGENDING

HITAM YANG TERANG; SEBUAH LAPORAN KEGIATAN PRAKTIK LAPANGAN TERPADU KELOMPOK 11 DI KELURAHAN CIGENDING

LAPORAN PENELITIAN KELOMPOK 11
REMBUG WARGA
PENGAJIAN RUTIN DAN SOSIALISASI AWAL BERSAMA DKM DAN JAMAAH PENGAJIAN
SOSIALISASI AWAL BERSAMA PENGURUS RW DAN TOKOH MASYARAKAT

Pendidikan Mengubah Semuanya Sebuah Cerpen inspiratif

Pendidikan Mengubah Semuanya Sebuah Cerpen inspiratif

Our Blog

99 Rating
Tulisan yang populer
9850 like
Banyak orang yang menyukai dalam sebulan ini
459 Followers
Pengikut terakhir dalam sebulan kebelakang

Our Team

Tim Malkovic
CEO
David Bell
Creative Designer
Eve Stinger
Sales Manager
Will Peters
Developer

Contact

Hubungi saya

Silahkan hubungi saya bila ada keperluan. Insyaalah saya akan balas bila sedang tidak sibuk :).

Address:

Masjid As-Sakinah, Jl. Padasuka, Gg. Babakan Cihapit IV, Kota Bandung

Work Time:

Monday - Friday from 9am to 5pm

Phone:

0812 2337 7612

Cari Jurnal harian disini

Diberdayakan oleh Blogger.

Blogroll

Blogger templates

About