👐Untuk kalian yang selalu semangat dalam belajar👌
😚 Kalian Hebat. Kalian Luar Biasa😉
Disusun Oleh: Fairus Utami
Kisah ini berawal dari mereka yang sekolah di pondok pesantren dan mereka sebentar lagi akan lulus Madrasah Tsanawiyah, tapi semangat mereka belajar masih membara, menyelami lautan ilmu pengatahuan yang berserakan dimana-mana, mencarinya dari berbagai lembaran buku lama dan para guru yang ahli dalam bidangnya, sehingga terkempullah ia menjadi satu pengatahuan sebagai referensi ilmu memandu wahyu dan dari situ juga kami mengerti bahwa betapa penting seseorang mempunyai ilmu, pengatahuan, wawasan yang luas. Dan dibekali ilmu yang oleh para guru mereka wariskan serta banyaknya bacaan buku menjadikan mereka untuk selalu belajar dan selalu semangat menggapai cita-cita mereka masing-masing. Meskipun pada hakikatnya sebagian dari mereka nantinya ada yang tidak bisa melanjutkan pendidikannya karena terkedala biaya sekolah dan factor finansial yang tidak memadai dan pada akhirnya sebagian dari mereka memutuskan untuk berhenti dan memilih serta menentukan jalannnya sendiri. Itu sekilah pengantar dari carita ini.
Baca juga : Arti Sahabat Sejati
Disebut “semangat tak pernah padam” karena tulisan ini akan dimulai
dari sebuah kisah perjalanan dan pengalaman hidup seseorang yang semasa sekolahnya
selalu semangat, optimis dan tidak pernah menghiraukan gurauan yang negative kepadanya.
Nanti saya akan beritau diakhir episode siapa sosok seseorang itu.
Baca lagi yang ini : Kapan Bicara dan Kapan Diam
Kisah ini berawal dari hari kelulusan mereka di pondok pesantren,
mereka terlihat gembira diatas panggung perpisahan yang mana sebentar lagi
mereka akan dipakaikan kopiah tassel sebagai tanda bukti bahwa mereka telah
lulus selama tiga tahun belajar di pesantren tersebut. Sorakan serta teriakan penonton
dari berbagai arah membuat mereka semakin terharu dan bahkan salah satu dari
mereka menangis menjadi-jadi dihari kelulusan itu. Hari-hari yang dinanti-nantikan
kini telah datang dan hadir didepan mata mereka.
Setelah acara perpisahan selesai, mereka pun pulang kerumahnya
masing-masing dengan sejuta kegembiraan dan setelah itu mereka berhak memilih dan
memilah jalan hidup mereka. Mereka diantara ada yang langsung kerja, ada yang membantu
orang tuanya, ada yang merantau dan ada juga mereka yang masih semangatnya
membara untuk selalu terus melanjutkan studi semampu mereka, mereka adalah
orang-orang yang hebat. Yahh memang, setiap orang mempunyai rencana dan
mempunyai tujuan masing-masing dan kita tidak boleh ikut campur terhadap apa
yang mereka telah pilih karena setiap pilihan pasti terbaik bagi mereka.
Coba Baca yang ini : Cara Menyikapi Kesulitan
Kisah ini akan lebih esklusif kepada seseorang salah satu diantara
mereka yang ekonomi keluarganya sangat rendah tapi ia sendiri mempunyai cita-cita
setinggi langit. Tapi factor ekonomi tidak memudarkan atau melemahkan semangat
belajarnya, factor ekonomi tidak menjadi suatu masalah baginya, yang terpenting
dan menjadi masalahnya sekarang adalah; adakah nanti ridho yang diberikan orangtuanya
ketika ia melanjutkan studinya? Itu saja yang ia harapkan dan itu juga yang
membuatnya bimbang tidak karuan. Lantas, diapun mendatangi ibunya untuk
mengatakan hal demikian dengan membawa keyakinan bahwa ibunya nanti meridhoi
dan memberikan izin kepadanya untuk melanjutkan studinya.
Berani baca ga : Berjuang untuk Menggapai Kesempurnaan
Obrolan pun dimulai. Dia berterus terang kepada ibunya bahwa dia ingin
melajutkan studinya ke Madrasah Aliyah, ibunya langsung menatapnya dengan
tatapan penuh kegembiraan serta bercampur dengan kesedihan. Disisi lain ibunya gembira
karena anaknya masih mempunyai keinginan untuk melanjutkan studinya dan disisi
lain ibunya sedih karena dari segi finansial orangtuanya kurang mampu untuk mengsekolahkannya,
karena makan saja mereka harus banting tulang dulu baru bisa makan, hmmm. Tapi apa
jawaban ibunya? Ibunya menjawab dengan senyuman yang menawan mengatakan “kamu
tetap lanjut sekolah, kami akan mencarikan kamu biaya agar kamu tetap sekolah
nak” saat mendengar itu, dia sangat gembira karena telah mendapatkan ridho dari
ibunya.
Baca juga : Memaknai Ujian yang Datang
Setalah mendapatkan ridho dari kedua orangtuanya, semangatnya pun
mulai tumbuh kembali, dia meresa dunia sedang berpihak padanya, dia sangat
kelihatan gembira. Lalu bergegaslah ia memenumi temannya seangkatannya untuk memberikan
info sekaligus mencari tahu kemana mereka setelah lulus nanti, satu persatu dia
temui dan jumpai, ada info yang menyedihkan dan ada juga info menjadi
kegembiraan padanya. Info menyedihkan ketika ia mendengar dari sebagian curhatan
termannya bahwa mereka tidak akan melanjutkan sekolahnya dan info gembiranya
masih ada teman angkatannya yang masih mau berjuang bersamanya di sekolah yang
sama, itu cukup membuat dia lega karena masih ada teman sefrekuensi dengannnya
Lanjut cerita mereka sudah masuk di Madrasah Aliyah bersama sebagian
temannya, hari-hari baru mereka lalui masih membawa semangat yang membawa dalam
benak mereka yahh meskipun suasananya agak berbeda tapi tidak membuat semangat
mereka lentur begitu saja. Diwajah mereka selalu ada harapan yang mereka ingin gapai.
Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan seiring dengan
perkembangan yang mereka sudah rasakan, adanya perbedaan mereka yang dulu dan
sekarang tapi masih dalam semangat yang selalu menyala untuk selalu mengali
ilmu pengatahuan meskipun disekolah itu fasilitas belajar masih bisa dikatagorikan
minim, sarana prasarana yang masih kurang, serta minimnya pengajar.
Baca coba : Berjalan Sendiri atau Bersama-sama
Lantas pada suatu hari, datanglah seorang yang berpakaian cukup rapi
yang diutus dari suatu PT untuk mencari beberapa orang untuk dijadikan kariawan
dalam PT tersebut. Orang yang berpakaian rapi itu pun melaksanakan tugasnya dengan
berkeliling desa dan mengunjungi rumah antar rumah untuk memberikan informasi
terkait yang ia bawa dan membicarakan kepada pemilik rumah maksud kedatangannya
ke desa tesebut. Lantas belum lama, orang itu sampai dirumah satu keluarga yang
anaknya itu masih sekolah dibangku Madrasah Aliyah yang baru beberapa bulan
masuk sekolah. Diapun memberikan info terkait kedatangannya kesini dan mengajak
keluarga tersebut untuk bekerja disana dengan jaminan yang cukup menyakinkan
baik itu untuk kehidupan mereka sehari-hari ataupun untuk biaya sekolah anaknya
serta biaya tranformasi ditanggung oleh PT tersebut. Singkat cerita keluarga
tersebut mengiyakannya dan mengisi kontrak kerja selama beberapa tahun.
Baca ini : Arti Sebuah Perjalanan Hidup
Kemudian keesokan harinya, seorang ibu dari seorang anak yang
sekolah di Madrasah Aliyah mengatakan kepadanya anaknya bahwa mereka akan
berangkat dalam beberapa hari ini ke salah satu PT untuk bekerja dalam waktu
yang tidak ditentukan. Anak itupun sempat sedih dan bahkan sempat keluar air
matanya karena ia tidak sanggup akan ditinggalkan oleh keluarganya tercinta, saat
itu ia belum memberikan jawaban kepada keluarganya akan kesetujuannya atau
tidak. Sore harinya, duduklah dia didepan pantai dekat rumahnya sambil merenungkan
akan kehidupannya nanti setelah keluarganya sudah berangkat. Dan disisi lain ia
tidak mau ditinggalkan sendirian di desa dan ingin sekali ikut bersama keluarganya
meskipun dia sendiri akan rela meninggalkan sekolahnya dan melupakan cita-cita
besarnya.
Pagi pun telah datang lagi, suara ayam berkokok diberbagai penjuru
rumah, terbitlah fajar dari arah timur dan saatnya dia siap-siap untuk
berangkat sekolah, tapi sebelum berangkat ke sekolahnya, ia mengatakan pada
ibunya tentang keputusan yang telah ia renungkan kemarin sore dengan berbagai
pertimbangan yang sudah matang. Ia mengatakan kepada ibunya bahwa ia akan ikut bersamanya
dan akan melepaskan semua apa yang telah ia perjuangkan selama ini, bukan tidak
mau mengapresiasi perjuangannya selama ini tapi ia memilih lebih dekat dan
selalu ibu, ayah dan adiknya.
Coba baca ini: Ujian Sebagai Perbaikan Kepribadian
Nanti akan kita lanjutankan lagi ceritanya di part-2, apakah seorang
anak yang pintar itu akan mengembangkan bakatnya dalam dunia kerja atau malah
akan frustasi dengan kata lain tidak melakukan apa-apa hanya sedekar merenung
dan menerima nasib saja.
Tunggu saja yahhhh dan jangan lupa COMENTAR dibawah yahh, dan SHARE ke teman-teman kamu


0 komentar:
Posting Komentar