LAPORAN MANAJEMEN PELATIHAN DAKWAH
Tema Pelatihan Dai Terhadap anak-anak
Sosial Masyrakat Di kamp.Cijalu Rt 21 RW 09 Desa Cipancar Kab.Subang
Oleh : Siti Rosanti
Fakultas Dakwah Dan Komunikasi
Jurusan Manajemen Dakwah
Dosen Pengampu : Aep Kusnawan, S.Ag, M.Ag.
Abstrack
From the results of my conclusions, researching about the social community in my village area, the results are very lacking and lack of human resources.
The statements was that many pople in my village did not continue their university education and I was lost and overwhelmed to hold community social. However, I took the theme with “Dai traning for children in my village because RT and local residents in me are not very social With the System of Enthusiasm with Students’ Children, but I respect their backgrounds,therefore I take small things. But I really want to practice knowledge in social society. But my weakness is a lack of human resources in my local residents.
Taking the theme of Dai traning for Children to be able to give speeches properly and correctly,especially with writing and I tested them by listening to whether the children listened well or not. writing
.
Latar Belakang diadakanya pelatihan
Sejarah Mengungkapkan latar belakang di adakan nya pelatihan tersebut di daerah Kampung saya sendiri bertepatan Tanggal 14 November bertepatan tahun 2020 dengan bismilah Lahaula Walla Quwata illa bilah dengan kegiatan tersebut bisa menjalankan dengan baik dan benar karena pada dasarnya kita sebagai madu harus bisa menyampaikan subjek kepada masryarakat maupun kepada hal kecil ataupun hal besar
Seorang dai memiliki kedudukan yang sangat muliaa di hadapan Allah dan umat manusia.Oleh karena itu ,seseorang dai harus memiliki sifat-sifat kepribadian yang baik di kala memasuki medan dakwah.Terdapat dua sifat dasar dalam kepribadian dai,yaitu :
1. Kepribadian yang bersifat Rohani
2. Kepribadian yang baik akan menentukan keberhasilan dakwah.Pada hakikatnyah.Berdakwah bukan hanya menyampaikan teori,melainkan juga harus memberikan teladan bagi mad’u.Keteladanan jauh lebih besar pengaruhnya daripada kata-kata,klasifikasi kepribadian dai yang bersifat rohani mencakup:
- Sifat-Sifat yang harus di miliki oleh seorang dai :
1. Beriman dan bertakws kepada Allah swt.
Sifat ini merupakan dasar utama akhlak seorang dai.Seorang dai tidak mungkin menyeru mad’unya untuk beriman kepada Allah Swt.Jika ia tidak berhubungan dengan Allah Swt.
- Ahli Tobat sifat Tobat dalam diri dai.Berati ia harus mampu untuk menjaga atau takut untuk berbuat maksiat,hendaknya ia bergegas untuk bertobat dan menyesali perbuatanyah dengan mengikuti panggilan ilahi.
- Ahli ibadah
Seorang dai adalah yang selalu beribadah kpada Allah swt.dalam setiap gerakan.,perbuatan ,atau perkataan di manapun dan kapanpun.Segala ibadahnya di tunjukan dan di peruntukan hanya kepada Allah Swt.,Bukan kepada Manusia
- Amanah dan sidik
Sifat ini adalah keutamaan yang harus dimiliki seorang dai sebelum sifat yang lain karena merupakan ciri utama para nabi dan orang saleh.Seorang dai harus memiliki sifat dapat di percaya dan jujur sehingga mad’u akan percaya dan menerima ajaran dakwahnya.
- Pandai dan bersyukur
Seorang dai yang baik adalah yang mampu menghargai nikmat Allah dan kebaikan orang lain.Orang yang bersyukur adalah orang yang merasakan karunia Allah dalam dirinya sehingga perbuatan dan ungkapanyah merupakan realisasi dari rasa kesyukuran tersebut.
- Tulus ikhlas dan tidak mementingkan pribadi
Kepribadian ini merupakan salah satu syarat mutlak yang harus di miliki seorang dai.Dakwah adalah pekerjaan yang bersifat ubudiah,yaitu amal perbuatan yang berhubungan dengan Allah yang memerlukan keikhlasan lahir dan batin
- Ramah dan penuh pengertian
Dakwah dapat di terima oranglain apabila dai berlaku ramah,sopan,dan suka menolong.Dengan sikap tersebut,Insya Allah.Dakwahnya akan berhasil.
- Tawadhu (Rendah hati)
Rendah hati bukan semata-mata merasa dirinya terhina dibandingkan dengan derajat dan martabat oranglain,melainkan menjadi seorang dai yang sopan,tidak sombong,dan tidak suka menghina serta mencela oranglain.
- Sederhana dan jujur
Tidak bermegah-megahan ,angkuh dalam pergaulan,sedangkan kejujuran adalah orang yang percaya akan ajakanyah dan dapat mengikuti ajakan dirinya.
- Tidak memiliki sifat egois
Dai tidak bersifat angkuh dalam pergaulan,merasa dirinya terhormat,lebih pandai,dan sebagainyah.Sifat inilah yang harus di jauhi oleh seorang dai.
- Sabar dan tawakal
Saat berdakwah,dai mungkin akan mengalami beberapa hambatan dan cobaan.Maka dari itu,hendaklah sabar dan tawakal kepada Allah.
- Semangat berjuang
Sifa ini harus dimiliki oleh dai sebab ia akan terhindar dari rasa putus asa,kecewa ,dan sebagainyah.
- Jiwa Toleran
Seorang dai hendaknya berdakwah dengan mencontoh dan meneladani Nabi Muhamad Saw.Seorang dai harus bisa melakukan pencerahan dengan kalimat yang santun,seperti yang sudah di contohkan oleh Rasulalah Saw.,Tidak gampang mencela dan menyalahkan pendapat orang lain.
- Sifat terbuka (demokratis)
Seorang dai harus memiliki sifat terbuka dalam arti bila ada kritik dan saran hendaklah di terima dengan gembira.
- Tidak memiliki penyakit hati
Sombong ,dengki,ujub,dan iri harus di singkirkan dari seorang dai
b. Sikap Kemampuan diri
Kemampuan yang harus di kuasai seorang dai ,antara lain :
1. Pengetahuan Islam,yaiatu pengetahuan yang bersumber,berkaitan,dan berkembang dari Al-Quran,Sunah,Fiqih,dan ilmu ilmu Islam.
2. Pengetahuan bahasa dan kesustraan.Seorang dai dapat mengungkapkan pesan-pesan dakwahnya dengan menggunakan pesan-pesan dakwahnya dengan menggunakan kata-kata yang di mengerti oleh pendengar.Dai harus mengetahui mana bahasa yang baik dan benar,mana yang boleh di ucapkan dan tidak.Dai juga harus dapat memuat ungkapan-ungkapan sastra yang berisi nasihat atau hikmah.
3. Memahami karakter objek dakwah ,yaitu pemahaman terhadap latar belakang secara yudiris dalam melakukan dakwah,baik landasan yang bersifat agamis maupun landasaan yang erbentuk UU,peraturan-peraturan atau norma-norma lainya.
4. Memahami dasar dakwah ,yaitu pemahaman terhadap pesan atau informasi ajaran agama yang akan di sampaikan kepada orang lain secara benar dan baik.
5. Tujuan Dakwah,yaitu pemahaman terhadap pesan atau informasi ajaran agama yang akan di sampaikan kepada orang lain secara benar dan baik
6. Materi dakwah,yaitu pemahaman terhadap pesan atau informasi ajaran agama yang akan di sampaikan kepada orang lain secara benar dan baik.
7. Metode dakwah,yaitu pemahaman terhadap cara-cara yang ingin di pakai dalam melaksankan dakwah.Metode apa yang lebih sesuai dengan kemampuan dirinya dengan materi yang di berikan serta dengan situasi dan kondisinya yang lebih relevan dengan objek yang di hadapi.”
8. Kepribadian yang bersifat Jasmani
A. Sehat Jasmani
Dai yang mempunyai jam terbang tinggi di haruskan menjaga kesehatan jasmaninyah untuk kelancaran dakwahnya.
B. Berpakaian Sopan dan Rapi
Pakaian dapat menujukan kepribadian seseorang.Oleh karena itu,seseorang dai harus berpakaian sopan dan rapi.
Citra Dai di Mata Masyarakat:
Konsep diri ada yang bersifat positif dan negative.Ciri-ciri seorang dai yang memiliki konsep diri positip adalah sebagai berikut;
1. Memiliki keyakinan mampu mengatasi masalah yang akan di hadapi.Apa pun kesulitan yang di bayangkan,ia merasa yakin akan menemukan jalan keluarnya,
2. Dalam pergaulan dengan orang banyak,ia merasa setara dengan orang lain,tidak merasa rendah diri,kecil hati,merasa sebagai orang kampong yang ketinggalan zaman (meskipun ia berasal dari kampung).
3. Jika suatu saat di puji orang,ia tidak tersipu malu karena merasa pujian itu wajar saja.Sekadar mengungkpkan keberhasilan atau kelebihan yang di miliki.Baginya,pujian tidak membuatnyah merasa tinggi dari apa yang ada pada dirinya atau merasa kagum terhadap dirinya (ujub).
4. Menyadari bahwa setiap orang memeliki kecendrungan yang tidak mungkin di setujui,.Ia menyadari dapat melakukan atau memuaskan seluruh masyarakat.Ia menyadari dapat melakukan suatu hal yang berguna dan menyenangkan orang lain,tetapi juga sadar bahwa tidak semua orang dapat menerimanya secara positif.
5. Mampu memperbaiki diri.Ia mampu menerima kritik dan saran dari orang lain sebagai masukan untuk memperbaiki diri.
Ciri-ciri Seorang dai yang memiliki konsep diri negative adalah sebagai berikut :
1. Peka terhadap kritik.Jika di kritik orang lain,ia tidah tahan .Ia meresepsi Kritikan orang lain sebagai upaya untuk menjatuhkan dirinya.Oleh karena itu,dai yang tidak dapat menjalankan dialog terbuka,tidak dapat menangkap pikiran-pikiran yang bagus dari para pengkritiknyah karena telinganyah terlanjur “merah.”Ia bersikukuh untuk mempertahankan logika berpikiran nyah yang keliru.
2. Bersifat Hipekritis.Ia terlalu Kritis sehingga cenderung mere-ndahkan dan meremehkan orang lain.Ia begitu berat mengakui kelebihan yang di miliki orang lain,Apalagi yang menjadi saingannyah,Baginya,yang benar adalah dirinyah dan orang lain.Ia merasa tidak di perhatikan dan tidak di anggap akan diakuinyah jika berhubungan dengan pujian terhadap dirinya.
3. Merasa tidak di senangi oleh orang lain.Ia merasa tidak di perhatikan dan tidak di anggap sebagai “orang.”Oleh karena itu,ia mudah memerepsi orang lain sebagai lawan,saingan,atau musuh yang mengancam keberadaan dirinyah.Orang yang memiliki sifat ini biasanya susah untuk dapat bergaul secara akrab dan hangat karena ia sendiri merasa tidak di akraban lawanyah adalah pura-pura.Ia susah mengakui kesalahan dirinya.
4. Pesimis dapat bersaing dengan orang lain secara terbuka.Ia enggan untuk berkompetesi dengan orang lain.Ia merasa bahwa sistem yang tidak adil terhadap dirinya.
Seorang dai sudah sepantasnya memiliki konsep diri yang positif karena dari konsep tersebut akan lahir pula pola sikap pemikiran positif.Dai di harapkan tidak keliru dalam memeresapsi orang lain dan mampu mengepresiskan diri agar menimbulkan kesan positif.Sbagai orang yang harus mengetuk hati nurani dalam dakwahnya,seorang dai harus memiliki citra.
terbuka di hadapan mad’unyah.Hanya orang yang memiliki konsep diri positif yang sanggup membuka diri.
Orang yang terbuka atau berani membuka diri adalah orang yang tahu betul terhadap hal-hal yang telah di ketahui orang lain tentang dirinya sehingga tidak perlu menutupnya dengan topeng (kata-kata atau prilaku tertentyu).Ia juga tahu betul terhadap hal-hal yang ada pada dirinya yang tidak perlu di beritahukan kepada orang lain.
1. Analisis
Menganalisis Semua murid yang ada di pengajian bahwasanyah adalah Semua murid ada 15 orang semua murid belum mampu bisa menguasai cara berpidato cara ceramah cara bicara dengan professional akan tetapi di pengajian Tersebut bisa di laksankan kekurangan nyah adalah SDM.setempat cara kalau mau lomba berpidato dengan orang lain sehingga mengakibatkan kekeliruan antara Guru ngaji dan murid Tapi dengan pelafalan Makhrozul khuruf mereka sangat bagus dengan membaca Al-Qur’an dengan baik dan teliti akan tetapi biar ada generasi penerus alangkah baiknya Cara berpidato kalau istilah dalam mata kuliah saya yaitu belajar Retorika cara nyah gimna sih cara menarik perhatian antara mad;unya biar tertarik dengan pembicaan kita agar lebih professional.
Nah untuk itu anak anak di warga masyarakat pengajian anak-anak agar mereka dan bisa memahami cara berceramah dengan baik dan benar agar bisa untuk berdaya saing di antara lomba lomba di tingkat SD,MI maupun di pendidikan lainya.
2. Khalayak sasaran
Murid yang 15 orang itu nampaknya tidak bisa atau mungkin bisa mengikuti dengan baik dan benar akan tetapi mereka seperti kekurangan ilmu pengetahuan untuk cara berceramah karena untuk berceramah saja tidak cukup harus di iringi dengan humor dan ketawa ketawa atau dengan nglucu atau dengan yang lainya.
3. Identefekasi masalah dan tujuan penelitian
Masalah yang di hadapi kekurangan Tenaga Guru SDM.Untuk mengembangkan bakat dan minat karena mereka murid yang masih kecil antara kelas 6 atau 5 oleh karena itu bisa menyeimbangi dengan anak-anak karena ilmu itu sangat penting dan harus di ajarkan dari usia dini.
METHODOLOGI PENELITIAN
Pada dasarnya Pelatihan Dai Terhadap anak-anak merupakan kunci dasar
No Keterangan Tujuan Judul
1.Siti Rosanti Memberikan Arahan Terhadap subjek agar bisa di mengeerti apa sih Pelatihan itu Agar bisa memahami tatacara berceramah/mubalighoh cara berceramah harus dengan ilmunya Sosial Masyrakat
Tema Pelatihan Dai Terhadap anak-anak
2.Ustadz Mulyana Memberikan Penjelasan agar madu dan subyeknyah harus jelas agar dapat di pahami Tujuan Tersebut agar Murid-murid Tsb.Mampu mendengarkan Cramah Tersebut Ku agung-agung na agama Islam
3.Muhamad Mamat Syihab Memberikan Pengarahan Agar cara menyampaikan Ceramah dengan yang baik itu gimna Agar Murid murid bisa menjalakan untuk generasi selanjutnyah Amal Shaleh
Rancangan Pelatihan Dai Terhadap anak-anak
KEGIATAN
1. Pelatihan Dai Terhadap anak-anak
2. Pelatihan Dai Terhadap anak-anak DESKRIPSI
1. Mampu menguasai cara berpidato dengan baik dan benar
2. Meningkatkan Cara berpidato di depan umum A1LOKASI WAKTU
1. Waktu Pukul dari pukul 18:00 sampai 19: 00
2. Waktu Pukul Dari pukul
18 : 00 Sampai 19 :00
PENDAHULUAN
1. Pengkondisian
a. Pembawa Acara Saya Siti Rosanti Mengucapkan salam dan mengucapkan rasa syukur Kehadirat ilahirobi dan menjelaskan tentang apa sih Manajemen Pelatihan Dakwah itu bahwasanya di Rinci dari Rangkaian Selaku Dosen saya Bapak Aep Kusnawan ,S.Ag,M.Ag bahwasanyah
b. Dalam kata pengantar Setiap Orang dalam hidupnya pernah berlatih.Bayi Bayi berlatigh berjalan,anak- nak berlatih naik sepeda,remaja berlatih naik motor,dewasa berlatih mengendarai mobil,para sufi berlatih.
Kita juga berlatih sebagai mahasiswa atau mahasiswa untuk berlatih cara berpidato
c. Apresepsi :
Ketua penyelenggara
Untuk Murid Murid untuk menuliskan hasil dari ceramah- ceramah
Ustadz yang saya undang agar mereka jadi keliatan ada yg memperhatikan atau tidaknya
d. Motivasi
Ketua penyelenggara memberikan Semangat kepada murid murid tersebut
e. Informasi
Agar menyampaikan dan tujuan atau tema yang akan di pelajari agar murid murid bisa memperhatikan dengan baik dan benar dan cara menyampaikan pemateri Tersebut agar lebih bisa memehami bahwasanya orang yang menjadi mubaligh harus memiliki Kriteria tersendiri
KEGIATAN INTI
PELAKSANAAN KEGIATAN
HASIL DAN PEMBAHASAN
1. Ketua Penyelenggara Meminta Pemateri Untuk menjelaskan Tentang Ceramah Ceramah yang berkajian Islami dengan meneladani ISLAM bahwasanyah islam sangat luas untuk di kaji
- Ceramah tersebut berkaitan dengan Tntang islam Bahwasanya Islam adalah
- Ku agung agungna agama islam
- Yang berisi oleh Guru saya sendiri yaitu
- Ustadz Maulana
- Pemateri Kedua yaitu Tema berkaitan Amal Shaleh
Yaitu Teman saya Yang bernama Ustadz Muhamad mamat Syihab dia Kuliah di
Di berPurwakarta jurusan PAI.
Kegiatan Bertepatan Hari Rabu melaksanakan Kegiatan Selama Satu Hari
Dengan adanya Kegiatan ini Dari Persiapan Pukul 17: 00 Sampai Pukul 20: 00 karena waktu tidak terlalu lama karena murid murid di pengajian masih anak kecil dan masih usia kelas 6 man dan kelas 5 SD atau Mia tau ada juga yang TK.
Kegiatan ini berjalan selama Satu Hari Alhamdulilah dengan baik dan benar saya bersama Guru saya di temani
Pelaksanaan ini pertama saya memberi pengarahan Terhadap Anak Tersebut agar bisa mengeerti dan memahami nyah.
Alokasi Waktu
Tempat di Kamp.Cijalu RT.02 RW 09. Desa Cipancar Kabupaten Subang
Dari mempersiapkan pukul 17:00 sampai pukul 20 : 00
Hasil dari pembahsan Tersebut Bahwasanya adalah Oleh Guru saya disini di kampung jadi di kampung mah gini cara belajarnyah dengan Metode Belajar Huruf Hijaiyah dan tata cara membaca Al-Quran Sehingga guru saya pun Kesulitan gimna sih tata cara menjadi Mubalighoh itu khususnya untuk ada di kota kota.Ujar kata Guru saya
Tetapi tata cara membaca al-Quran pun Karena Guru saya adalah tamatan Smp.Akan tetapi mereka menjadi Guru ngaji tapi oleh pemerintah di gajih 600.Ratus Sebulan.
Masalah indetefekasi Juga bisa di selesaikan bagaimna Cara menjadi Dai agar tidak ada kekeliruan dalam berceramah saat menyampaikan pesan atau hal lainya.
2. Bagamna sih masalah tersebut bisa di selesaikan
Solusi Tersebut agar mereka bisa memahami cara berceramah dan mempunyai keraguan-keraguan dalam berceramah aku tes mereka bahwasanyah dalam berucap juga masih tidak mempunyai Kekuatan mental tapi kekuatan mental itu di latih dari kecil seperti yang bapak dosen saya Tuliskn bahwasanyah tidak akan mudah sendiri akan tetapi pasti butuh berperoses.
3. Menggambarkan dari indicator kegiatan Tersebut
Saya selaku Yang melatih Dai Tersebut.Bahwasanya adalah ingin mencapai ke puncak yang lebih tinggi itu adalah butuh proses misalkan kita ingin mempunyai sesuatu harus lebih dari sekarang yaitu planning.dari sekarang dari mulainya.
5.dari hasil Rekomendasi Pengabdian Tersebut bisa di katakana dengan bhwasanyah saya memilih untuk di pengajian karena muridnyah sangat banyak.Terutama fasilitas nyah juga terjangkau dan saya sebetulnya mau ngambil pengambdian di sekolah akan tetapi saya gak terlalu dekat dengan guru-guru saya terhubung saya akan mengambil pengabdian di ponpes al-ihsan akan tetapi masih Covid 19 jadi sekarang daerah nyah masih covid 19.Tapi Al-hamdulilah dengan baik dan benar Hasil dari kegiatan Trsebut maksimal.Tanpa ada paksaan dan dorongan akan tetapi itu muncul dari keyakinan hati sendiri saya pribadi.
Terimaksih Dosenkuuu.
Tercintah.
Dosen.
Aep Kusnawan,S,Ag,M.Ag
Ustadz Maulana
Mengisi waktu
Dari pukul 19: 00 sampai Pukul 20.00
Ustadz Muhamad mamat Syihab
Mengisi waktu
Sesudah Ustadz Maulana Mengisi Pukul
20.00 sampai pukul 21.00
Singkatan dan akronim
Model Pembelajaran Anak SD /MI Dan Tk
Kenapa saya mengambil ini karena Saya suka dengan anak-anak mengajar.
Terimaksih Kepada Guru saya sudah membantu dalam melakukan penelitian Dakwah ini
Terutama kepada Pemateri yang sanggup Untuk Menjalankan nyah dengan Sungguh-Sungguh.
Kesimpulan
Bahwasanyah Kita adalah Seorang manusia dan harus menjadi bagian dari masyrakat itu terutama dalam menjadi seorang yang bermanfaat bagi nusa dan Negara intinya kita harus bisa berinteraksi dengan Masyarakat Terlebih dari itu Kita Harus Mampu menjalankan Tugas karena kita Sebagai manusia hanya bisa di dunia dengan Amal di dunia dan akhirat akan di pertanggung jawabkan.
DAFTAR PUSTAKA
A.S Enjang,2 september 2014.Filsafat Dakwah (Sebuah Upaya Keluar dari kemelut Mempermasalahkan Dakwah),Makalah di sampaikan pada :Majelis Reboan “ Bandung
Q-Anees,Bambang.”Daya Tawar Tradisi Lengkap Terhadap Pengaruh Luar “dalam www.gerbang.jabar.go.id
Qomaruzzaman.2 januari 2003.islam Sunda,islam Tradisi atau Islamisasi Tradisi ?.Pikiran Rakyat
Sambas ,Sukardi 1995.Kontruksi Keilmuan Dakwah Prespektif Filsafat ilmu :


0 komentar:
Posting Komentar