06 Juni 2020

Review Buku

Judul Buku: Karena Hidup Hanyalah Sebuah Persinggahan
Penulis: Riawani Elyta & Shabrina Ws
Jumlah Halaman : VIII + 191
Pengulas: Fairuz
Instagram : @fairuz_hutami86


Dalam kehidupan ini, kita juga memerlukan "halte" untuk sejenak beristirahat. Tempat untuk kita sedikit merenungkan berbagai pengalaman hidup, lintasan peristiwa demi peristiwa, sehingga diri kita bisa berkaca pada kesalahan masa lalu, agar kesalahan masa lalu iti tak terulang lagi, agar waktu yang kita jalani dapat kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya, dan agar ke depannya, kita bisa menjadi manusia yang lebih baik dari kita yang sebelumnya.

Buku ini merupakan hasil perenungan para penulis saat mereka sejenak mengistirahatkan jiwa dan raga mereka di halte kehidupan. Dimana tempat itu ketika mereka merasa perlu untuk sejenak berhenti dan memberi ruang dan waktu untuk mereka berpikir dan merasakan masalah kehidupan sehingga pada akhirnya terbitlah kesadaran bahwa sesungguhnya hidup di dunia ini hanyalah sebuah persinggahan.

Buku ini ditulis dengan daftar isi, sebuah perjalanan, pengalaman, keluarga, waktu, tumbuh, tunduk, teguh, tulus, kemenangan, relakan, prasangka dan epilog oleh penulis.

PERJALANAN
"Tariklah pelajaran dari apa yang telah kau lewatkan serta setelah itu bersungguh-sungguhlah". (Utsman bin Affan)
Perjalanan yang kita jalani bukan hanya tentang mencari tapi tentang bagaimana cara kita memulai sebuah perjalanan itu.

PENGALAMAN
"Pengalaman adalah guru yang sulit, karena ia memberikan ujian terlebih dahulu baru kemudian ia memberikan pelajarannya". (Vernon Sanders Law)
Kita ini semua pelajar, pelajar di sekolah kehidupan, gurunya adalah pengalaman.
Pengalaman dari kesalahan, kejatuhan, kegagalan, kekalahan, cacian, hinaan, dll. Dari semua peristiwa itu kita bisa belajar bagaimana cara bangkit dari kegagalan, cara berbenah diri dari kesalahan, dan cara bagaimana bertahan dari ketidakpastian.

KELUARGA
"Jika engkau kesal dengan keluargamu, apakah engkau akan berterima kasih saat mereka dipanggil kembali oleh Tuhan?" (Mario Teguh)
Keluarga bukan hanya sekedar rumah tempat kita bernaung. Akan tetapi, mereka juga harta yang paling indah. Maka dari itu bahagiakan lah keluargamu, jangan sampai kita rela memupuk kejayaan demi tepuk tangan orang lain sementara keluarga kita justru merasakan kehilangan.

WAKTU
"Bila datang waktu sore, janganlah kau nantikan waktu pagi. Dan bila datang waktu pagi janganlah kau nantikan waktu sore. Gunakanlah saat sehatmu sebelum datang saat sakitmu. Gunakanlah saat hidupmu sebelum datang kematianmu" (Umar bin Khattab)
Setiap detik adalah kesempatan untuk berjuang pada setiap kebaikan yang kita akan lakukan. 

TUMBUH
"Orang yang berakal adalah mereka yang mengetahui bahwa dunia ini tidak diciptakankan hanya untuk bersenang-senang semata"_ (Ibnu Jauzi)
Tumbuh itu tentang proses, bukan perihal Siapa yang lebih dulu sukses, karena buah saja tak langsung tumbuh dalam semalam. Semua yang profesional dibentuk oleh proses bukan terlahir secara tiba-tiba.

TUNDUK
"Jika kau hampa dan tak tahu harus berbuat apa, mungkin saat itu sesungguhnya kau perlukan adalah kembali menelusuri sunnah-sunnah-Nya" (Riawani Elyta)
Mendekatlah kepada-Nya. Telusuri lembar-lembar ayat suci-Nya. Bacalah perlahan. Renungkan dalam-dalam. Sungguh, di dalam firman-Nya ada obat yang menyembuhkan.

TEGUH
"Sesungguhnya, setan tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhannya" (QS. An-Nahl: 99)
Berani mengambil risiko bukan berarti akan siap hancur, akan tetapi waspada untuk tetap kuat. Gagal itu memang menyakitkan, tapi bagi para pejuang kehidupan, tak ada yang lebih menyakitkan daripada menyerah dan hancur secara pelan-pelan.

TULUS
"Jika tanganmu terlalu pendek untuk membalas kebaikan sahabat, maka perpanjanglah lisanmu dengan memperbanyak terima kasih dan mendoakan mereka." (Syekh Muhammad Shalih Al-Munajjid)

KEMENANGAN
"Tetaplah kalian berpegang teguh pada dzat pemilik Keagungan dan Kemuliaan." (HR. Tirmidzi)
Saat kau sedang merayakan kemenangan, lawanmu pun sedang memetik hikmah dari kekalahan. dan tidak semua kemenangan itu harus dirayakan sebagaimana tidak semua kegagalan harus disesalkan. Kadang juga kemenangan tidak melulu tentang menyalahkan orang lain, ada kalanya mengalah adalah cara memenangkan hati dan diri sendiri.

RELAKAN
"Sesungguhnya, cukuplah orang tua dianggap tega dan kejam apabila ia membiasakan anaknya hidup mudah serta membiarkan anak menikmati kesenangan yang merusak masa depannya." (Fauzil Adhim)
Kau boleh memperjuangkan orang yang kau cintai tetapi kau harus tahu kapan saatnya untuk berhenti. Dan jika kau benar-benar memiliki cinta maka kau akan bahagia melihat orang-orang yang kau cintai bahagia.

PRASANGKA
"Banyak yang di antara kita sering membicarakan niat dan maksud seseorang tentang apa yang mereka kerjakan. tidak bisakah kita hanya memperhatikan niat dan tujuan kita masing-masing terhadap apa yang kita kerjakan sendiri." (Dr. Khalid Al-Mushlih)
Jangan menghakimi sesuatu dari yang tampak saja, karena yang terlihat hitam belum tentu sekelam kenyataannya.

Epilog penulis
Mungkin, kau belum sepenuhnya mengerjakan apa yang kau. Tapi setidaknya, kau menyampaikan sesuatu yang benar. 
Dan jika kau belum bisa menyampaikan sesuatu yang benar, setidaknya kau tidak mengajak kepada kemaksiatan. Semoga Allah meridhoi segala yang terlahir dan tersembunyi. Aamiin

0 komentar:

Contact

Hubungi saya

Silahkan hubungi saya bila ada keperluan. Insyaalah saya akan balas bila sedang tidak sibuk :).

Address:

Masjid As-Sakinah, Jl. Padasuka, Gg. Babakan Cihapit IV, Kota Bandung

Work Time:

Monday - Friday from 9am to 5pm

Phone:

0812 2337 7612

Cari Jurnal harian disini

Diberdayakan oleh Blogger.

Blogroll

Blogger templates

About