Pengertian Patologi Sosial
Secara Bahasa
dan istilah Patologi berasal dari
kata Pathos yakni
penderitaan, penyakit. Dan logos yaitu ilmu, atau ilmu
tentang penyakit. Patologi sosial adalah ilmu tentang gejala-gejala sosial yang
dianggap “Sakit”, disebabkan oleh faktor-faktor sosial. Patologi sosial ialah
ilmu tentang “penyakit masyarakat”, yaitu setiap tingkah laku manusia yang
dianggap tidak sesuai, melanggar tingkahlaku umum dan adat istiadat, atau tidak
terintegrasi dengan tingkah laku tidak biasa.
Secara definisi berarti semua tingkah
laku yang bertentangan dengan norma kebaikan, stabilitas lokal. Pola
kesederhanaan, moral, hak milik, solidariatas kekeluargaan, hidup rukun
bertetangga, disiplin, kebaikan dan hukum formal.
Patologi sosial adalah
suatu gejala dimana tidak ada persesuaian antara berbagai unsur dari suatu
keseluruhan sehingga dapat membahayakan kehidupan kelompok atau yang merintangi
pemuasan keinginan fundamental dari anggota-anggotanya, akibatnya pengikatan
sosial patah sama sekali (Koe Soe Khiam, 1963).
Para sosiologi
mendefinisikan patologi sosial sebagai semua tingkah laku yang bertentangan
dengan norma kebaikan, stabilitas lokal, pola kesederhanaan, moral,hak milik,
solidaritas, kekeluargaan, hidup rukun bertetangga, disiplin, kebaikan dan
hukum formal.
Pengertian Patologi Sosial telah
didefinisikan oleh para Ahli sosilogi pada awal abad ke-19 dan awal abad
ke-20. Yaitu Patologi Sosial adalah ilmu tentang gejala-gejala sosial yang
dianggap sakit. Disebabkan oleh faktor-faktor sosial. Berasal dari kata Phatos
(Yunani) : penderitaan, penyakit dan logos yang berarti ilmu.
Menurut Kartini Kartono Patologi Sosial adalah semua tingkah laku yang bertentangan dengan norma
kebaikan, stabilitas lokal, pola kesederhanaan, moral, hak milik, solidaritas
kekeluargaan, hidup rukun bertetangga, disiplin, kebaikan dan hukum formal.
Menurut Sigmund Freud
(1856-1939), Patologi sosial à perilaku menyimpang yang ditandai
adanya polapola kepribadian yang inadekuat disertai dengan
pengalaman-pengalaman atau konflik-konflik ketidaksadaran antara
komponen-komponen kepribadian id, ego, dan superego.
Menurut Dollard,
Patologi sosialà penyimpangan perilaku yang disebabkan oleh adanya agresi
sebagai akibat rasa frustasi yang muncul karena ketidakpuasan dalam diri
seseorang.Menurut Koe Soe Khiam (1963), Patologi sosial à suatu
gejala dimana tidak ada kesesuaian antara berbagai unsur dari suatu keseluruhan
sehingga dapat membahayakan kehidupan kelompok atau yang merintangi pemuasan
keinginan fundamental dari anggota-anggotanya, akibatnya pengikatan sosial
patah sama sekali.
Jika kita memahami
masyarakat sebagai sistem organisme, istilah patologi dapat digunakan untuk
menjelaskan adanya penyakit yang menjangkiti masyarakat. Menggunakan analogi
organisme, penyakit adalah sesuatu yang berbahaya sehingga harus diobati ketika
menjangkiti tubuh atau organisme. Bahkan sebisa mungkin diantisipasi
kemunculannnya.
Dalam konteks sosial, patologi juga harus dieliminasi karena berbahaya bagi keberlangsungan masyarakat. Bagi Durkheim, patologi berbahaya bagi kelangsungan sistem sosial secara lebih luas. Pengertian patologi dapat dideskripsikan sebagai penyakit sosial yang ada di masyarakat.
Lihat juga :Rohani, kapan bicara kapan diam
Bagaimana mengidentifikasi
suatu permasalahan sebagai patologi sosial? Di sini letaknya sisi kontroversial
teori Durkheim. Suatu permasalahan sosial bisa dikategorikan sebagai patologi
ketika permasalahan itu berpotensi meruntuhkan sistem sosial yang mapan. Sistem
sosial rentan runtuh bila norma sosial tidak dipelihara oleh anggota
masyarakat.
Jika demikian, hampir
semua permasalahan sosial adalah patologi sosial? Memang demikian, karena hanya
faktor-faktor yang dapat menjaga keberlangsungan masyarakat yang tidak
patologis. Namun perlu dicatat, bahwa patologi sosial tidak selamanya
mengancam, tergantung pada level bahayanya.
Patologi ada kalanya
dibutuhkan untuk tetap memenuhi kebutuhan sistem sosial. Kriminalitas adalah
patologi sosial yang dieliminasi oleh masyarakat melalui instrumen negara.
Namun tingkat kriminalitas yang nol mengancam keberadaan reserse kriminal.
Penekanan pengertian
patologi dengan demikian tidak pada upaya mengeliminasinya, melainkan pada proses
terciptanya patologi itu dalam struktur sosial masyarakat. Ini adalah Contoh
patologi social sebagai berikut:
Rasisme
Perilaku rasis adalah
perilaku sosial yang patologis. Pembedaan masyarakat secara horizontal secara
ras seharusnya tidak melahirkan perlakukan yang berbeda. Warna kulit tidak
menentukan kelas sosial seseorang, itu seharusnya. Namun senyatanya rasisme
eksis di masyarakat.
Korupsi
Korupsi adalah penyakit sosial yang dapat menjangkiti semua level
masyarakat. Dari level terendah sampai tertinggi, perilaku korup bisa muncul.
Namun demikian, korupsi sebagai penyakit yang berbahaya adalah korupsi yang
dilakukan para elit.
Kemiskinan
Kemiskinan menjadi patologi sosial karena kehadirannya mengancam sistem
sosial. Problem sosial yang lahir dari akar kemiskinan tak terhitung jumlahnya.
Orang melakukan tindak kriminal karena kondisi hidupnya yang miskin.
Diskriminasi
Perilaku diskriminatif adalah penyakit sosial. Diskriminasi bisa lahir
dari berbagai faktor yang sepele, misal perbedaan atribut. Sebagai contoh,
tinggi badan seseorang adalah atribut yang bisa menjadi basis munculnya
diskriminasi. Gender adalah atribut yang bisa menciptakan diskriminasi.
Berbagai contoh lain bisa
menunjukkan praktik patologi sosial. Kadang tanpa sadar kita menjadi bagian
dari patologi itu sendiri. Misalnya, kita makan makanan yang tidak higenis
sehingga melahirkan wabah virus yang menular. Virus bukan patologi sosial,
tetapi perilaku kolektif mengonsumsi makanan kotor adalah patologi sosial.
Sampai di sini kita
memahami bahwa patologi sosial diproduksi oleh perilaku sosial. Perlu dicatat,
produksi patologi sosial berlangsung dalam struktur sosial tertentu yang
menopang perilaku patologis tersebut.
Dengan kata lain, lahirnya
patologi sosial tidak lepas dari struktur sosial. Misalnya, di suatu masyarakat
yang norma sosialnya mendukung serawung antar tetangga. Jika ada pendatang yang
menutup terus pintu rumahnya, perilaku pendatang tersebut bisa diangap
patologis. Norma serawung bisa hilang jika makin banyak perilaku menutup rumah
dipraktikkan.
2. Tujuan dan
Kegunaan Patologi Sosial
Tujuan dalam memperlajari patologi social adalah
untuk mempelajari masalah-masalah social yang ada dalam masyarakat ini
mempunyai beberapa tujuan antara lain :
1. Memberikan pengatahuan
kepada masyarakat akan masalah-masalah social yang ada dalam masyarakat
2. Memberikan kesadaran
kepada masyarakat bahwa masalah-masalah social da;am masyarakat akan berdampat
buruk terhadap perkembangan serta nama baik masyarakat itu sendiri.
3. Agar masyarakat mampu
untuk tidak terlibat dalam masalah-masalah social yang ada dalam masyarakat
4. Agar masyarakat mampu ikut
berperan aktif dalam meminimalkan serta mencegah dan menanggulangi
masalah-masalah yang ada terjadi sekarang dalam masyarakat
5. Ada tindalan positif dari
pemerintah untuk berperan aktif dalam mencegah dan menanggulangi
masalah-masalah yang ada dalam masyarakat.
Sedangkan kegunaan dari
mempelajari potologi social ini adalah untuk mengetahui masalah-masalah yang
ada dalam masyarakat dan diharapkan dapat memberikan banyak kegunaan dan
manfaat bagi kita semua sebagai mahasiswa yang akan langsung terjun
kemasyarakat. Kegunaan yang diharapkan setelah mempelajari mata kuliah patologi
social ini antara lain:
1. Memberikan pengatahunan
kepada mahasiswa dan masyarakat pada umumnyatentang masalah-masalah social
2. Memberikan kedasaran
kepada mahasiswa dan masyarakat pada umumnya betapa pentingnya bersosialisasi
sehingga tidak akan pernah terjadi masalah-masalah yang ada dalam masyarakat.
3. Memberikan kesejahteraan
kepada semua orang dengan tidak adanya lagi masalah-masalah social yang ada
dalam masyarakat.
3. Objek Formal
Dan Material Patologi Sosial
Objek formal patologi
social adalah tingkah laku yang menyimpang baik individu maupun kelompok dalam kehidupan
masyarakat adapun objek materialnya adalah fakta dan kejadian-kejadian
meyimpang dalam kehidupan masyarakat disebabkan oleh factor-faktor social yang
dianggap sakit gejala social.
Akibat dari banyaknya
masalah social, maka akan muncul apa yang disebut dengan tingkah laku
sosiopotik, deviasi social, diintegrasi dosis dan diferensi social. Akhirnya,
apabila tingkah laku menyebar ditengah masyarakat, berlangsunglah deviasi
situasional kumulatif misalnya dalam bentuk kebudayaan korupsi, kolusi, nepotisme,
deviasi seksual, dan seterunya.
Penyebab
Perubahan Sosial Soerjono menyebutkan dua faktor yang menyebabkan perubahan
sosial dalam masyarakat sebagai berikut.
a. Faktor
Internal
1) Bertambah dan berkurangnya
penduduk.
2) Adanya penemuan-penemuan baru yang meliputi berbagai proses
sebagai berikut.
a) Discovery, penemuan unsur
kebudayaan baru.
b) Invention, pengembangan dari discovery.
c) Inovasi, proses pembaruan.
b. Faktor
Eksternal
Faktor
eksternal berasal dari pengaruh kebudayaan lain dengan melalui adanya kontak
kebudayaan antara dua masyarakat atau lebih yang memiliki kebudayaan yang
berbeda. Akulturasi (proses percampuran dua kebudayaan atau lebih yang saling
bertemu dan saling memengaruhi) dan asimilasi (suatu sikap penyesuaian
(peleburan) sifat asli dengan sifat lingkungan sekitar kebudayaan berperan
dalam perubahan ini.)
Dampak
Perubahan Sosial Dampak perubahan sosial antara lain sebagai berikut.
a.
Integrasi
Sosial
Perubahan
sosial di masyarakat perlu diikuti dengan adanya penyesuaian baik unsur
masyarakat maupun unsur baru. Hal demikian sering disebut sebagai integrasi
sosial. Unsur yang saling berbeda dapat saling menyesuaikan diri. Indonesia
terdiri dari beraneka ragam suku bangsa dan budaya, sehingga diharapkan semua unsur
atau komponen bangsa dapat menyesuaikan diri. Oleh karena itu, akan tercipta
integrasi sosial atau integrasi nasional Indonesia.
b.
Disintegrasi
Sosial
Disintegrasi sering diartikan sebagai proses terpecahnya suatu kesatuan menjadi bagian-bagian kecil yang terpisah satu sama lain. Dapat juga dikatakan bahwa disintegrasi sosial merupakan proses terpecahnya suatu kelompok sosial menjadi beberapa unit sosial yang terpisah satu sama lain. Proses ini terjadi akibat hilangnya ikatan kolektif yang mempersatukan anggota kelompok satu sama lain. Perubahan sosial sering ditandai dengan perubahan unsur kebudayaan, tanpa diimbangi perubahan unsur kebudayaan yang lain yang saling terkait. Biasanya unsur yang cepat berubah adalah kebudayaan kebendaan bila dibandingkan dengan kebudayaan rohani.
Upload Tugas : Fairus Utami tentang Patologi Sosial
Referensi
Burlian, Paisol. 2016. Potologi
Sosial. Jakarta: PT Bumi Aksara
Sadiq. 2020. Potologi Sosial:
Pengertian dan Contohnya. Sosiologis.com https://sosiologis.com/patologi-sosial
Tasmia sc. 2020. Potologi sosial dalam masyarakat, khususnya
kalangan remaja. Kompasiana https://kompasiana.com?amp/tasmiasc9262/5eb5878bd541df5ade135d58/potologi-sosial-dalam-masyarakat-khusus-di-kalangan-remaja
Makalah Potologi Sosial. 2010. oneclubaplikom https://oneclubaplikom.wordpress.com/2010/12/18/malakah-patologi-sosial


0 komentar:
Posting Komentar