25 Oktober 2020

Patologi Sosial; Pengertian, Tujuan dan Objek Formal


Pengertian Patologi Sosial

Secara Bahasa dan istilah Patologi berasal dari kata Pathos yakni penderitaan, penyakit. Dan logos yaitu ilmu, atau ilmu tentang penyakit. Patologi sosial adalah ilmu tentang gejala-gejala sosial yang dianggap “Sakit”, disebabkan oleh faktor-faktor sosial. Patologi sosial ialah ilmu tentang “penyakit masyarakat”, yaitu setiap tingkah laku manusia yang dianggap tidak sesuai, melanggar tingkahlaku umum dan adat istiadat, atau tidak terintegrasi dengan tingkah laku tidak biasa.

Secara definisi berarti semua tingkah laku yang bertentangan dengan norma kebaikan, stabilitas lokal. Pola kesederhanaan, moral, hak milik, solidariatas kekeluargaan, hidup rukun bertetangga, disiplin, kebaikan dan hukum formal.

Patologi sosial adalah suatu gejala dimana tidak ada persesuaian antara berbagai unsur dari suatu keseluruhan sehingga dapat membahayakan kehidupan kelompok atau yang merintangi pemuasan keinginan fundamental dari anggota-anggotanya, akibatnya pengikatan sosial patah sama sekali (Koe Soe Khiam, 1963).

Para sosiologi mendefinisikan patologi sosial sebagai semua tingkah laku yang bertentangan dengan norma kebaikan, stabilitas lokal, pola kesederhanaan, moral,hak milik, solidaritas, kekeluargaan, hidup rukun bertetangga, disiplin, kebaikan dan hukum formal.

Pengertian Patologi Sosial telah didefinisikan oleh para Ahli sosilogi pada awal abad ke-19 dan awal abad ke-20. Yaitu Patologi Sosial adalah ilmu tentang gejala-gejala sosial yang dianggap sakit. Disebabkan oleh faktor-faktor sosial. Berasal dari kata Phatos (Yunani) : penderitaan, penyakit dan logos yang berarti ilmu.

Menurut Kartini Kartono Patologi Sosial adalah semua tingkah laku yang bertentangan dengan norma kebaikan, stabilitas lokal, pola kesederhanaan, moral, hak milik, solidaritas kekeluargaan, hidup rukun bertetangga, disiplin, kebaikan dan hukum formal.

Menurut Sigmund Freud (1856-1939), Patologi sosial à perilaku menyimpang yang ditandai adanya polapola kepribadian yang inadekuat disertai dengan pengalaman-pengalaman atau konflik-konflik ketidaksadaran antara komponen-komponen kepribadian id, ego, dan superego.

Menurut Dollard, Patologi sosialà penyimpangan perilaku yang disebabkan oleh adanya agresi sebagai akibat rasa frustasi yang muncul karena ketidakpuasan dalam diri seseorang.Menurut Koe Soe Khiam (1963), Patologi sosial à suatu gejala dimana tidak ada kesesuaian antara berbagai unsur dari suatu keseluruhan sehingga dapat membahayakan kehidupan kelompok atau yang merintangi pemuasan keinginan fundamental dari anggota-anggotanya, akibatnya pengikatan sosial patah sama sekali.

Jika kita memahami masyarakat sebagai sistem organisme, istilah patologi dapat digunakan untuk menjelaskan adanya penyakit yang menjangkiti masyarakat. Menggunakan analogi organisme, penyakit adalah sesuatu yang berbahaya sehingga harus diobati ketika menjangkiti tubuh atau organisme. Bahkan sebisa mungkin diantisipasi kemunculannnya.

Dalam konteks sosial, patologi juga harus dieliminasi karena berbahaya bagi keberlangsungan masyarakat. Bagi Durkheim, patologi berbahaya bagi kelangsungan sistem sosial secara lebih luas. Pengertian patologi dapat dideskripsikan sebagai penyakit sosial yang ada di masyarakat.

Lihat juga :Rohani, kapan bicara kapan diam

Bagaimana mengidentifikasi suatu permasalahan sebagai patologi sosial? Di sini letaknya sisi kontroversial teori Durkheim. Suatu permasalahan sosial bisa dikategorikan sebagai patologi ketika permasalahan itu berpotensi meruntuhkan sistem sosial yang mapan. Sistem sosial rentan runtuh bila norma sosial tidak dipelihara oleh anggota masyarakat.

Jika demikian, hampir semua permasalahan sosial adalah patologi sosial? Memang demikian, karena hanya faktor-faktor yang dapat menjaga keberlangsungan masyarakat yang tidak patologis. Namun perlu dicatat, bahwa patologi sosial tidak selamanya mengancam, tergantung pada level bahayanya.

Patologi ada kalanya dibutuhkan untuk tetap memenuhi kebutuhan sistem sosial. Kriminalitas adalah patologi sosial yang dieliminasi oleh masyarakat melalui instrumen negara. Namun tingkat kriminalitas yang nol mengancam keberadaan reserse kriminal.

Penekanan pengertian patologi dengan demikian tidak pada upaya mengeliminasinya, melainkan pada proses terciptanya patologi itu dalam struktur sosial masyarakat. Ini adalah Contoh patologi social sebagai berikut:

Rasisme

Perilaku rasis adalah perilaku sosial yang patologis. Pembedaan masyarakat secara horizontal secara ras seharusnya tidak melahirkan perlakukan yang berbeda. Warna kulit tidak menentukan kelas sosial seseorang, itu seharusnya. Namun senyatanya rasisme eksis di masyarakat.

Korupsi

Korupsi adalah penyakit sosial yang dapat menjangkiti semua level masyarakat. Dari level terendah sampai tertinggi, perilaku korup bisa muncul. Namun demikian, korupsi sebagai penyakit yang berbahaya adalah korupsi yang dilakukan para elit.

Kemiskinan

Kemiskinan menjadi patologi sosial karena kehadirannya mengancam sistem sosial. Problem sosial yang lahir dari akar kemiskinan tak terhitung jumlahnya. Orang melakukan tindak kriminal karena kondisi hidupnya yang miskin.

Diskriminasi

Perilaku diskriminatif adalah penyakit sosial. Diskriminasi bisa lahir dari berbagai faktor yang sepele, misal perbedaan atribut. Sebagai contoh, tinggi badan seseorang adalah atribut yang bisa menjadi basis munculnya diskriminasi. Gender adalah atribut yang bisa menciptakan diskriminasi.

Berbagai contoh lain bisa menunjukkan praktik patologi sosial. Kadang tanpa sadar kita menjadi bagian dari patologi itu sendiri. Misalnya, kita makan makanan yang tidak higenis sehingga melahirkan wabah virus yang menular. Virus bukan patologi sosial, tetapi perilaku kolektif mengonsumsi makanan kotor adalah patologi sosial.

Sampai di sini kita memahami bahwa patologi sosial diproduksi oleh perilaku sosial. Perlu dicatat, produksi patologi sosial berlangsung dalam struktur sosial tertentu yang menopang perilaku patologis tersebut.

Dengan kata lain, lahirnya patologi sosial tidak lepas dari struktur sosial. Misalnya, di suatu masyarakat yang norma sosialnya mendukung serawung antar tetangga. Jika ada pendatang yang menutup terus pintu rumahnya, perilaku pendatang tersebut bisa diangap patologis. Norma serawung bisa hilang jika makin banyak perilaku menutup rumah dipraktikkan.

2.      Tujuan dan Kegunaan Patologi Sosial

Tujuan  dalam memperlajari patologi social adalah untuk mempelajari masalah-masalah social yang ada dalam masyarakat ini mempunyai beberapa tujuan antara lain :

1.      Memberikan pengatahuan kepada masyarakat akan masalah-masalah social yang ada dalam masyarakat

2.      Memberikan kesadaran kepada masyarakat bahwa masalah-masalah social da;am masyarakat akan berdampat buruk terhadap perkembangan serta nama baik masyarakat itu sendiri.

3.      Agar masyarakat mampu untuk tidak terlibat dalam masalah-masalah social yang ada dalam masyarakat

4.      Agar masyarakat mampu ikut berperan aktif dalam meminimalkan serta mencegah dan menanggulangi masalah-masalah yang ada terjadi sekarang dalam masyarakat

5.      Ada tindalan positif dari pemerintah untuk berperan aktif dalam mencegah dan menanggulangi masalah-masalah yang ada dalam masyarakat.

Sedangkan kegunaan dari mempelajari potologi social ini adalah untuk mengetahui masalah-masalah yang ada dalam masyarakat dan diharapkan dapat memberikan banyak kegunaan dan manfaat bagi kita semua sebagai mahasiswa yang akan langsung terjun kemasyarakat. Kegunaan yang diharapkan setelah mempelajari mata kuliah patologi social ini antara lain:

1.      Memberikan pengatahunan kepada mahasiswa dan masyarakat pada umumnyatentang masalah-masalah social

2.      Memberikan kedasaran kepada mahasiswa dan masyarakat pada umumnya betapa pentingnya bersosialisasi sehingga tidak akan pernah terjadi masalah-masalah yang ada dalam masyarakat.

3.      Memberikan kesejahteraan kepada semua orang dengan tidak adanya lagi masalah-masalah social yang ada dalam masyarakat.

 

3.      Objek Formal Dan Material Patologi Sosial

Objek formal patologi social adalah tingkah laku yang menyimpang baik individu maupun kelompok dalam kehidupan masyarakat adapun objek materialnya adalah fakta dan kejadian-kejadian meyimpang dalam kehidupan masyarakat disebabkan oleh factor-faktor social yang dianggap sakit gejala social.

Akibat dari banyaknya masalah social, maka akan muncul apa yang disebut dengan tingkah laku sosiopotik, deviasi social, diintegrasi dosis dan diferensi social. Akhirnya, apabila tingkah laku menyebar ditengah masyarakat, berlangsunglah deviasi situasional kumulatif misalnya dalam bentuk kebudayaan korupsi, kolusi, nepotisme, deviasi seksual,  dan seterunya.

Penyebab Perubahan Sosial Soerjono menyebutkan dua faktor yang menyebabkan perubahan sosial dalam masyarakat sebagai berikut.

a. Faktor Internal

1) Bertambah dan berkurangnya penduduk.

2) Adanya penemuan-penemuan baru yang meliputi berbagai proses sebagai berikut.

a) Discovery, penemuan unsur kebudayaan baru.

b) Invention, pengembangan dari discovery.

c) Inovasi, proses pembaruan.

b. Faktor Eksternal

Faktor eksternal berasal dari pengaruh kebudayaan lain dengan melalui adanya kontak kebudayaan antara dua masyarakat atau lebih yang memiliki kebudayaan yang berbeda. Akulturasi (proses percampuran dua kebudayaan atau lebih yang saling bertemu dan saling memengaruhi) dan asimilasi (suatu sikap penyesuaian (peleburan) sifat asli dengan sifat lingkungan sekitar kebudayaan berperan dalam perubahan ini.)

Dampak Perubahan Sosial Dampak perubahan sosial antara lain sebagai berikut.

a.       Integrasi Sosial

Perubahan sosial di masyarakat perlu diikuti dengan adanya penyesuaian baik unsur masyarakat maupun unsur baru. Hal demikian sering disebut sebagai integrasi sosial. Unsur yang saling berbeda dapat saling menyesuaikan diri. Indonesia terdiri dari beraneka ragam suku bangsa dan budaya, sehingga diharapkan semua unsur atau komponen bangsa dapat menyesuaikan diri. Oleh karena itu, akan tercipta integrasi sosial atau integrasi nasional Indonesia.

b.      Disintegrasi Sosial

Disintegrasi sering diartikan sebagai proses terpecahnya suatu kesatuan menjadi bagian-bagian kecil yang terpisah satu sama lain. Dapat juga dikatakan bahwa disintegrasi sosial merupakan proses terpecahnya suatu kelompok sosial menjadi beberapa unit sosial yang terpisah satu sama lain. Proses ini terjadi akibat hilangnya ikatan kolektif yang mempersatukan anggota kelompok satu sama lain. Perubahan sosial sering ditandai dengan perubahan unsur kebudayaan, tanpa diimbangi perubahan unsur kebudayaan yang lain yang saling terkait. Biasanya unsur yang cepat berubah adalah kebudayaan kebendaan bila dibandingkan dengan kebudayaan rohani. 

Upload Tugas : Fairus Utami tentang Patologi Sosial


Referensi

Burlian, Paisol. 2016. Potologi Sosial. Jakarta: PT Bumi Aksara

Sadiq. 2020. Potologi Sosial: Pengertian dan Contohnya. Sosiologis.com https://sosiologis.com/patologi-sosial

Tasmia sc. 2020. Potologi sosial dalam masyarakat, khususnya kalangan remaja. Kompasiana https://kompasiana.com?amp/tasmiasc9262/5eb5878bd541df5ade135d58/potologi-sosial-dalam-masyarakat-khusus-di-kalangan-remaja

Makalah Potologi Sosial. 2010. oneclubaplikom  https://oneclubaplikom.wordpress.com/2010/12/18/malakah-patologi-sosial

 

0 komentar:

Contact

Hubungi saya

Silahkan hubungi saya bila ada keperluan. Insyaalah saya akan balas bila sedang tidak sibuk :).

Address:

Masjid As-Sakinah, Jl. Padasuka, Gg. Babakan Cihapit IV, Kota Bandung

Work Time:

Monday - Friday from 9am to 5pm

Phone:

0812 2337 7612

Cari Jurnal harian disini

Diberdayakan oleh Blogger.

Blogroll

Blogger templates

About