A. Pengertian
Prolem Sosial
Malasalah sosial
adalah istilah dalam sosiologi yang lahir menjadi bagian gejala sosial. Masalah Sosial ini terbentuk dari dua
kata, yakni masalah dan sosial. Masalah artinya adalah ketidaksetaraan yang
terjadi antara keinginan dan kenyataan, sedangkan sosial berarti masyarakat.
Jadi, secara umum masalah sosial ialah persenjangan yang terjadi dalam
masyarakat. Menurut Kartini
Kartono, pengertian masalah sosial merupakan semua bentuk tingkah laku individu
atau kelompok yang melanggar adat istiadat dalam kehidupan masyarakat. Sebagian
besar masyarakat menganggap masalah sosial mengganggu, tidak dikehendaki,
berbahaya, dan juga merugikan banyak orang, termasuk mengacaukan keteraturan sosial yang sudah berjalan.
Masalah sosial
merupakan kondisi yang tidak diinginkan ada di dalam masyarakat karena dapat
mengganggu ketenteraman masyarakat dan diperlukan adanya tindakan sebagai hasil
dari kesepakatan bersama untuk mengatasinya atau memperbaikinya. Masalah sosial
dianggap sebagai persoalan karena menyangkut tata kelakuan yang bersifat
immoral, berlawanan dengan hukum yang bersifat merusak. Masalah-masalah sosial
tidak akan mungkin ditelaah tanpa mempertimbangkan ukuran-ukuran masyarakat
mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk.
Lihat juga: Pengertian, Tujuan, Objek Formal Patologi Sosial
Masalah sosial merupakan masalah yang timbul akibat dari interaksi
sosial antara individu, antara individu dengan kelompok, antara kelompok dengan
kelompok. Interaksi sosial berkisar pada ukuran nilai, adat istiadat, ideologi
dan tradisi yang ditandai dengan suatu proses sosial yang disosiatif. Bahkan
masalah sosial timbul dari proses perkembangan masyarakat. Apalagi kalau proses
perkembangan itu berlangsung dengan cepat sehingga menimbulkan keguncangan di
dalam masyarakat. Sehingga masyarakat kekagetan budaya (cultural shock) dan
kesenjangan budaya (cultural cultural lag).
Lihat Lagi: Sejarah, Latar Belakang Dan Akar dari Patologi Sosial
Masalah sosial timbul karena
adanya ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, di mana
dapat membahayakan kehidupan kelompok sosial atau menghambat terpenuhinya
keinginan-keinginan pokok warga kelompok sosial tersebut yang menyebabkan
kepincangan ikatan sosial. Suatu kondisi yang normal terdapat integrasi serta
keadaan yang sesuai pada hubungan-hubungan antara unsur-unsur masyarakat atau
unsur-unsur kebudayaan. Apabila antara unsur-unsur tersebut terjadi bentrokan
atau ketidaksesuaian, maka hubungan-hubungan sosial terganggu yang
mengakibatkan kegoyahan dalam kehidupan kelompok.
Masalah sosial
merupakan salah satu problema dalam kependudukan yang selalu hadir dan juga muncul
dalam kehidupan masyarakat. Masalah sosial ini terbentuk karena setiap individu
dan individu lainnya memiliki keinginan yang berbeda.
Situasi sosial yang tidak
diinginkan oleh sejumlah orang karena dikhawatirkan akan mengganggu sistem
sosial dan perilaku orang-orang yang terlibat di dalamnya adalah perilaku yang
menyimpang dari nilai atau norma-norma (Horton dan Leslie, 1984). Sedangkan
menurut Zastrow (2000). Masalah sosial adalah suatu kondisi sosial yang
mempengaruhi sejumlah besar orang yang memerlukan perbaikan segera dengan
sekumpulan tindakan-tindakan. Begitupun dengan menurut Pincus dan Minahan, (1975)
Masalah sosial adalah suatu situasi atau kondisi sosial yang dievaluasi oleh
orang-orang sebagai suatu situasi atau kondisi yang tidak mengenakkan atau
situasi problematic
B. Masalah
Problem Sosial
Setiap individu
berkepentingan dengan individu-individu lain dalam kelompoknya sendiri maupun
di luar kelompoknya. Dalam kehidupan sehari-hari rasa berkepentingan itu
tersalurkan melalui proses sosialisasi dan interaksi sosial. Proses sosialisasi
merupakan suatu proses pembelajaran sejak anak itu masih kecil dengan tujuan
untuk membentuk kepribadiannya. Interaksi sosial terjadi ketika anak itu mulai
bergaul dengan orang lain baik dalam lingkungan keluarganya sendiri maupun
dengan orang lain atau masyarakat di luar lingkungan keluarga.
Dalam kehidupannya di
tengah-tengah masyarakat, manusia harus mengemban nilai-nilai dan norma-norma
yang berlaku sebagai penuntun atau pedoman dalam kehidupannya. Oleh karena itu
berbicara mengenai nilai berarti kita berbicara tentang hal-hal yang ideal atau
das sollen yaitu sesuatu yang seharusnya, bukan das sein atau sesuatu yang
senyatanya terjadi. Namun dalam kenyataannya ada orang atau sekelompok orang
yang dengan sengaja dan sadar melakukan hal-hal yang bertentangan dengan
nilai-nilai yang ada dalam masyarakat.
Kenyataan-kenyataan seperti
inilah yang akan menimbulkan kesenjangan dan pada akhirnya akan menimbulkan
masalah-masalah dalam masyarakat. Apabila masalah-masalah itu menjadi
berlarut-larut, maka gejala atau kenyataan itu akan menjadi masalah sosial.
Jadi yang dimaksud dengan masalah sosial adalah kesenjangan antara das sollen
yaitu sesuatu yang seharusnya ada dengan das sein yaitu sesuatu yang senyatanya
terjadi.
1)
Karakteristik Masalah Sosial
a.
Kondisi yang dirasakan banyak orang
Sebuah masalah baru bisa dikatakan sebagai
suatu masalah sosial jika keadaannya dirasakan oleh banyak orang (masyarakat).
tetapi tidak ada batasan tetang berapa jumlah orang yang harus merasakan
masalah itu. Bila sebuah masalah mendapatkan suatu perhatian serta pembicaraan
yang lebih dari satu orang, masalah itu adalah sebuah masalah sosial.
b. Kondisi yang dinilai tidak
menyenangkan
Menurut pandangan hedonisme, orang lebih
cendrung mengulang sesuatu yang menyenangkan serta lebih menghindari sesuatu
yang tidak mengenakan. Orang lebih menghidari masalah, sebab masalah selalu
tidak menyenangkan. Penilaian masyarakat sangat menentukan sebuah masalah bisa
dikatakann sebagai sebuah masalah sosial.
c. Kondisi yang menuntut
perpecahan
Sebuah kondisi yang tidak menyenangkan
senantiasa menuntut pemecahan. Biasanya, sebuah keadan dianggap perlu
dipecahkan bila masyarakat menganggap masalah itu perlu dan harus dipecahkan.
Sebagai Contoh : Pada waktu lalu, masalah
kemiskinan tidak dikategorikan sebagai masalah sosial, karena waktu itu
masyarakat menganggap kemiskinan sebagai sesuatu yang alamiah dan masyarakat
belum mampu memecahkannya
2)
Jenis-Jenis Masalah Sosial
Masalah-masalah sosial yang hidup dalam
masyarakat dapat diklasifikasikan kedalam beberapa hal, yaitu:
·
Kemiskinan
Masalah kemiskinan bisa dipandang secara
relatif oleh masing-masing orang, hal ini tergantung pada taraf kehidupan
masyarakat setempat. Bagi masyarakat modern, miskin itu dipandang karena tidak
terpenuhinya seluruh kebutuhan hidupnya. Akan tetapi bagi masyarakat yang
sederhana kemiskinan itu dipandang karena mereka tidak dapat memenuhi kebutuhan
primernya seperti sandang, pangan, dan papan.
Jadi secara umum kemiskinan dapat diartikan
sebagai suatu keadaan di mana anggota masyarakat tidak sanggup memelihara
dirinya sendiri sesuai dengan taraf kehidupan kelompok, dan juga tidak mampu
memanfaatkan tenaga mental maupun fisiknya dalam kelompok tersebut. Kemiskinan
dapat dibedakan menjadi dua yaitu, miskin budaya dan budaya miskin.
Miskin budaya adalah miskin pengetahuan atau
miskin kreativitas, dengan keterbatasan kemampuannya maka seseorang tidak mampu
melakukan sesuatu yang lebih baik, sehinggatidak bisa memenuhi kebutuhan
pokoknya atau kebutuhan primernya. Adapun budaya miskin adalah budaya malas,
orang yang etos kerjanya sangat rendah meskipun mereka mempunyai kemampuan,
pengetahuan yang memadai dan juga memiliki daya kreatifitas.
·
Kejahatan atau
Kriminalitas
Kejahatan berhubungan dengan
organisasi-organisasi yang hidup dalam masyarakat. Biasanya kejahatan yang
dilakukan oleh seseorang disebabkan karena adanya kekecewaan, merupakan bentuk
kompensasi, dapat juga ditimbulkan oleh golongan yang menganggap dirinya kebal
terhadap hukum dan sarana-sarana pengendalian sosial lainnya, juga situasi
sosial yang memberikan peluang atau kesempatan untuk melakukan kerja
·
Disorganisasi
Keluarga
Adapun yang dimaksud dengan disorganisasi
keluarga adalah perpecahan keluarga sebagai satu unit karena anggota keluarga
gagal memenuhi kewajibannya yang sesuai dengan peranan sosialnya. Bentuk-bentuk
disoganisasi keluarga antara lain:
- Unit keluarga tidak lengkap karena
hubungan di luar perkawinan
- Perceraian dimana-mana
- Tidak ada komunikasi yang baik diantara
anggota keluarga
- Krisis keluarga yang disebabkan faktor
intern dan eksternal
·
Peperangan
Masalah peperangan berbeda dengan masalah
sosial lainnya karena menyangkut beberapa masyarakat sekaligus, sehingga
merupakan masalah sosial yang paling sulit dipecahkan. Peperangan mengakibatkan
disorganisasi dalam berbagai aspek kemasyarakatan baik bagi negara yang dapat
memenangkan perang maupun bagi negara yang kalah perang.
·
Pelanggaran
Terhadap Norma-norma Masyarakat
Bentuk masalah sosial yang disebabkan karena
adanya pelanggaran terhadap norma-norma sosial yang hidup dalam masyarakat
dapat berupa:
- Pelacuran, berpengaruh besar terhadap
moral seseorang.
- Delinkuensi anak-anak yaitu, kelompok
anak-anak muda yangtergabung dalam suatu organisasi baik formal
maupun non formalyang mempunyai tingkah laku yang tidak disukai oleh
masyarakat pada umumnya.
- Alkoholisme, akibat dari alkoholisme
adalah kurangnya kemampuan untuk mengendalikan diri baik secara fisik,
psikologis, maupun sosial sehingga tindakannya akanmengganggu ketenteraman
masyarakat secara umum.
·
Masalah Kependudukan
Masalah kependudukan merupakan masalah dasar
terjadinya masalah-masalah sosial yang lain. Artinya masalah kependudukan
menjadi pendorong timbulnya masalah-masalah sosial yang lain. Pertumbuhan
penduduk akan diikuti oleh pertumbuhan kebutuhan hidupnya. Apabila kebutuhan
hidup itu tidak terpenuhi akan mengakibatkan terjadinya berbagai ketimpangan,
misalnya dalam bidang ekonomi, ekologi atau lingkungan, pendidikan dan
sebagainya.
·
Masalah
Lingkungan
Secara umum, masalah lingkungan dapat
diartikan sebagai masalah yang terjadi dalam lingkungan hidup manusia. Masalah
lingkungan ini tidak bisa berdiri sendiri artinya masalah ini terkait dengan
masalah-masalah yang lain, seperti masalah kependudukan, misalnya tingginya
arus urbanisasi, rendahnya kualitas sumber daya manusia, dan sebagainya. Selain
itu juga terkait dengan perkembangan Iptek.
C. Dinamika Proses Sosial
Sosialisasi dapat
didefinisikan sebagai suatu proses sosial yang terjadi bila seseorang menghayati
dan melaksanakan norma-norma kelompok tempat ia hidup sehingga akan merasa
menjadi bagian dari kelompoknya tadi. Dipandang dari sudut kepentingan
individu, sosialisasi adalah suatu proses sosial yang terjadi bila seorang
individu mendapatkan pembentukan sikap untuk berperilaku yang sesuai dengan
perilaku kelompoknya.
Dinamika proses dalam hidup
bersosial terutama dalam kehidupan bersama di dalam suatu kelompok masyarakat
akan melahirkan sebuah kebudayaan yang berisi berbagai tujuan dan cara bersama
yang diperkenankan untuk mencapai tujuan tertentu. Sebagai akibat dari proses
sosialisasi, setiap individu belajar mengenali berbagai tujuan kebudayaannya.
Selain itu, mereka juga mempelajari berbagai cara untuk mencapai tujuan yang
selaras dengan kebudayaannya. Jika kesempatan untuk mencapai tujuan tersebut
tidak tercapai, maka setiap individu mencari cara lain yang terkadang
menimbulkan penyimpangan. Kemungkinan perilaku menyimpang pun semakin besar
apabila tiap individu diberi kesempatan untuk memilih caranya sendiri.
Para ahli
sosiologi dan antropologi merasa yakin, bahwa tidak ada masyarakat manusia yang
dalam pertumbuhannya tidak mengalami proses dinamika dan perubahan sosial
budaya. Betapapun kecil dan sedikit perubahan-perubahan itu, pada akhirnya
setelah melalui beberapa kurun waktu, akhirnya perubahan sosial budaya itu akan
terakumulasi dan semakin tampak.
Jika dilihat dari teori
pengendalian, kebanyakan orang menyesuaikan dirinya dengan nilai dominan karena
adanya pengendalian dari dalam ataupun dari luar. Pengendalian dari dalam
berupa norma yang dihayati dan nilai yang dipelajari seseorang. Sedangkan
pengendalian dari luar berupa imbalan sosial terhadap konformitas (tindakan
mengikuti warna), dan sanksi hukuman terhadap tindakan penyimpangan. Dalam masyarakat
konvensional, terdapat empat hal yang mengikat individu terhadap norma
masyarakatnya, yaitu
a. kepercayaan, mengacu pada norma
yang dihayati;
b. ketanggapan, yakni sikap
tanggap seseorang terhadap pendapat orang lain, berupa sejauh mana kepekaan
seseorang terhadap kadar penerimaan orang konformis;
c. keterikatan (komitmen),
berhubungan dengan berapa banyak imbalan yang diterima seseorang atas
perilakunya yang konformis;
d. keterlibatan, mengacu pada
kegiatan seseorang dalam berbagai lembaga masyarakat, seperti majelis ta’lim,
sekolah, dan organisasi setempat. Semakin tinggi tingkat kesadaran seseorang
akan salah satu pengikat ter - sebut, semakin kecil pula kemungkinan baginya
untuk melakukan penyimpangan.
Pergaulan seseorang yang sedang
tumbuh dewasa, pada umumnya tidak terlepas dari peniruan (imitasi) terhadap
orang lain yang diidolakannya. Akan tetapi, peniruan tersebut kadang bersifat
negatif. Hal yang ditiru adalah budaya Barat, seperti dari Eropa atau Amerika
yang dianggapnya mewakili dunia modern. Hal ini disebut westernisasi.
Berperilaku seperti mereka akan membuat dirinya merasa modern. Padahal tidak
demikian, karena yang ditiru sebagian besar bukan ilmu pengetahuan atau
keterampilannya, melainkan pola, sikap, perilaku, kebiasaan, dan lain-lain yang
biasa dilihat dari televisi, film, atau gaya kelompok pemain musik yang menjadi
panutannya.
Semakin dewasa kebahagiaan seseorang juga semakin susah didapatkan. Selain karena kebutuhan hidup yang semakin bertambah, lifestyle seseorang juga akan berubah. Hal yang paling bahagia adalah saat tidak ada perasaan iri terhadap orang lain. Sempat menyadari bahwa kebahagiaan itu relatif yang bisa dicapai dengan berbagai cara. Setiap orang pasti memiliki standar kebahagiaannya sendiri. Contohnya ada seseorang yang memiliki kesenangan dengan berkesenian, ada juga seseorang yang memiliki kesenangan berbelanja untuk memenuhi hasrat kehidupannya. Saya mulai berpikir semua kebahagiaan tergantung kebersyukuran tiap orang.
Tugas Kampus Fairus Utami
SUMBER REFERANSI :
Ø Burian, Paisol. 2016. Patologi Sosial. Jakarta: PT Bumi
Aksara
Ø https://m-edukasi.kemdikbud.go.id/medukasi/produk-files/kontenkm/km2016/KM201626/materi1.html
Ø https://www.gurupendidikan.co.id/masalah-sosial/
Ø https://www.pelajaran.co.id/2016/22/proses-dinamika-dan-perubahan-sosial-budaya-lengkap-penjelasan.html
Ø https://www.whiteboardjournal.com/column/proses-dewasa-muda-dan-kebingungan-tentang-masa-depan/


0 komentar:
Posting Komentar