28 Oktober 2020

Patologi Sosial: Problem Sosial, Dinamika Problem Sosial

 


A.    Pengertian Prolem Sosial

Malasalah sosial adalah istilah dalam sosiologi yang lahir menjadi bagian gejala sosial. Masalah Sosial ini terbentuk dari dua kata, yakni masalah dan sosial. Masalah artinya adalah ketidaksetaraan yang terjadi antara keinginan dan kenyataan, sedangkan sosial berarti masyarakat. Jadi, secara umum masalah sosial ialah persenjangan yang terjadi dalam masyarakat. Menurut Kartini Kartono, pengertian masalah sosial merupakan semua bentuk tingkah laku individu atau kelompok yang melanggar adat istiadat dalam kehidupan masyarakat. Sebagian besar masyarakat menganggap masalah sosial mengganggu, tidak dikehendaki, berbahaya, dan juga merugikan banyak orang, termasuk mengacaukan keteraturan sosial yang sudah berjalan.

Masalah sosial merupakan kondisi yang tidak diinginkan ada di dalam masyarakat karena dapat mengganggu ketenteraman masyarakat dan diperlukan adanya tindakan sebagai hasil dari kesepakatan bersama untuk mengatasinya atau memperbaikinya. Masalah sosial dianggap sebagai persoalan karena menyangkut tata kelakuan yang bersifat immoral, berlawanan dengan hukum yang bersifat merusak. Masalah-masalah sosial tidak akan mungkin ditelaah tanpa mempertimbangkan ukuran-ukuran masyarakat mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk.

Lihat juga: Pengertian, Tujuan, Objek Formal Patologi Sosial

Masalah sosial merupakan masalah yang timbul akibat dari interaksi sosial antara individu, antara individu dengan kelompok, antara kelompok dengan kelompok. Interaksi sosial berkisar pada ukuran nilai, adat istiadat, ideologi dan tradisi yang ditandai dengan suatu proses sosial yang disosiatif. Bahkan masalah sosial timbul dari proses perkembangan masyarakat. Apalagi kalau proses perkembangan itu berlangsung dengan cepat sehingga menimbulkan keguncangan di dalam masyarakat. Sehingga masyarakat kekagetan budaya (cultural shock) dan kesenjangan budaya (cultural cultural lag).

Lihat Lagi: Sejarah, Latar Belakang Dan Akar dari Patologi Sosial

Masalah sosial timbul karena adanya ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, di mana dapat membahayakan kehidupan kelompok sosial atau menghambat terpenuhinya keinginan-keinginan pokok warga kelompok sosial tersebut yang menyebabkan kepincangan ikatan sosial. Suatu kondisi yang normal terdapat integrasi serta keadaan yang sesuai pada hubungan-hubungan antara unsur-unsur masyarakat atau unsur-unsur kebudayaan. Apabila antara unsur-unsur tersebut terjadi bentrokan atau ketidaksesuaian, maka hubungan-hubungan sosial terganggu yang mengakibatkan kegoyahan dalam kehidupan kelompok.

Masalah sosial merupakan salah satu problema dalam kependudukan yang selalu hadir dan juga muncul dalam kehidupan masyarakat. Masalah sosial ini terbentuk karena setiap individu dan individu lainnya memiliki keinginan yang berbeda.

Situasi sosial yang tidak diinginkan oleh sejumlah orang karena dikhawatirkan akan mengganggu sistem sosial dan perilaku orang-orang yang terlibat di dalamnya adalah perilaku yang menyimpang dari nilai atau norma-norma (Horton dan Leslie, 1984). Sedangkan menurut Zastrow (2000). Masalah sosial adalah suatu kondisi sosial yang mempengaruhi sejumlah besar orang yang memerlukan perbaikan segera dengan sekumpulan tindakan-tindakan. Begitupun dengan menurut Pincus dan Minahan, (1975) Masalah sosial adalah suatu situasi atau kondisi sosial yang dievaluasi oleh orang-orang sebagai suatu situasi atau kondisi yang tidak mengenakkan atau situasi problematic

B.     Masalah Problem Sosial

Setiap individu berkepentingan dengan individu-individu lain dalam kelompoknya sendiri maupun di luar kelompoknya. Dalam kehidupan sehari-hari rasa berkepentingan itu tersalurkan melalui proses sosialisasi dan interaksi sosial. Proses sosialisasi merupakan suatu proses pembelajaran sejak anak itu masih kecil dengan tujuan untuk membentuk kepribadiannya. Interaksi sosial terjadi ketika anak itu mulai bergaul dengan orang lain baik dalam lingkungan keluarganya sendiri maupun dengan orang lain atau masyarakat di luar lingkungan keluarga.

Dalam kehidupannya di tengah-tengah masyarakat, manusia harus mengemban nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku sebagai penuntun atau pedoman dalam kehidupannya. Oleh karena itu berbicara mengenai nilai berarti kita berbicara tentang hal-hal yang ideal atau das sollen yaitu sesuatu yang seharusnya, bukan das sein atau sesuatu yang senyatanya terjadi. Namun dalam kenyataannya ada orang atau sekelompok orang yang dengan sengaja dan sadar melakukan hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat.

Kenyataan-kenyataan seperti inilah yang akan menimbulkan kesenjangan dan pada akhirnya akan menimbulkan masalah-masalah dalam masyarakat. Apabila masalah-masalah itu menjadi berlarut-larut, maka gejala atau kenyataan itu akan menjadi masalah sosial. Jadi yang dimaksud dengan masalah sosial adalah kesenjangan antara das sollen yaitu sesuatu yang seharusnya ada dengan das sein yaitu sesuatu yang senyatanya terjadi.

1)      Karakteristik Masalah Sosial

a.       Kondisi yang dirasakan banyak orang

Sebuah masalah baru bisa dikatakan sebagai suatu masalah sosial jika keadaannya dirasakan oleh banyak orang (masyarakat). tetapi tidak ada batasan tetang berapa jumlah orang yang harus merasakan masalah itu. Bila sebuah masalah mendapatkan suatu perhatian serta pembicaraan yang lebih dari satu orang, masalah itu adalah sebuah masalah sosial.

b.      Kondisi yang dinilai tidak menyenangkan

Menurut pandangan hedonisme, orang lebih cendrung mengulang sesuatu yang menyenangkan serta lebih menghindari sesuatu yang tidak mengenakan. Orang lebih menghidari masalah, sebab masalah selalu tidak menyenangkan. Penilaian masyarakat sangat menentukan sebuah masalah bisa dikatakann sebagai sebuah masalah sosial.

c.       Kondisi yang menuntut perpecahan

Sebuah kondisi yang tidak menyenangkan senantiasa menuntut pemecahan. Biasanya, sebuah keadan dianggap perlu dipecahkan bila masyarakat menganggap masalah itu perlu dan harus dipecahkan.

Sebagai Contoh :  Pada waktu lalu, masalah kemiskinan tidak dikategorikan sebagai masalah sosial, karena waktu itu masyarakat menganggap kemiskinan sebagai sesuatu yang alamiah dan masyarakat belum mampu memecahkannya

2)      Jenis-Jenis Masalah Sosial

Masalah-masalah sosial yang hidup dalam masyarakat dapat diklasifikasikan kedalam beberapa hal, yaitu:

·         Kemiskinan

Masalah kemiskinan bisa dipandang secara relatif oleh masing-masing orang, hal ini tergantung pada taraf kehidupan masyarakat setempat. Bagi masyarakat modern, miskin itu dipandang karena tidak terpenuhinya seluruh kebutuhan hidupnya. Akan tetapi bagi masyarakat yang sederhana kemiskinan itu dipandang karena mereka tidak dapat memenuhi kebutuhan primernya seperti sandang, pangan, dan papan.

Jadi secara umum kemiskinan dapat diartikan sebagai suatu keadaan di mana anggota masyarakat tidak sanggup memelihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf kehidupan kelompok, dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga mental maupun fisiknya dalam kelompok tersebut. Kemiskinan dapat dibedakan menjadi dua yaitu, miskin budaya dan budaya miskin.

Miskin budaya adalah miskin pengetahuan atau miskin kreativitas, dengan keterbatasan kemampuannya maka seseorang tidak mampu melakukan sesuatu yang lebih baik, sehinggatidak bisa memenuhi kebutuhan pokoknya atau kebutuhan primernya. Adapun budaya miskin adalah budaya malas, orang yang etos kerjanya sangat rendah meskipun mereka mempunyai kemampuan, pengetahuan yang memadai dan juga memiliki daya kreatifitas.

·         Kejahatan atau Kriminalitas

Kejahatan berhubungan dengan organisasi-organisasi yang hidup dalam masyarakat. Biasanya kejahatan yang dilakukan oleh seseorang disebabkan karena adanya kekecewaan, merupakan bentuk kompensasi, dapat juga ditimbulkan oleh golongan yang menganggap dirinya kebal terhadap hukum dan sarana-sarana pengendalian sosial lainnya, juga situasi sosial yang memberikan peluang atau kesempatan untuk melakukan kerja

·         Disorganisasi Keluarga

Adapun yang dimaksud dengan disorganisasi keluarga adalah perpecahan keluarga sebagai satu unit karena anggota keluarga gagal memenuhi kewajibannya yang sesuai dengan peranan sosialnya. Bentuk-bentuk disoganisasi keluarga antara lain:

  1. Unit keluarga tidak lengkap karena hubungan di luar perkawinan
  2. Perceraian dimana-mana
  3. Tidak ada komunikasi yang baik diantara anggota keluarga
  4. Krisis keluarga yang disebabkan faktor intern dan eksternal

·         Peperangan

Masalah peperangan berbeda dengan masalah sosial lainnya karena menyangkut beberapa masyarakat sekaligus, sehingga merupakan masalah sosial yang paling sulit dipecahkan. Peperangan mengakibatkan disorganisasi dalam berbagai aspek kemasyarakatan baik bagi negara yang dapat memenangkan perang maupun bagi negara yang kalah perang.

·         Pelanggaran Terhadap Norma-norma Masyarakat

Bentuk masalah sosial yang disebabkan karena adanya pelanggaran terhadap norma-norma sosial yang hidup dalam masyarakat dapat berupa:

  1. Pelacuran, berpengaruh besar terhadap moral seseorang.
  2. Delinkuensi anak-anak yaitu, kelompok anak-anak muda yangtergabung dalam suatu  organisasi baik formal maupun non formalyang mempunyai tingkah laku yang tidak disukai oleh masyarakat pada umumnya.
  3. Alkoholisme, akibat dari alkoholisme adalah kurangnya kemampuan untuk mengendalikan diri baik secara fisik, psikologis, maupun sosial sehingga tindakannya akanmengganggu ketenteraman masyarakat secara umum.

·         Masalah Kependudukan

Masalah kependudukan merupakan masalah dasar terjadinya masalah-masalah sosial yang lain. Artinya masalah kependudukan  menjadi pendorong timbulnya masalah-masalah sosial yang lain. Pertumbuhan penduduk akan diikuti oleh pertumbuhan kebutuhan hidupnya. Apabila kebutuhan hidup itu tidak terpenuhi akan mengakibatkan terjadinya berbagai ketimpangan, misalnya dalam bidang ekonomi, ekologi atau lingkungan, pendidikan dan sebagainya.

·         Masalah Lingkungan

Secara umum, masalah lingkungan dapat diartikan sebagai masalah yang terjadi dalam lingkungan hidup manusia. Masalah lingkungan ini tidak bisa berdiri sendiri artinya masalah ini terkait dengan masalah-masalah yang lain, seperti masalah kependudukan, misalnya tingginya arus urbanisasi, rendahnya kualitas sumber daya manusia, dan sebagainya. Selain itu juga terkait dengan  perkembangan Iptek.

C.    Dinamika Proses Sosial

Sosialisasi dapat didefinisikan sebagai suatu proses sosial yang terjadi bila seseorang menghayati dan melaksanakan norma-norma kelompok tempat ia hidup sehingga akan merasa menjadi bagian dari kelompoknya tadi. Dipandang dari sudut kepentingan individu, sosialisasi adalah suatu proses sosial yang terjadi bila seorang individu mendapatkan pembentukan sikap untuk berperilaku yang sesuai dengan perilaku kelompoknya.

Dinamika proses dalam hidup bersosial terutama dalam kehidupan bersama di dalam suatu kelompok masyarakat akan melahirkan sebuah kebudayaan yang berisi berbagai tujuan dan cara bersama yang diperkenankan untuk mencapai tujuan tertentu. Sebagai akibat dari proses sosialisasi, setiap individu belajar mengenali berbagai tujuan kebudayaannya. Selain itu, mereka juga mempelajari berbagai cara untuk mencapai tujuan yang selaras dengan kebudayaannya. Jika kesempatan untuk mencapai tujuan tersebut tidak tercapai, maka setiap individu mencari cara lain yang terkadang menimbulkan penyimpangan. Kemungkinan perilaku menyimpang pun semakin besar apabila tiap individu diberi kesempatan untuk memilih caranya sendiri.

Para ahli sosiologi dan antropologi merasa yakin, bahwa tidak ada masyarakat manusia yang dalam pertumbuhannya tidak mengalami proses dinamika dan perubahan sosial budaya. Betapapun kecil dan sedikit perubahan-perubahan itu, pada akhirnya setelah melalui beberapa kurun waktu, akhirnya perubahan sosial budaya itu akan terakumulasi dan semakin tampak.

Jika dilihat dari teori pengendalian, kebanyakan orang menyesuaikan dirinya dengan nilai dominan karena adanya pengendalian dari dalam ataupun dari luar. Pengendalian dari dalam berupa norma yang dihayati dan nilai yang dipelajari seseorang. Sedangkan pengendalian dari luar berupa imbalan sosial terhadap konformitas (tindakan mengikuti warna), dan sanksi hukuman terhadap tindakan penyimpangan. Dalam masyarakat konvensional, terdapat empat hal yang mengikat individu terhadap norma masyarakatnya, yaitu

a. kepercayaan, mengacu pada norma yang dihayati;

b. ketanggapan, yakni sikap tanggap seseorang terhadap pendapat orang lain, berupa sejauh mana kepekaan seseorang terhadap kadar penerimaan orang konformis;

c. keterikatan (komitmen), berhubungan dengan berapa banyak imbalan yang diterima seseorang atas perilakunya yang konformis;

d. keterlibatan, mengacu pada kegiatan seseorang dalam berbagai lembaga masyarakat, seperti majelis ta’lim, sekolah, dan organisasi setempat. Semakin tinggi tingkat kesadaran seseorang akan salah satu pengikat ter - sebut, semakin kecil pula kemungkinan baginya untuk melakukan penyimpangan.

Pergaulan seseorang yang sedang tumbuh dewasa, pada umumnya tidak terlepas dari peniruan (imitasi) terhadap orang lain yang diidolakannya. Akan tetapi, peniruan tersebut kadang bersifat negatif. Hal yang ditiru adalah budaya Barat, seperti dari Eropa atau Amerika yang dianggapnya mewakili dunia modern. Hal ini disebut westernisasi. Berperilaku seperti mereka akan membuat dirinya merasa modern. Padahal tidak demikian, karena yang ditiru sebagian besar bukan ilmu pengetahuan atau keterampilannya, melainkan pola, sikap, perilaku, kebiasaan, dan lain-lain yang biasa dilihat dari televisi, film, atau gaya kelompok pemain musik yang menjadi panutannya.

Semakin dewasa kebahagiaan seseorang juga semakin susah didapatkan. Selain karena kebutuhan hidup yang semakin bertambah, lifestyle seseorang juga akan berubah. Hal yang paling bahagia adalah saat tidak ada perasaan iri terhadap orang lain. Sempat menyadari bahwa kebahagiaan itu relatif yang bisa dicapai dengan berbagai cara. Setiap orang pasti memiliki standar kebahagiaannya sendiri. Contohnya ada seseorang yang memiliki kesenangan dengan berkesenian, ada juga seseorang yang memiliki kesenangan berbelanja untuk memenuhi hasrat kehidupannya. Saya mulai berpikir semua kebahagiaan tergantung kebersyukuran tiap orang.

Tugas Kampus Fairus Utami

 

SUMBER REFERANSI :

Ø  Burian, Paisol. 2016. Patologi Sosial. Jakarta: PT Bumi Aksara

Ø  https://m-edukasi.kemdikbud.go.id/medukasi/produk-files/kontenkm/km2016/KM201626/materi1.html

Ø  https://www.gurupendidikan.co.id/masalah-sosial/ 

Ø  https://www.kompasiana.com/firwan.syawaliansyah/54f98c89a333110a068b5323/pengertian-masalah-sosial-dan-jenis-masalah-sosial

Ø  https://www.pelajaran.co.id/2016/22/proses-dinamika-dan-perubahan-sosial-budaya-lengkap-penjelasan.html

Ø  https://www.whiteboardjournal.com/column/proses-dewasa-muda-dan-kebingungan-tentang-masa-depan/

0 komentar:

Contact

Hubungi saya

Silahkan hubungi saya bila ada keperluan. Insyaalah saya akan balas bila sedang tidak sibuk :).

Address:

Masjid As-Sakinah, Jl. Padasuka, Gg. Babakan Cihapit IV, Kota Bandung

Work Time:

Monday - Friday from 9am to 5pm

Phone:

0812 2337 7612

Cari Jurnal harian disini

Diberdayakan oleh Blogger.

Blogroll

Blogger templates

About