Dunia maya kembali dihebohkah dengan penyebarannya isu perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat PPKM Darurat Covid-19 yang dilontarkan Menteri Keuangan pada rapat kerja kemarin. Bagaimana tidak, masyarakat telah muak pada pemerintah akan lemahnya dalam mengatasi coronavirus. Pemerintah tidak memikirkan mereka yang sedang tidak bekerja saat pandemi Covid-19 ini.
Dalam forum Rapat Kerja bersama dengan Badan Anggaran DPR RI, Senin, 12 Juli 2021. Menteri Keuangan, Sri Mulyani memaparkan bahwa sehubungan dengan meledaknya penyebaran varian Covid-19 setelah mereda, PPKM Darurat Covid-19 akan diperpanjang sampai 4-6 Minggu ke depan.
Sri Mulyani sampaikan PPKM Darurat diperpanjang
Dilansir dari bisnis.tempo.co, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan “PPKM darurat selama 4-6 minggu dijalankan untuk menahan penyebaran kasus Covid-19. Mobilitas masyarakat diharapkan menurun signifikan,” Sri Mulyani dalam bahan paparan saat Rapat Kerja bersama dengan Badan Anggaran DPR RI, Senin, 12 Juli 2021.
Hal ini dikarenakan bahwa kasus penyebaran varian delta Covid-19 semakin meningkat di Indonesia serta kasus yang terinfeksi juga semakin bertambah. Maka untuk menurunkan angka penyebaran varian baru Covid-19 ini akan diperpanjang PPKM Darurat Covid19 dengan membatasi mobilitas masyarakat sampai pada waktu yang tidak ditentukan.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo juga menyebutkan PPKM darurat untuk mengendalikan peningkatan kasus Covid-19. Hal ini berdampak pada penurunan mobilitas, khususnya konsumsi masyarakat.
PPKM Darurat Covid-19 juga tidak berpengaruh pada masyarakat yang telah melakukan vaksin. Masyarakat dibuat bingung dengan aturan yang mengharuskan vaksinasi tapi masih saja dibatasi dalam interaksi.
Sri Mulyani menambah pada rapat kerja bahwa pada bulan Juli ini, pemerintah menargetkan 1 juta dosis vaksin Covid-19 bisa disuntikkan per hari. Angka tersebut ditargetkan naik jadi 2 juta dosis vaksin pada Agustus 2021. Sri Mulyani memprediksi ekonomi tumbuh pada semester I/2021 di kisaran 3,1-3,3 persen.
Masyarakat percaya bahwa vaksinasi bukanlah solusi terbebasnya dari coronavirus melainkan pemerintah memanfaatkan vaksinasi tersebut demi kepentingan ekonomi negara. Bahkan ada yang berpendapat bahwa, “Seberapa banyak kamu melakukan vaksin, tetap saja tidak akan bebas dalam berinteraksi”. - Warga awam
Lantas bila vaksin bukanlah solusi terhindar dari coronavirus, apakah kamu masih mau melakukan vaksin??? Tinggalkan komentarmu dibawah.

0 komentar:
Posting Komentar