RESUME KAJIAN TAFSIR: Keluarga Besar MT Daarul Arqam API Jabar
____________________________________
Waktu : Jumat, 19 November 2021
Jam : 15.00-17.20 WIB
Tempat : Masjid Asy-Syifa Wal Hidayah. Jln Atletik, Arcamanik Bandung
Pemateri : Ustadz Asep Syaripudin (Pembina MT Daarul Arqam Api Jabar)
Materi : Tafsir Surah Al-Ankabut ayat 69
Pertemuan : Ke-Tujuh
____________________________________
Pada kesempatan kali ini, sebagaimana yang telah disampaikan ketua majelis ta'lim darul Arqom bahwasanya pada pertemuan kali ini adalah pertemuan ke-7. Majelis ta'lim darul Arqom ini berpindah-pindah dari satu masjid ke masjid lain dengan pembahasan:
Minggu ke-1 : Tafsir Alquran dan hadits
Minggu ke-2 : pengetahuan tentang wawasan kebangsaan internasional
Minggu ke-3 : Tafsir Alquran dan hadits
Minggu ke-4 : Sirah Nabawiyah dan karya ulama
Pada kesempatan ini saya diamanahkan untuk menyampaikan tafsir ayat dalam surah Al-Ankabut: 69 dari berbagai pendekatan. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَالَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَاۗ وَاِنَّ اللّٰهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِيْنَ
"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik." (QS. Al-'Ankabut[29]:69)
Bila melihat redaksi dari ayat tersebut, ayat ini sangat populer dan familier dari berbagai kalangan. maka kami dari majelis taklim darul Arqom ingin mencoba menjelaskan berlandaskan dengan kaidah-kaidah agar sesuai dengan apa yang disabdakan oleh nabi, para sahabatnya juga dengan pengikutnya. Di sini kami merujuk dari beberapa kitab, dari Kitab Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Jalalain, tafsir maraghi, shafwatut tafasir, Kitab shahih Bukhari, kitab sunan abu Daud, dan kitab at Tirmidzi. Kenapa kita harus mengetahui penjelasan Alquran melalui dari berbagai kitab ini untuk meluruskan pemahaman kita tentang pengertian jihad. Jangan pernah mengatakan "Saya Alquran sunnah" kalau belum pernah memegang dan membaca serta mengkaji kitab-kitab tersebut, bahaya!
Terkait dengan masalah jihad, beberapa waktu yang lalu MUI mengatakan bahwa ajaran jihad mengancam negara. Ini yang harus kita luruskan karena banyak yang mencoba mendistorsi tentang makna jihad itu sendiri. Maka kita akan kembalikan makna jihad itu sesuai pengertiannya menurut para sahabat para tabiin dan juga alim ulama.
Pada Tafsir Ibnu Katsir, Jalalain, maraghi, juga sopo tetap pasir menjelaskan surah Al-Ankabut: 69 orang yang berjihad untuk mencari keridhaan Allah itu ditunjukkan kepada Rasulullah, para sahabat, dan para pengikut sampai akhir zaman. Yakni bila kita ingin mengikuti sunnahnya Rasulullah maka kita harus siap berjihad, Sedangkan orang yang berjihad masih dalam penjelasan tafsir ayat tersebut bahwa akan dimudahkan jalan mereka menuju surga. Bukan hanya dimudahkan menuju ke surga, juga amalan paling utama. Sebagaimana sabda rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari.
أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَثَلُ الْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللهِ وَاللهُ أَعْلَمُ بِمَنْ يُجَاهِدُ فِي سَبِيلِهِ كَمَثَلِ الصَّائِمِ الْقَائِمِ
"... bahwa Abu Hu rairah ra. berkata; "Aku mendengar Rasul saw. bersabda: ”Perumpamaan seorang mujahid di jalan Allah, dan hanya Allah yang paling tahu siapa yang berjihad di jalan-Nya, seperti seorang yang melaksanakan. ..." (Kitab Shohih Al-Bukhari, No.2787)
Pada hadits Bukhari selanjutnya, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda dari Abdullah bin Mas'ud bahwa "Aku pernah bertanya kepada Nabi Muhammad SAW, 'Amal apa yang paling dicintai Allah Ta'ala? 'Beliau Rasulullah SAW: "Sholat pada waktunya.'Lalu apa lagi', tanyaku. Beliau pun menjawab: 'Berbakti kepada kedua orang tua.' Kemudian apa lagi,'tanyaku lebih lanjut. Maka beliau menjawab: "Jihad di Jalan Allah.' (Shahih Bukhari, bab keutamaan jihad dan kemudahannya. No. 2786)
Begitu juga dalam hadits sunan abu Daud juga sunan at Tirmidzi bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda namun dalam teks nya berbeda akan tetapi maknanya sama. Maka dari menjelaskan bahwa jihad adalah salah satu ajaran Islam dan dan mempunyai keutamaan amalan. Bila dalam sunan abu Dawud dan Tirmidzi ada tambahan bahwa jihad bukan hanya sekedar perang akan tetapi juga melawan hawa nafsu, melawan setan, juga melawan kemungkaran nampak jelas di depan mata. Seperti misalkan dulu pernah ada penistaan agama oleh Ahok, umat Islam beraksi atau demo untuk menegakkan dan kezaliman yang terjadi. Itu masuk pada Jihad jugaa.
Jadi kesimpulannya bahwa untuk meluruskan pemahaman pemahaman yang salah tentang persepsi jihad yang negatif itu akan kita luruskan bahwasanya jihad bukanlah seperti itu akan tetapi jihad itu adalah amalan paling utama dan janji Allah yaitu menempatkan mujahid di surga. Lalu kapan perang? Aisyah pernah bertanya kepada Rasulullah bahwa untuk jihad bagi perempuan tersendiri bisa dilakukan dengan berbakti kepada orang tua, salat tepat waktu, dan amalan-amalan sunah lainnya.
______________________________
QUESTION & ANSWER
______________________________
Q: Agus Junanto
Tadi ustad menjelaskan ayat yang berkenaan dengan jihad, pertanyaannya adalah bagaimana konsekuensi, risiko atau sanksi kepada dia yang sebenarnya dia mampu untuk berjihad namun dia mengatakan tidak mampu dalam berjihad?
A: Ustadz Asep Syaripudin
Jadi tidak semua umat Islam bisa mampu dalam berjihad atau berperang, atau ingin mencegah seseorang dalam melawan kemungkaran. Di negara kita terdapat regulasi yang berwenang untuk melakukan semua hal itu. Seperti ada TNI, polisi, satpol PP. Mereka yang berwenang untuk mencegah kemungkaran yang terjadi. Nah namun pada hadis rasulullah itu bersifat umum yang artinya bahwa setiap umat Islam mencegah kemungkaran dengan tangannya, lisannya, dan hatinya. Adapun untuk teknisnya kita laporkan terlebih dahulu kepada yang berwenang yaitu polisi atau satpol PP bahwasanya ada yang berbuat demikian, misalkan seperti itu.
Q: Jamaah Ikhwan
Ustadz di menjelaskan hadits, bahwa ada tiga amalan utama, termasuk jihad. Pertanyaannya, apakah kedua amalan tersebut yakni salat tepat waktu dan berbakti kepada orang tua sama pahalanya atau derajatnya dengan orang yang berjihad dijalan Allah?. Sedangkan yang kita tahu ketika kita berjihad dan mati syahid niscaya kita akan masuk surga tanpa ada perantara
A : Ustadz Asep Syaripudin
Salat adalah amal yang paling utama. Imam al-ghazali pernah menganalogikan bahwa salat itu seperti angka 1, adapun amalan lainnya seperti haji, zakat, umroh, saung, sedekah, itu adalah angka nol (0). Jadi tanpa angka 1, angka 0 tidak akan akan ada artinya. Jadi salat juga tidak boleh diabaikan karena salat adalah amal yang pertama kali dihisab diambil hisab. Makanya kita harus pastikan umat Islam terlebih dahulu sebelum berjihad, sholatnya sudah benar dan di awal waktu. Dalam lafadz adzan sendiri,
حي على الصلاة:
حي على الفلاح
Marilah kita sholat, marilah menuju kemenangan.
Q: Jamaah Akhwat
Ustad izin bertanya, kalau dalam memerangi, apakah demo itu cara yang efektif dan bagaimana dalam hukum Islam? Dan saya ketika ikut demo, yang saya rasakan adalah lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya
A: Ustadz Asep Syaripudin
Kalau demonstrasi, itu merupakan sebuah aspirasi rakyat. Yaitu Masyarakat berhak untuk menyuarakan suara mereka demi kemaslahatan. Demonstrasi tidak akan terjadi bila tidak ada yang mengganjal pada pemerintahan, masyarakat turun untuk menyuarakan aspirasi mereka. Dan dan bila ingin menyuarakan aspirasi tidak hanya dengan demonstrasi namun banyak cara untuk menegur Umaroh yang mungkin lalai terhadap amanah yang diberikan. Tapi kita yakin kan setiap kita aksi semata-mata untuk memberhentikan kezaliman yang terjadi.
______________________________________________

0 komentar:
Posting Komentar