11 November 2021

RESUME KAJIAN TAFSIR SURAH ALI IMRAN AYAT 103 : MT Daarul Arqam

Pemateri : Ustadz Asep Syaripudin

Alhamdulillah pada pertemuan perdana di masjid ini kita masih dapat diberikan kesehatan oleh Allah SWT. Pada pertemuan perdana di masjid ini, kita akan membahas dan mendalami tafsir ayat ini dari berbagai sumber tafsir dan hadits, ada tafsir Ibnu Katsir, ada tafsir Jalalain, ada tafsir Al-Maraghi dan ada juga Kitab Sunan Ad-Darimi dan Kitab Shohih Muslim. Pada semuanya rujukan ini, saling menguatkan satu sama lain.

Biasanya pada firman Allah SWT

وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا ۖ
"Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai..." (QS. Ali Imran, 3 : 103).

Seringkali banyak seseorang menggunakan ayat tersebut sebagai dalil kampanye. seringkali juga ada menggunakan ayat tersebut dengan mengaitkan dengan sila ke-3 pancasila yaitu "persatuan Indonesia". Itu kesalahan yang ada pada organisasi Islam tanpa mengetahui penjelasan tafsir dan haditsnya terlebih dahulu.

Maka dari itu, yang akan kita bedah pada pertemuan kali ini yaitu bagaimana pemahaman para sahabat, tabiin, tabiut tabiin dan ulama setelahnya tentang ayat ini. Dalam tafsir Ibnu Katsir, بِحَبْلِ اللّٰهِ yaitu "Janji Allah" dan pada pendapat sahabat lainnya menafsirkan "Al-Qur'an". Dengan demikian itu tidak menjadi perbedaan, karena bila kita berpegang teguh pada Al-Qur'an, maka kita percaya akan janji-janji Allah yang ada dalam kitabnya.

Sedangkan dalam tafsir Kitab Jalalain, بِحَبْلِ اللّٰهِ diartikan sebagai "Agama Allah". Dan pada tafsir Al-Maraghi بِحَبْلِ اللّٰهِ maksudnya ialah "Berpegang teguh kepada janji Allah dan apa yang dijanjikan oleh rasulnya, yaitu untuk perintah ketaatan kepada Allah agar kalian tidak berpecah belah. Seringkali kita lihat sosmed, di YouTube saja ada saja yang menjadi provokator untuk memecahkan Islam.

Maka dari itu, tidak ada kesatuan, persahabatan, perkumpulan tanpa dasar atau sumber pegangan yaitu Al-Qur'an untuk beribadah kepada Allah SWT. Ormas boleh berbeda, partai boleh berbeda namun harus satu perjuangan. Harakah boleh berbeda, mazhab boleh berbeda, namun tidak boleh bercerai berai, karena sejatinya Al-Qur'an itu menyatukan.

Kesimpulannya, bila ingin berpegang teguh pada Allah dan rasulnya, maka lakukanlah dengan secara totalitas tanpa batas. Jangan mudah bercerai berai karena persoalan beda ormas dan lain sebagainya, namun tetap kembali semuanya kepada Al-Qur'an dan As-sunnah.
________________________________
Sesi Q dan A

Q : Jamaah
Tadi ustadz menyampaikan tentang berpegang teguh kepadanya Allah SWT secara totalitas tanpa batas dengan mendalami sumber-sumber aslinya. Yang menjadi pertanyaan saya adalah, apakah kita boleh menyimpulkan dalam beberapa temuan kita dalam kitab?

A : Ustadz Asep Syaripudin
Seperti yang saya jelaskan tadi bahwa, kita sebagai mengaku umat Islam bukan hanya sekedar membaca secara teks dalam Al-Qur'an, namun juga harus memahaminya dengan membaca dan mengkaji sumber-sumber yang sudah teruji. Untuk mengumpulkan dari dari berbagai kitab tersebut dengan catatan tidak menyimpan dengan makna aslinya

Q : Ust Yono Abu Faqih
Ustadz mau bertanya, bagaimana dengan orang yang menganggap bahwa kalimat pada bendera Tauhid hanya sebagai simbol persatuan semata, bukan simbol ketauhidan.

Q : Ustadz Shadikin
saya melihat ini adalah masalah yang paling penting pada keadaan kita sekarang, jadi kondisi kita sekarang sedang berpecah belah, kondisi yang bercerai berai. Dan sebenernya pada ayat yang telah dijelaskan bila dilihat sudah jelas maksudnya, namun karena dorongan Assobiyyah dan ada kebutuhan dan kepentingan serta panatisme didalam menjadi membuat umat Islam semakin berpecah belah. Inilah yang harus jangan sampai ada kepentingan dalam agama, karena bila tidak dikembalikan kepada Al-Qur'an, umat Islam akan terus berpecah belah. Mungkin seperti itu ustadz.

_________________________________
(Pengajian diselenggarakan oleh Keluarga Besar MT Daarul Arqam API Jabar)

Waktu : *Jumat, 05 November 2021. Jam : 15.30 - 17.00 WIB*
Tempat : *Masjid Al-Hasan Bumi* Panyawangan. *Cileunyi, Bandung*
Pemateri : *Ust. Asep Syaripudin* (Pembina MT Daarul Arqam)
Tema : *Bagaimana cara memahami ayat pada QS. Ali Imran, 3 : 103*
_________________________________
Pengresume : Fairus

0 komentar:

Contact

Hubungi saya

Silahkan hubungi saya bila ada keperluan. Insyaalah saya akan balas bila sedang tidak sibuk :).

Address:

Masjid As-Sakinah, Jl. Padasuka, Gg. Babakan Cihapit IV, Kota Bandung

Work Time:

Monday - Friday from 9am to 5pm

Phone:

0812 2337 7612

Cari Jurnal harian disini

Diberdayakan oleh Blogger.

Blogroll

Blogger templates

About