Kecintaannya terhadap kesenangan duniawi senantiasa bertambah. Kesukaannya memenuhi syahwat selalu berkobar. Pikirannya tidak jauh dari pelampiasan syahwat tadi sehingga dia merasa tentram bila sudah memperolehnya.
Apabila melihat orang lain memperoleh kenikmatan dunia seperti
harta, kedudukan, pangkat, rumah atau pakaian bagus dia merasa tersiksa dan
menganggap dirinya gagal. Lebih tersiksa lagi yang mendapatkan duniawi itu
adalah saudaranya sendiri atau sahabatnya. Hingga timbul pada dirinya hasad, di
mana ia tidak ingin kenikmatan itu ada pada saudaranya atau sahabatnya.
Daftar Pustaka
Solikhin Zero To Hero
& Kang Puji Hartono. 2010. Spiritual Problem Solving ; Jangan Kalah Oleh
Masalah. Yogyakarta, Pro-U Media.


0 komentar:
Posting Komentar