26 Oktober 2019

Suku Bajo Sang Raja Panglima Lautan : Pembeda Antara Orang Sama Laut dan Orang Bagai Darat



Siapakah Orang Bajo?

Orang Bajo Atau Suku Bajo lazimnya dikenal sebagai orang orang laut, karena tidak seperti sebagian besar orang lainnya yang hidup di darat, mereka hidup di laut. Orang Bajo pada zaman dahulu hidup mengembara atau nomadik di lautan dengan perahu-perahu tradisional mereka yang disebut dengan leppa, namun saat ini mereka banyak bermukim di tepi-tepi pantai atau gugusan-gugusan karang. Walaupun demikian, mereka tetap membangun permukiman di atas air laut, hal itu menunjukkan kehidupan mereka masih tidak bisa dilepaskan dari laut.

Sesungguhnya, sebutan “Bajo”, “Suku Bajo”, “Orang Bajo”, pada umumnya digunakan penduduk wilayah Indonesia Timur untuk menyebut suku pengembara laut ini, yang tersebar di berbagai wilayah. Sedangkan di wilayah Indonesia Barat, kelompok ini disebut “Orang Bajo”, “Suku Laut”, Atau “Rakyat Laut”, sebutan yang biasa digunakan orang Melayu di Riau dan penduduk Pulau Sumatera pada umumnya, juga di Kepulauan Natuna, Malasia Barat, juga di Brunei Darusalam dan Filipina, mereka biasa di sebut “Orang Bajau”, “Suku Asli”, “Sama Bajau”, “Sama Di laut”, “Bajau Di laut”, “Orang Samal”, atau “Samal Bajo Laut”. Di wilayah Myanmar dan Thailand mereka disebut sebagai “Orang Mawken” atau “Choa Nam”.

Sementara itu, orang Bajo sendiri menyebut diri mereka sebagai sama atau orang sama, dan menyebut orang lain di luar mereka sebagai bagai atau orang bagai. Karena hidup mereka dilaut, maka sebutan sama atau orang sama berarti menunjuk pada orang laut dan kehidupan laut, sedangkan sebaliknya, sebutan bagai atau orang bagai  menunjukkan kepada orang darat atau orang darat. Menurut mereka, sebutan sama berarti juga orang laut, itu dimana-mana tinggalnya adalah tetap satu suku dan sama, dalam arti mereka sama-sama orang laut dimana pun mereka berada. Sebaliknya, sebutan bagai bagi orang bagi orang darat juga menunjukkan bahwa orang darat bukan satu dan tidak sama, melainkan banyak macam atau berbagai-bagai, Antara satu tempat dan tempat lainnya di darat berbeda-beda lah orangnya.

Meskipun orang laut disebut dengan nama yang berbeda-beda tergantung letak pada geografis tempat mereka bermukim, namun dari sisi kebudayaan mereka mempunyai kesamaan yang menjadi ciri khas, karakteristik yang sangat jelas adalah pola permukiman mereka yang didirikan diatas air di pesisir pantai atau gugusan-gugusan karang, dan mata pencaharian mereka sebagai nelayan tradisional. Selain itu, mereka menggunakan bahas yang sama, adat istiadat kepercayaan dan pola perilaku yang cenderung sama, yang semua itu menunjukkan suatu kesamaan budaya. Berdasarkan kebudayaan ini, maka bisa dikatakan mereka termasuk atau berasal dari satu rumpun yang sama.

Lihat juga Ritual Besar Orang Bajo Saat Ramadhan Akan Datang

Sebagai orang yang hidupnya dilaut, orang  Bajo mempunyai keyakinan asli yang berasal dan terbentuk dari lingkungan hidupnya. Mereka percaya pada penguasa laut, yang mereka sebut dengan Mbo Ma Dilao, yang diyakini sebagai inkarnasi dari arwah nenek moyang mereka yang memiliki kekuatan luar biasa sehingga mampu menguasai dan menjaga lautan. Namun demikian, disamping memiliki keyakinan asli mereka sendiri, orang Bajo juga mengaku mereka muslim. Hal ini menunjukkan Islam telah diterima orang Bajo dan menjadi bagian dari identitas keagamaan mereka.
Lihat juga, Bisa Merasa dan Bukan Merasa Bisa




DAFTAR PUSTAKA
-Baskara, Benny. Islam Bajo; Agama Orang Bajo. Banten, 2016. PT Kaurama Buana Antara

0 komentar:

Contact

Hubungi saya

Silahkan hubungi saya bila ada keperluan. Insyaalah saya akan balas bila sedang tidak sibuk :).

Address:

Masjid As-Sakinah, Jl. Padasuka, Gg. Babakan Cihapit IV, Kota Bandung

Work Time:

Monday - Friday from 9am to 5pm

Phone:

0812 2337 7612

Cari Jurnal harian disini

Diberdayakan oleh Blogger.

Blogroll

Blogger templates

About