21 Januari 2020

SEJARAH PERANG BADAR



Disebut Perang Badar karena perang ini terjadi di salah satu lembah bernama Badar. Perang ini terjadi pada hari Jumat pagi 17 Ramadhan 2 Hijriyah atau bertepatan tanggal 13 Maret 624 Masehi.

1. Sebab-sebab terjadinya Perang Badar

Pada suatu hari, Rasulullah SAW mendengar berita  bahwa sekelompok pedagang Quraisy dari Mekah sedang melakukan perjalanan menuju Syam. Kelompok pedagang ini terdiri atas 30 orang yang dikepalai oleh bangsawan bernama Abu Sufyan bin Harb.

Mendengar hal tersebut, Rasulullah SAW bersama para orang sahabatnya langsung berangkat dari Madinah menuju jalan yang akan dilewati oleh para pedagang Quraisy itu. Rasulullah SAW bermaksud untuk melakukan penjagaan dari hal-hal yang tidak diinginkan, terutama gangguan orang-orang Mekah terhadap kaum Muslim di Madinah. Namun, ternyata rombongan pedagang yang dipimpin oleh Abu Sufyan setelah melalui jalan itu menuju Syam.  Mereka tidak sempat bertemu dengan Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Rasulullah SAW bersama para sahabatnya pun kemudian kembali pulang ke Madinah sambil menunggu berita kepulangan mereka.

Setelah beberapa lama, Rasulullah SAW mendengar berita kepulangan rombongan pedagang Quraisy dari Mekah. Dengan segera beliau memerintahkan sebagian kaum muslimin untuk mengawasi rombongan tersebut agar tidak sampai mengganggu keamanan dan ketenangan kota Madinah.

Pada tanggal 3 Ramadhan 2 Hijriyah, Rasulullah SAW menghimpun pasukannya hingga berjumlah kurang lebih 300 orang dengan persenjataan yang cukup lengkap.  Rasulullah SAW dan pasukannya pun kemudian berangkat dari Madinah dan meminta Abdullah bin Ummi Maktum untuk menggantikan kepemimpinan beliau di Madinah selama kepergiannya.

Ketika Rasulullah SAW dan pasukannya tiba di suatu tempat yang berdekatan dengan dusun Safra', beliau memerintahkan Basis bin Amr Al-Juhani dan Adi bin Ra'ba Al-Juhani pergi ke Badar untuk mencari keterangan mengenai rombongan pedagang Quraisy yang dipimpin oleh Abu Sufyan.

Apa yang akan dilakukan oleh Rasulullah SAW dan pasukannya rupanya terdengar oleh Abu Sufyan dan yang lainnya. Abu Sufyan pun kemudian meminta Damdam bin Amr Al-Ghifari untuk secepatnya pulang ke Mekah dan menyampaikan hal tersebut kepada para pemimpin yang ada di Mekah.

Berita yang disampaikan Damdam membuat para pemimpin Quraisy di Mekah sangat terkejut. Mereka mempersiapkan 1000 pasukan dengan persenjataan yang sangat lengkap. Mereka berangkat menuju tempat yang diberitahukan oleh Abu Sufyan dengan dipimpin oleh Abu Jahal.

2. Peristiwa terjadinya Perang Badar

Sementara itu, Rasulullah SAW dan pasukannya sedang berusaha untuk terus mencari rombongan pedagang yang dipimpin oleh Abu Sufyan. Di dekat dusun Badar, beliau mendengar rombongan pedagang Quraisy itu telah berjalan menuju jalan di tepi Laut Merah. 

Pada saat Rasulullah SAW dan pasukannya tiba di sebuah lembah yang bernama Zafiran, terdengar berita bahwa kaum Quraisy setelah menghimpun pasukan dalam jumlah yang sangat besar untuk melindungi rombongan pedagang pimpinan Abu Sufyan.

Rombongan Abu Sufyan berhasil selamat. Namun Abu Jahal tetap bersikap keras untuk berperang melawan kaum muslimin. Sesampainya di Badar, Abu Jahal dan pasukannya tinggal di Badar selama 3 hari 3 malam. Dengan penuh kesombongan, mereka mengejek dan menghina kaum muslimin. Mereka berpesta pora dengan minum-minuman keras. Mereka merasa jika terjadi pertempuran maka pasti pasukan merekalah yang akan menang.

Setelah mengetahui berita tentang pasukan kaum Quraisy yang telah datang di Badar, kemudian Rasulullah saw. bermusyawarah dan akhirnya sepakat untuk berperang melawan pasukan Quraisy di Badar. Dalam perjalanan menuju Badar, Rasulullah saw. menerima wahyu yang isinya menyatakan bahwa Allah Swt. telah memberikan janjinya untuk kemenangan pasukan kaum muslimin. 

Ketika sampai di Badar, Rasulullah saw. mengambil tempat yang banyak air. Hal ini atas saran Hubbab bin Al-Munzir. Sementara itu, Abu Bakar mendirikan tenda untuk Rasulullah saw. sebagai tempat berlindung. 

Tidak berapa lama kemudian, pasukan Quraisy datang ke tempat di mana Rasulullah saw. dan pasukan kaum muslimin berada. Rasulullah SAW melihat kesombongan mereka. Akhirnya ke dua pasukan itu pun bertemu dan saling berhadapan. Terjadilah pertempuran satu lawan satu sebagai suatu pendahuluan. Hamzah bin Abdul Muttalib berhasil mengalahkan Syaibah, begitu juga Ali bin Abi Talib berhasil mengalahkan Walid bin Utbah. Namun Ubaidah bin Haris terluka hingga mati syahid terkena pedang Utbah bin Rabi'ah. Oleh karena itu, Utbah pun akhirnya bertempur kembali dan dikalahkan oleh 'Ali bin Abi Talib. 

Setelah pertempuran tadi, tak berapa lama kemudian terjadilah pertempuran sengit antara pasukan kaum muslimin dan pasukan Quraisy. Korban pun mulai berjatuhan. Rasulullah saw. terus berdoa dalam tendanya sambil mengawasi dan memberi semangat kepada pasukannya. Tidak berapa lama, pertolongan Allah Swt. pun datang. Ribuan malaikat membantu Rasulullah saw. dan pasukannya dengan caranya sendiri. Meskipun pasukan kaum Muslimin hanya berjumlah 300 orang, tetapi akhirnya mereka bisa mengalahkan 1000 pasukan Quraisy dengan persenjataannya yang lengkap.

Pemimpin pasukan Quraisy, yaitu Abu Jahal tewas di tangan Mu'az bin Afra. Umayyah bin khalaf yang sombong juga tewas di tangan Bilal bin Rabbah. Dalam pertempuran itu 70 orang pasukan Quraisy tewas dan 70 orang lain yang menjadi tawanan perang. Sementara itu dari pihak kaum muslimin, 14 orang gugur sebagai syahid. Dengan demikian, pasukan kaum muslimin berhasil mengalahkan pasukan kaum kafir Quraisy.

3. Mengambil Ibrah dari Peristiwa Perang Badar.

Dari peristiwa Perang Badar, kita dapat mengambil beberapa ibrah di antaranya sebagai berikut.

• Jumlah pasukan lebih sedikit daripada lawan tidak menjadi masalah selama keyakinan akan datangnya pertolongan Allah subhanahu wa ta'ala tetap terjaga
• Allah subhanahu wa ta'ala pasti memberikan pertolongan kepada pihak yang benar.
• Jangan bersikap sombong karena dapat merugikan diri sendiri.

Terimakasih sudah membaca sampai selesai, semoga menjadi penambah ilmu dan memperluas wawasan kita tentang sejarah Islam.
Lihat juga:
Sumber referensi:
Syurfah, Ariany. (2016). Mari Belajar Tarikh Islam. Bandung: CV. Rizqi Bandung

0 komentar:

Contact

Hubungi saya

Silahkan hubungi saya bila ada keperluan. Insyaalah saya akan balas bila sedang tidak sibuk :).

Address:

Masjid As-Sakinah, Jl. Padasuka, Gg. Babakan Cihapit IV, Kota Bandung

Work Time:

Monday - Friday from 9am to 5pm

Phone:

0812 2337 7612

Cari Jurnal harian disini

Diberdayakan oleh Blogger.

Blogroll

Blogger templates

About