Disebut Perang Bani Nadir karena perang tersebut melawan kaum Yahudi Bani Nadir. Selain itu, perang ini terjadi di perkampungan kaum Yahudi Bani Nadir. Perang ini terjadi pada tahun ke 3 Hijriah.
1. Sebab-sebab Terjadinya Perang Bani Nadir
Setelah Perang Uhud usai dengan korban yang cukup banyak dari pihak kaum muslimin, beberapa kelompok seperti dari kaum Yahudi di Madinah mulai merencanakan untuk menghancurkan kaum muslimin. Mereka membuat persekutuan dengan pihak kaum kafir Quraisy di Mekah. Sikap tokoh munafik, yaitu 'Abdullah bin Ubay dan pengikutnya semakin nyata memusuhi Islam. Belum lagi dari kelompok lainnya yang berada di luar Madinah.
Mereka semua berpikir bahwa keadaan Rasulullah saw. dan kaum muslimin sudah di ambang kehancuran.
Rasulullah Saw. menyadari betul keadaan di atas. Oleh karena itu, Rasulullah saw. senantiasa bersikap waspada dan tetap berusaha menjaga keamanan kota Madinah.
Suatu hari, Amir bin Umayyah melapor kepada Rasulullah Saw. bahwa dirinya tanpa sengaja telah membunuh 2 orang dari Bani Amir. Bani Amir merupakan kabilah yang sangat dekat dengan Bani Nadir. Oleh karena itu, Rasulullah Saw. bersama Abu Bakar, 'Umar bin Khattab, 'Ali bin Abi Talib, Zubair bin Awwam, dan Țalhah bin 'Ubaidillah, datang kepada ketua Bani Nadir untuk meminta bantuan agar Bani Amir mau meringankan denda atas peristiwa di atas.
Rasulullah Saw, dan para sahabat diterima dengan baik oleh ketua Bani Nadir. Mereka pun dijanjikan akan mendapat bantuan untuk menyelesaikan permasalahan dari kaum muslimin. Akan tetapi, sikap yang ditunjukkan oleh ketua Bani Nadir tersebut rupanya hanya sandiwara belaka. Mereka ternyata telah membuat rencana untuk membunuh Rasulullah Saw. Huyayi bin Akhtab, salah seorang kepala Bani Nadir telah memerintahkan 'Amr bin Jihasy untuk membawa batu besar dan menjatuhkan-nya di atas kepala Rasulullah Saw. Salam bin Misykam, salah seorang ketua lain, mencoba menghentikan rencana ini, namun 'Amr bin Jihasy bersikeras untuk melakukannya.
Pada saat itulah turun Malaikat Jibril dan memberitahukan rencana Huyayi dan 'Amr tersebut kepada Rasulullah Saw. Dengan diam-diam dan bergerak cepat, Rasulullah saw. pergi dan pulang ke Madinah secepatnya. Apa yang dilakukan oleh Huyayi dan 'Amr telah membuat perjanjian di antara kaum Yahudi Bani Nadir dan kaum muslimin sudah tidak berlaku lagi. Oleh karena itu, Rasulullah Saw. dan kaum muslimin di Madinah tidak punya kewajiban lagi untuk menjaga perjanjian sebelumnya.
2. Peristiwa Terjadinya Perang Bani Nadir
Dengan pengkhianatan yang dilakukan oleh Bani Nadir tersebut, Rasulullah Saw. pun kemudian memerintahkan sahabatnya, Muhammad bin Maslamah untuk menyampaikan peringatan kepada Bani Nadir. Peringatan itu menyatakan bahwa penduduk Bani Nadir diharuskan pergi keluar dari Madinah dan sekitarnya. Namun mereka tidak menghiraukan peringatan tersebut. Bahkan Huyayi bin Akhțab menyatakan untuk berperang melawan kaum muslimin.
Kabar mengenai keputusan kaum Yahudi Bani Nadir untuk tetap tinggal dan tidak mau pergi membuat Rasulullah Saw. dengan pasukannya mengepung benteng yang ditempati oleh kaum Bani Nadir bersama pasukannya.
Dalam pengepungan itu, beberapa orang dari Bani Nadir berusaha melontarkan anak panahnya ke arah pasukan muslimin. Mereka tetap bersikeras tidak mau meninggalkan tempat tinggalnya karena mereka yakin akan mendapat bantuan dari 'Abdullah bin Ubay.
20 hari telah berlalu, bantuan pasukan dari 'Abdullah bin Ubay belum juga datang. Kaum Yahudi Bani Nadir mulai ragu dengan bantuan yang dijanjikan oleh 'Abdullah bin Ubay. Mereka mulai
ketakutan dan kebingungan. Akhirnya mereka memutuskan untuk berdamai dengan Rasulullah Saw. dan pasukannya. Permintaan mereka pun diterima oleh Rasulullah saw. asalkan mereka keluar dari Madinah. Kaum Bani Nadir pun kemudian berkemas dan akhirnya pergi meninggalkan tempat tinggal mereka selama ini, Mereka diperkenankan membawa harta mereka, kecuali peralatan perang.
3. Mengambil Ibrah Terjadinya Perang Bani Nadir
Dari peristiwa Perang Bani Nadir, kita dapat mengambil beberapa ibrah, di antaranya sebagai berikut.
Dari peristiwa Perang Bani Nadir, kita dapat mengambil beberapa ibrah, di antaranya sebagai berikut.
- Niat buruk merupakan perbuatan tidak baik dan pelakunya akan mendapatkan balasan.
- Allah pasti akan memberi kabar kepada Rasulullah saw. ketika ada orang-orang yang akan berbuat jahat kepada beliau.
- Melanggar hal dalam sejarah merupakan hal yang dilarang.
Terimakasih sudah membaca sampai selesai, semoga menjadi penambah ilmu dan memperluas wawasan kita tentang sejarah Islam.
Lihat juga:
Sumber referensi:
Syurfah, Ariany. (2016). Mari Belajar Tarikh Islam. Bandung: CV. Rizqi Bandung
Syurfah, Ariany. (2016). Mari Belajar Tarikh Islam. Bandung: CV. Rizqi Bandung


0 komentar:
Posting Komentar