Disebut perang Qainuqa karena diambil dari nama salah satu Bani kaum Yahudi, yaitu Qainuqa di Madinah. Selain itu, peperangan ini terjadi di salah satu tempat di Madinah yang merupakan wilayah Bani Qainuqa. Perang Qainuqa terjadi pada bulan Syawal 2 Hijriyah.
- Sebab-sebab terjadinya Perang Qainuqa
Terjadinya perang Qainuqa bermula ketika seorang Yahudi dari Bani Qainuqa memaksa perempuan Ansar untuk membuka cadar atau kain yang menutup wajahnya. Sebagai seorang muslimah, tentu saja ia menolak keinginan orang Yahudi itu dengan cara yang baik.
Pada saat yang bersamaan, seorang Yahudi lainnya mengendap-endap perempuan Ansar yang tengah duduk menjajakan dagangannya. Tanpa sepengetahuan perempuan tersebut, orang Yahudi itu menarik kain yang dipakai perempuan tersebut, orang Yahudi itu menarik kain yang dipakainya secara perlahan-lahan dan mengikatnya pada kayu yang berduri. Ketika perempuan tersebut bangkit dari duduknya, kain yang dipakainya tertarik hingga auratnya terbuka. Hal ini tentu saja membuat perempuan itu merasa sangat malu.
Seorang laki-laki muslim yang berada di dekat tempat tersebut, melihat kejadian itu. Tanpa memberikan peringatan terlebih dahulu, ia langsung memukul orang Yahudi yang mengganggu perempuan Anshar tersebut hingga tewas. Hal ini tentu saja membuat orang-orang Yahudi yang ada di sekitar tempat itu marah dan langsung mengeroyok laki-laki muslim tadi hingga tewas pula.
Peristiwa di atas terdengar oleh Rasulullah Saw sehingga beliau segera mendatangi tempat pertikaian tersebut. Rasulullah SAW mencoba untuk memperingatkan kaum Yahudi itu dengan perjanjian yang sebelumnya telah dibuat. Peringatan yang diberikan oleh Rasulullah SAW ternyata tidak membuat orang-orang Yahudi dari bani Qainuqa itu sadar. Bahkan mereka menjawab dengan penuh kesombongan. "Perjanjian tinggal perjanjian, wahai Muhammad! Karena sebelumnya engkau bertempur dengan kaum yang tidak mengerti untuk berperang, sehingga engkau mendapatkan kemenangan. Demi Allah, Sesungguhnya jika kami memerangimu maka engkau akan tahu sendiri. Kami adalah manusia, Muhammad!".
Mendengar jawaban yang penuh kesombongan dari kaum Yahudi tersebut, Rasulullah SAW lalu pulang dengan tenang dan penuh kesabaran.
2. Peristiwa terjadinya Perang Qainuqa
Tindakan yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi dari Bani Qainuqa itu telah memperlihatkan bahwa mereka memang berniat merusak perjanjian damai yang sebelumnya telah disepakati. Rasulullah SAW pun kemudian menghimpun pasukannya untuk menyerang Bani Qainuqa. Rasulullah SAW tidak bisa lagi membiarkan mereka menginjak-injak kehormatan agama Islam.
Setelah Rasulullah SAW menyerahkan kepemimpinan umat di Madinah kepada Basyir bin Abdul Munzir, kemudian berangkatlah Rasulullah SAW bersama pasukannya menuju tempat tinggal kaum Yahudi Bani Qainuqa. Hamzah bin Abdul Mutalib turut serta dalam barisan pasukan kaum muslimin dengan memegang bendera.
Setibanya Rasulullah SAW dan pasukan kaum muslimin di kediaman Bani Qainuqa, Rasulullah SAW memerintahkan pasukannya untuk mengepung tempat Bani Qainuqa selama 15 hari 15 malam tanpa berhenti.
Kaum Yahudi Bani Qainuqa mulai merasa resah bahwa mereka tak akan mampu berbuat apa-apa lagi. Mereka semakin resah dan khawatir, sehingga mereka pun memutuskan untuk menyerah kepada Rasulullah SAW dan pasukannya.
Setelah melalui musyawarah, akhirnya Rasulullah SAW memutuskan untuk mengusir Bani Qainuqa dari tempat tinggal mereka. Mereka harus pergi dalam jangka waktu 3 hari dan hanya diperbolehkan membawa istri dan anak-anaknya. Mereka tidak diperkenankan membawa harta mereka. Rasulullah SAW menjadikan harta mereka yang ditinggalkan sebagai harta rampasan perang. Meskipun tidak terjadi pertempuran secara fisik, perang ini akhirnya dimenangkan oleh Rasulullah SAW dan pasukannya.
3. Mengambil Ibrah dari Peristiwa Perang Qainuqa.
Dari peristiwa perang qainuqa, kita dapat mengambil beberapa ibrah, diantaranya adalah sebagai berikut.
• Tindakan mengganggu orang lain dapat mengakibatkan permusuhan.
• Melanggar perjanjian adalah perbuatan tidak terpuji dan dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.
• Sikap sombong dapat menghancurkan segala yang kita miliki.


0 komentar:
Posting Komentar