02 November 2019

Emosi Cinta


By: Fairuz

Emosi dan Motivasi Cinta


  • Emosi Cinta

       Nafsu atau emosi adalah potensi yang dimiliki manusia. Potensi ini dapat dimanfaatkan sebagai pendukung sukses atau justru menjadi penghancur diri kita. Ibarat pisau, dapat digunakan untuk hal yang positif atau justru menjadi bumerang dan mencelakakan orang lain. Tergantung bagaimana kita menggunakannya. Cinta juga ibarat air deras yang dapat menghanyutkan atau justru bermanfaat untuk membangkitkan listrik. Nafsu dapat menjadi hamba kita atau sebaliknya menjadi penguasa dalam diri kita.

       Mereka yang menjadikan nafsu sebagai hamba atau pembantu, dapat memanfaatkan nafsu untuk hal-hal yang positif. nafsu dapat menjadi pendorong yang kuat untuk mencapai tujuan tertentu. Bahkan untuk sukses tidak harus berotak jenius, sukses justru ditentukan oleh seberapa jeniusnya emoji kita. Dalam dunia pendidikan dikenal dengan emosional quotient (QE) atau kecerdasan emosi yang menyumbang 80% dari kesuksesan sementara intelligent quotient (IQ) atau kecerdasan otak hanya berperan 20% dari kesuksesan.

       Adapun mereka yang termakan nafsu atau menjadikan nafsu sebagai majikannya, hidupnya penuh penderitaan. Iya akan terombang-ambing oleh keinginan nafsu yang tak kunjung usai. Seperti terbawa air ban terombang-ambing yang entah akan menepi di mana. Seperti meminum air laut yang takkan pernah menghilang kan rasa haus tapi justru semakin menambah haus. Nafsu yang tak terkendali ini menjadi biang segala penderitaan. Berapa banyak mereka yang hancur hanya karena tak mampu mengendalikan nafsunya. Mereka tak sadar bahwa nafsu yang menjadi majikannya adalah kendaraan yang akan menjerumuskan pada kehancuran. Dalam Islam, mereka yang diperbudak oleh nafsu lebih hina dari binatang.

        Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

اَرَءَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ اِلٰهَهٗ هَوٰىهُۗ اَفَاَنْتَ تَكُوْنُ عَلَيْهِ وَكِيْلًاۙ  
اَمْ تَحْسَبُ اَنَّ اَكْثَرَهُمْ يَسْمَعُوْنَ اَوْ يَعْقِلُوْنَۗ اِنْ هُمْ اِلَّا كَالْاَنْعَامِ  بَلْ هُمْ اَضَلُّ سَبِيْلًا ࣖ

"Sudahkah engkau (Muhammad) melihat orang yang menjadikan keinginannya sebagai tuhannya. Apakah engkau akan menjadi pelindungnya? "Atau apakah engkau mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami? Mereka itu hanyalah seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat jalannya." (QS. Al-Furqan[25]:43-44)

       Cinta dan emosi atau nafsu seperti dua sisi mata uang yang satu sama lain tidak bisa dipisahkan. Cinta mengandung muatan emosi yang tinggi. Mereka yang mampu mengendalikan emosi dan cinta akan mengantarkan dirinya pada jenjang hidup bahagia. Cinta menjadi sesuatu yang indah dan berwibawa. Mereka yang dapat mengendalikan emosi dalam cinta adalah mereka yang sesungguhnya memiliki kecerdasan cinta.

       Ciri mereka yang memiliki kesadaran Cinta adalah mereka yang mampu mengekspresikan dirinya dengan segala unsur-unsur kesuksesan. Untuk mencintai tidak harus ditunjukkan dengan kata I love you tapi cukup dengan karya nyata seperti menjadi bintang pelajar, aktivis, wirausahawan sukses, atau yang dikenal sebagai orang jujur. Pada hakikatnya tidak ada wanita yang butuh kata I love you, tapi cukup dengan dibuktikan dengan segala bentuk kesuksesan. Siapa pun wanita secara jujur suka pada lelaki yang sukses bukan pada lelaki yang gombal.

       Gunakan emosi cinta sebagai pendorong sukses, Jangan dijadikan emosi cinta untuk menggombal atau mejeng cari perhatian yang tidak karuan. Ada saatnya harus mengusahakan kesuksesan hidup demi kesuksesan cinta, dan ada saatnya mencapai kenikmatan cinta dalam bahtera rumah tangga yang sakinah. Jangan pergunakan waktu untuk mengumbar cinta. Gunakan waktu untuk belajar hingga mencapai kesuksesan karir. Jika telah lulus, tak akan sulit menikmati cinta. Sebaliknya jika energi cinta dihambur-hamburkan, tidak digunakan untuk hal-hal positif, anda menjadi orang gagal. Tidak ada wanita yang mengharapkan laki-laki yang gagah.

       Jika saatnya harus mencintai seseorang, mereka yang memiliki kecerdasan emosi cinta menjaga dirinya dari hal-hal yang merusak cinta. Jika dia seorang laki-laki akan menjadikan kekasihnya, wanita suci yang harus dilindungi dari segala yang merusak. Dia tidak akan menjadikan kekasihnya sebagai pelampiasan syahwatnya tapi justru melindunginya agar tetap suci hingga akhirnya dapat dinikmati dalam naungan pernikahan. Jika dia seorang wanita, akan menjadikan kekasihnya, laki-laki yang berwibawa. Dia tidak akan mengumbar auratnya agar dinikmati kekasihnya, tapi justru akan menjaga auratnya agar sang kekasih tetap suci hati dan pandangannya dari hal-hal yang diharamkan (aurat). Hingga saatnya nanti dia menyerahkan seluruh tubuhnya dalam naungan pernikahan.

Inilah Jalan Hidupku

       Adapun mereka yang bodoh dan tidak memiliki kecerdasan emosi cinta akan menjadikan cinta sebagai realisasi dari syahwat. Dia memandang kekasihnya sebagai sosok pelacur yang boleh diperlakukan layaknya seorang pelacur; diraba, dicium, bahkan digauli. Dia tidak bertindak sebagai pelindung, tapi justru sebagai perusak bahkan pemerkosa. Akibatnya, kekasihnya menjadi sampah yang dapat dicampakkan kapan saja.

       Dari cara berpikir, mereka yang diperbudak nafsu cinta kadang lupa daratan, segala daya dan upaya dilakukan. Tingginya unsur emosi memunculkan sikap kekanak-kanakan, cengeng, meledek ledek, dan irasional. Dominasi emosi ini menyebabkan posisi rasio jadi terpinggirkan. Karenanya, ia cenderung liat dan berpikir pendek (kerdil)

       Kawin lari, Bunuh saingan Cinta, bunuh diri karena cinta tak kesampaian adalah bukti betapa kerdilnya cara berpikir:  Bertindak seperti itu bukannya menyelesaikan masalah justru semakin memperbesar masalah. Tapi itulah cinta buta, cinta irasional, cinta yang cenderung menjadi berhala. Mereka telah diperbuat cinta.


Daftar Pustaka


  • Al-Ghifari, Abu. 2004. Membebaskan Cinta Dari Belenggu Nafsu. Bandung. Mujahid Press




0 komentar:

Contact

Hubungi saya

Silahkan hubungi saya bila ada keperluan. Insyaalah saya akan balas bila sedang tidak sibuk :).

Address:

Masjid As-Sakinah, Jl. Padasuka, Gg. Babakan Cihapit IV, Kota Bandung

Work Time:

Monday - Friday from 9am to 5pm

Phone:

0812 2337 7612

Cari Jurnal harian disini

Diberdayakan oleh Blogger.

Blogroll

Blogger templates

About