Seorang ilmuwan bernama George Parlo menyebutkan gerakan unik yang dilakukan ikan-ikan yang akan berobat. Ikan yang sakit berhenti di depan ikan penyembuh dalam posisi berdiri tegak dengan kepala di bawah dan ekor ke atas, tidak bergerak dari tempatnya atau menggerakkan siripnya ke arah lain, seakan-akan dibius hingga tertidur. Jika ikan tersebut mengalami sakit di hidung dan di leher, maka ikan tersebut membuka mulutnya agar ikan-ikan kecil tersebut bisa masuk ke dalam untuk menghilangkan kuman-kuman dan bakteri yang berada di dalamnya.
Ketika ikan yang sakit tersebut merasa ada bahaya yang mengancam, maka ia membiarkan ikan-ikan kecil tersebut berada di dalam mulutnya, kemudian ikan besar tersebut pergi atau mungkin juga terlibat penyerangan dalam perang bersama musuh yang menyerang. Sekelompok ikan yang sakit datang dalam jumlah besar ke klinik-klinik penyembuhan tersebut. Terjadi keributan disebabkan ikan-ikan besar, maka ikan-ikan kecil penyembuh tersebut secara bersembunyi ke tempat persembunyiannya ketika dikejutkan oleh keributan. Terkadang ikan-ikan penyembuh tersebut berhenti di perjalanan, antara tetap bekerja atau melarikan diri, saat itu aktivitasnya terganggu.
Hanya saja, ada beberapa jenis ikan yang bersikap tenang dan disiplin ketika datang ke klinik-klinik penyembuhan. Dalam kelompok kecil, berhenti di depan klinik dengan tenang hingga tiba gilirannya, memberikan giliran kepada ikan-ikan penyembuh melaksanakan perannya dengan baik. Ketika proses penyembuhan selesai, kesempatan diberikan kepada kelompok lain secara tertib.
Diantara keajaiban yang diperhatikan para ilmuwan ketika mengkaji tingkah pola ikan-ikan di dasar laut, ada sebagian ikan yang datang ke klinik-klinik penyembuhan bukan karena sakit disebabkan plankton atau bakteri.
Anehnya, sebagian besar ikan-ikan tersebut adalah jenis ikan jantan. Terkadang ikan jantan keluar dari satu klinik ke klinik lain yang berdekatan, atau terkadang berkunjung ke klinik yang sama beberapa kali dalam satu hari. Hingga dinyatakan bahwa waktu ikan-ikan jantan terbagi secara merata antara perhatian terhadap penampilan, perhiasan, kebersihan dan mencari makan. Seakan-akan klinik-klinik tersebut telah berubah menjadi tempat tempat hiburan jenis baru.
Terkadang ikan jantan terlibat perkelahian hingga terluka. Ketika terluka tersebut mengalami infeksi maka ikan tersebut mesti pergi ke klinik penyembuhan. ('Ajaib Al-Hayat fi AlMa ; Hal. 148).
Daftar Bacaan
°Air Mengalir Diantara Jari-jemari Rasulullah Saw
°Inspirasi : Terapi Penyembuhan Dengan Tertawa
°Waktu itu Kawan Apa Lawan?
°Hasan Al-Banna Secangkir Teh Semanis Senyuman
°Introspeksi Diri Sebelum Mati
°Cinta Dunia Takut Mati
°Inspirasi : Terapi Penyembuhan Dengan Tertawa
°Waktu itu Kawan Apa Lawan?
°Hasan Al-Banna Secangkir Teh Semanis Senyuman
°Introspeksi Diri Sebelum Mati
°Cinta Dunia Takut Mati
Daftar Pustaka
-Syaikh Mahmud Al-Mishri. 2011. Semua Ada Saatnya. Jakarta Timur: Pustaka Al-Kautsar
-Syaikh Mahmud Al-Mishri. 2011. Semua Ada Saatnya. Jakarta Timur: Pustaka Al-Kautsar


0 komentar:
Posting Komentar