03 November 2019

Secangkir Teh Semanis Senyuman


  Sungguh sangat menginspirasi kisah Hasan Al-Banna, dapat kita ambil ibrah dari kisah yang mengharukan lagi membingungkan ini.

   Dalam salah satu episode Hasan  Al-Banna dalam mengunjungi 15 ribuan tempat untuk dakwah dalam hidupnya, beliau berkunjung ke perkampungan Sha'id. Para ikhwah menyambutnya gegap gempita dalam pertemuan Akbar. Usai pertemuan, seorang petani tua meminta dengan sangat agar beliau berkenan singgah. Padahal jumlah ikhwah di situ sangat banyak dan jadwal beliau sangatlah padat. Karena petani tua itu memintanya dengan sangat, beliau pun setuju dengan satu syarat "tidak lebih dari sekedar minum secangkir teh."

      Betapa bahagianya petani itu. Hasan Al-Banna berkenan singgah di rumahnya.petani tua itu segera menyuruh istrinya untuk segera menyiapkan secangkir teh. Petani itu benar-benar bahagia, pertama dalam hidupnya dikunjungi Hasan Al-Banna. Sejarah Yang Tak terlupakan. Benar. Hasan al-banna pun berkenan meminum secangkir teh yang disuguhkan. Beliau meminum sembari tersenyum. Beramah-tamah penuh ketulusan. Usai rehat selesai, Hasan Al-Banna pun berpamitan demi melanjutkan perjalanan. Petani tua itu mengantarkan sampai kepada rombongan yang telah menantikan.

      Usai mengantar, sang petani segera kembali dengan berbinar. Bahagia. Bergegas ia mengambil secangkir teh yang tersisa. Meminumnya nya. Akan tetapi, betapa kagetnya ketika dia mengetahui bahwa teh yang disuguhkan kepada sang Imam ternyata bercampur garam, bukan gula.dan sungguh yang lebih mengherankan dan membuatnya bingung tak karuan, di bekas cangkir Hasan al-banna tiada yang tersisa kecuali hanya bekas-bekasnya.

      Itulah salah satu bentuk indahnya keteladanan dalam ketawadhuan. Indahnya persahabatan dalam manisnya senyuman menjadi kebahagiaan yang menyejarah. Barangkali dalam episode hidup kita pernah mengalami, maka tetaplah tersenyum manis meski terasa asin bahkan sangat pahit air kehidupan yang disuguhkan.



Daftar Pustaka

  • Izzuddin, Solikhin Abu. Deadline Your Life : Ingat Mati, Agar Hidup lebih Berarti. Yogyakarta, 2011. Pro-U Media.

1 komentar:

Unknown mengatakan...

Keren

Contact

Hubungi saya

Silahkan hubungi saya bila ada keperluan. Insyaalah saya akan balas bila sedang tidak sibuk :).

Address:

Masjid As-Sakinah, Jl. Padasuka, Gg. Babakan Cihapit IV, Kota Bandung

Work Time:

Monday - Friday from 9am to 5pm

Phone:

0812 2337 7612

Cari Jurnal harian disini

Diberdayakan oleh Blogger.

Blogroll

Blogger templates

About