02 November 2019

Motivasi Cinta

   
By : Fairuz

Emosi dan Motivasi Cinta


  • Motivasi Cinta

      Cinta bukan perkara  yang aneh. Tapi orang kadang aneh dalam menjalani cinta. Ada yang mencintai karena dicintai. Ada yang mencintai karena dukungan keluarga dan doktrin orang tua. Ada yang mencintai karena kasihan. Ada yang mencintai karena kekayaan. Ada yang mencintai karena kecantikan atau ketampanan. Ada yang mencintai karena sex orientied (seks dan tubuh belakang). Ada yang mencintai karena dakwah (agama). Dan ada yang mencintai karena memang Cinta Dan saling mencintai. Cinta memiliki banyak motivasi. Cinta yang murni sangat sulit ditemukan. Walaupun semua orang tahu bahwa Cinta itu suci, tapi dalam prakteknya cinta itu tidak sesuci yang diharapkan.

        Banyaknya motivasi dalam mencintai dilatarbelakangi faktor psikologi si pelaku, latar belakang pendidikan, sosio-kultural, dan pemahaman mereka terhadap agama (Islam). Seorang yang memiliki kepercayaan diri rendah, dapat begitu saja mencintai seseorang hanya karena dia mencintai bukan karena dia sendiri cinta. Dia menerima begitu saja cintanya karena takut tidak ada lagi yang menginginkannya sementara usia telah lanjut umpamanya, Iya takut dengan sebutan jomblo.

        Seorang yang sangat menghargai kebersamaan, takut menyinggung orang lain apalagi menyinggung perasaan keluarga dan orang tuanya, ia akan menerima cinta seseorang karena unsur rasa tersebut. Dia sebenarnya tidak begitu suka terhadap pasangannya, namun karena keluarga mendukung bahkan merasa senang dengan kehadiran pasangannya, akhirnya ia berusaha mencintai. Apabila Jika dia sendiri diterima dengan baik oleh keluarga pasangannya. Cinta model ini sangat baik untuk sekedar menyenangkan orang lain, namun berakibat fatal Jika ternyata pasangannya tidak sebaik yang diduga.

       Cinta yang paling umum muncul karena kecantikan dan kemolekan tubuh. Model cinta inilah yang paling dominan bahkan menjadi brand image cinta itu sendiri. Kecantikan wajah sang kekasih bahkan menjadi kebanggaan tersendiri. Terutama di kalangan muda-mudi, Paras cantik atau ganteng menjadi tumpuan harapan. Tak heran jika banyak muda-mudi yang berusaha secara maksimal merawat dan menjaga wajah dan kulit badan serta kelangsingan tubuh agar tampak ideal di hadapan kekasihnya. Cinta model ini hakikatnya nya temporer karena kecantikan itu sendiri sifatnya sementara. Banyak yang akhirnya terjebak karena terlalu mengagungkan kecantikan tanpa mengindahkan unsur lainnya yang paling penting yaitu agama dan kepribadian pasangannya.

       Cinta dapat muncul karena faktor inner beauty atau unsur kecantikan dalam, umpamanya kepribadian, keilmuan atau keanggunan. Wajahnya biasa-biasa saja, tapi karena kebaikan dan keagungan-nya menjadikan dia sosok yang lebih cantik dari wajahnya. Sosok yang suka menghargai, rendah hati, bicara sopan, tampilan ceria tapi tidak urakan, dan memiliki bobot keilmuan yang baik menjadikan dia sosok ideal di mata pasangannya. Untuk mengenal orang seperti ini perlu adanya pendekatan intensif, karena jika hanya sepintas, dia tidak menarik. Tentu saja lebih baik lagi jika,ya sudah wajahnya cantik dan tubuhnya molek juga kepribadiannya cantik.

        Cinta dapat muncul karena unsur jasa dan belas kasihan. Melihat perjuangan dia dalam mendapatkan cintanya begitu gigi bahkan cenderung gila-gilaan, Cinta dapat saja muncul. Apabila Jika dia telah banyak berjasa memberikan banyak hal, umpamanya biaya sekolah, berobat atau memberikan perhatian ketika dia membutuhkan pendamping saat ada musibah atau duka cita. Cinta model ini sangat baik untuk masa depan, dia dapat terlindungi oleh pasangan yang memang sangat mencintainya dengan rela berkorban dengan banyak hal.

       Cinta juga dapat muncul karena keinginan status sosial yang lebih tinggi. Umpamanya karena orang tuanya kaya, terhormat karena sebagai pejabat atau berpendidikan tinggi, dan keturunannya baik. Cinta karena status sosial ini telah mengindahkan norma-norma cinta. Sering kita mendengar, "masa depan rumah tangga bukan ditentukan cinta tapi harta", "ada uang Abang disayang tak ada uang abang ditendang", "cinta itu nanti mengikuti yang penting hidup senang dengan gemilang harta". rentetan kata-kata tersebut hakikat yang telah menafikan keberadaan cinta sebagai fitrah.

        Dalam banyak kasus, cinta karena memang saling mencintai mendominasi cerita dalam jagat kecintaan. Idealnya demikian, cinta harus karena saling mencintai. Tapi di kalangan remaja tanggung,saling mencintai sehidup semati telah menyeret nya dalam pola pikir semua gue. Banyak cerita tragis hanya karena ingin mempertahankan cintanya. Manakala orang tua tidak merestui, mereka rela minum racun bersama, terlentang di rel kereta api berdua, atau kabur dari rumah, seolah semua masalah selesai dengan tindakan. Konyol. Jadi saling mencintai pun sebenarnya bukan jaminan hidup tentram Karena untuk hidup tentram banyak faktor yang mempengaruhinya.

       Dari semua motivasi cinta, nampaknya motivasi dakwah adalah unsur yang paling penting dalam kehidupan rumah tangga. Rumah tangga tidak diatur oleh rasa kasihan dan balas jasa, tidak dikendalikan oleh unsur harta benda, dan tidak dipayungi oleh Cinta Yang membabi buta, tapi dipayungi oleh hukum Islam dan dilandasi oleh iman kepada Allah SWT. Cinta model ini adalah Cinta dunia akhirat, cinta yang dilandasi niat ibadah bukan karena nafsu duniawi atau kesenangan sesaat.



Daftar Pustaka


  • Al Ghifari, Abu. 2004. Membebaskan Cinta Dari Belenggu Nafsu. Bandung. Mujahid Press


     

0 komentar:

Contact

Hubungi saya

Silahkan hubungi saya bila ada keperluan. Insyaalah saya akan balas bila sedang tidak sibuk :).

Address:

Masjid As-Sakinah, Jl. Padasuka, Gg. Babakan Cihapit IV, Kota Bandung

Work Time:

Monday - Friday from 9am to 5pm

Phone:

0812 2337 7612

Cari Jurnal harian disini

Diberdayakan oleh Blogger.

Blogroll

Blogger templates

About