Sudah jelas, dengan 4 hal tersebut (shalat, ibadah, hidup dan mati) kita bergerak. Untuk mengokohkan nya, Kita buktikan dengan:
- Kebenaran prinsip (sihhatul mabda'). Lillah, yakni lillahi wahdah, hanya berpegang pada prinsip-prinsip bersumber dari Allah semata.
- Kebenaran sistem (sihhatul minhaj). Billah, yaitu berpegang teguh kepada sistem dari Allah, mengikuti undang undang dari sisi Allah sehingga yakin sepenuhnya di jalan Allah.
- Kebenaran tujuan (shihatul ghayah). atau Allahu ghayatuna. Allah tujuan hidup kami. Ridha Allah itulah ultimate goal sesungguhnya, tujuan tertinggi kehidupan seorang Muslim.
Dari sini kemudian kita menerjemahkannya dalam langkah-langkah praktis dan aplikatif sehingga nyata rasanya dan jelas manfaatnya. Dengannya, semoga hidup kita menjadi semakin barokah dan ketaatan kita kepada Allah pun semakin meningkat. Sebab, apapun yang kita lakukan jika tidak meningkatkan keimanan, ketaqwaan, dan ketaatan kepada Allah, maka perlu kita curigai. Inilah cara paling relevan dan tepat untuk selalu menjaga diri dan orientasi dalam kehidupan ini.
Daftar Pustaka
Abu Izzuddin, Solikhin. Hidupku Untukmu, Apalagi Matiku!. Yogyakarta, 2019. Pro-U Media



0 komentar:
Posting Komentar