Dari Jabir bin Abdillah radiallahu anhu, Ia berkata, "Kaum muslimin kehausan pada perang Hudaibiyah, di hadapan Rasulullah ada bejana. Rasulullah berwudhu'. Kaum muslimin mengelilingi beliau. Rasulullah berkata, "Ada apa dengan kalian?" Mereka menjawab, "Kami tidak memiliki air untuk berwudhu'dan kami tidak bisa minum kecuali air yang ada di hadapanmu." Maka Rasulullah meletakkan tangannya didalam bejana. Air mengalir diantara jari jemari Rasulullah seperti sumber mata air. Kami langsung minum dan berwudhu'."
Saya bertanya, "Berapakah jumlah kamu?"
Ia menjawab, "Andai jumlah kami seratus ribu orang, pastilah air itu cukup untuk kami. Kami hanya berjumlah seribu lima ratus orang. (Muttafaq 'Alaih: al-Bukhari (3576) Kitab Al-Anbiya' : Muslim (1856) Kitab Al-Imarah.)
Dari Anas bin Malik Ia berkata, "Saya melihat Rasulullah, waktu Ashar telah tiba, kaum muslimin mencari air untuk berwudhu', akan tetapi mereka tidak mendapatkan air. Lalu dibawahkan air untuk wudhu Rasulullah,boleh memasukkan tangannya ke dalam bejana tempat air tersebut dan memerintahkan kaum muslimin berwudhu dari air yang ada dalam bejana tersebut. Saya melihat air mengalir dari bawah jari jemari Rasulullah. Lalu, seluruh kaum muslimin berwudu dengan nya."
Qotadah berkata, "Saya bertanya kepada Anas, "Berapakah jumlah kamu? "Beliau menjawab, "Tiga ratus orang", atau, "Hampir tiga ratus orang." (Muttafaq'Alaih: al-Bukhari (169) Kitab Al-Wudhu ; Muslim (2279) Kitab Al-Fadha'il)
Sumber buku
Syaikh Mahmud Al-Mishri. Semua Ada Saatnya. Jakarta Timur, 2011 : Pustaka Al-Kautsar


0 komentar:
Posting Komentar