Selesaikan dulu hubungan urusanmu dengan dengan orang baru, namun hatimu masih tertinggal di tempat yang dulu.
Menurut pepatah lama, jika ada seseorang yang membawa perubahan besar pada dirimu orang itu mungkin saja memiliki tali jiwa (Artinya jodoh atau belahan jiwa). Artinya jodoh atau belahan jiwa terhadap kita.
Namun sepertinya, ungkapan itu tak pernah benar-benar terjadi, seperti dia yang membawaku mengenal berbagai macam ide, minuman yang di gemari, di jepang selain sake dan kopi.
Memang benar adanya jika kenangan mampu menyapa kita di mana dan kapan saja. Seperti ketika kita tanpa sengaja berada di suatu tempat atau menemukan hal kecil yang sepele, itu bisa membawa kita untuk mengingat dan bernostaliga dengan masa lalu.
Seperti meminum teh kali ini, seperti meminum teh kali ini banyak buku, di tengah ruang pengap yang mulai menghangat bersama kobaran api di perapian wajahmu yang tadinya nampak menghias permukaannya kini berubah, tampan juga bayangku yang duduk mesrah di sampingmu, membawaku masuk pada percakapan manis kita tentang banyak hal.
Tentang buku yang aku suka hingga berbagai macam the yang ingin ku coba, seolah segala manusia yang berada dalam perpustakaan hanya menjadi mannequin, tak bergerak, tak bernafas, seolah seluruh ruangan hanya berisikan gelombang udara yang bercampur dengan nafas kita saling berhembus dan merasuk kita, pada tubuh kita, bertukar tempat dan berirama sesuai dengan percakapan manis yang kita lakukan di temani secangkir kopi dan teh lemon kesukaanmu tak ada yang benar benar bisa aku lakukan untuk melupakan semua tentangmu, tentang kita yang kini telah berlalu karena sejatinya tak ada yang benar benar melupa, mampu hanya menyibukan diri agar ingatan mereka penuh hingga tak ada celah sekalipun untuk sekadar mengingat apapun perihal masa lalu.
Namun namanya cinta sejati itu sebenarnya soal rasa, keyakinan, perhatian serta kepercayaan. Meski kita dijauhkan takdir Tuhan tak ada yang pernah tahu.
Karena tiap-tiap detik yang berlalu hanya akan menjadi sebuah kenangan, entah untuk diingat atau terlupakan begiu saja.
Sebelum waktu mengajarkanmu arti kehilangan, jangan pernah sekalipun kita meremehkkan kebersamaan. Karena sesungghnyah kepergian tak pernah menyesakan apa apa selain berlalu menjadi sebuah kenangan belaka dan ketika hal itu terjadi, kamu hanya bisa menyalahkan keadaan. Hingga akhirnya berakir dengan sebuah kerelaan yang bermuara pada hati dan terpatri dalam pikiran.
Selamat membaca, jangan baper karena aku sayang kalian love you….
-Siti Rosanti Mahasiswi UIN Bandung


0 komentar:
Posting Komentar