04 Mei 2020

Belajar dari Keledai - Sebuah Inspirasi Kehidupan

Kisah ini sengaja kami angkat dari sebuah buku 'kumpulan kisah inspirasi'. karena kami yakin bahwa setelah anda membaca kisah inspirasi ini, dapatnya mengubah paradigma anda menjadi apa yang anda inginkan. Lakukan lah selagi Anda bisa melakukan hal itu. Selamat membaca...


Ilustrasi Kehidupan

Suatu hari, ada seorang ayah dan seorang anaknya bersama keledai peliharaannya yang sedang dalam perjalanan. Mereka ingin menghindari suatu pesta yang akan diadakan di desa tetangga. Terik matahari yang begitu menyengat ditambah lagi perjalanan yang cukup jauh membuat mereka kelelahan. Keringat bercucuran dari tubuhnya. Sang ayah tidak tega melihat anaknya yang kelelahan. Lalu ia menyuruh anaknya untuk naik ke punggung keledai, dan ayah berjalan kaki saja. 

Di tengah perjalanannya, bertemulah mereka dengan si A . Si A berkata kepada ayah tersebut: "Hei sobat, kamu tidak boleh begitu. Di mana-mana yang muda harus mengalah kepada yang tua. Harusnya kamu lah yang menunggangi keledai dan anakmu yang berjalan kaki." Mendengar hal itu si ayah menyuruh anaknya turun dari punggung keledai dan ayahnya yang menunggangi keledai.

Dalam perjalanannya mereka berjumpa lagi dengan si B. Si B pun berkata: "Hei, ayah macam apa kamu ini. Masa kamu enak-enak duduk di atas keledai sedangkan anakmu yang masih kecil kamu suruh jalan kaki. Mana cuacanya panas begini." Si ayah pun tak enak hati mendengarnya. Lalu ia turun dari punggung keledai dan berjalan kaki bersama-sama dengan anaknya. Biar adil pikirnya. 
Dari kejauhan, tampaklah si C yang sedang berjalan mendekati mereka. Setelah berbasa-basi sejenak, si C pun mengutarakan hal yang dari tadi ia ingin tanyakan karena rasa penasaran. "Kata kamu, kalian telah menempuh perjalanan selama 3 hari. Tentu melelahkan. Tapi aku lihat, kenapa kamu tidak menaiki keledai itu, malah berjalan kaki. Mubazir dong keledainya. Sementara orang lain menempuh perjalanan jauh dengan berjalan kaki sampai kelelahan, mereka ingin naik keledai tapi mereka tidak punya uang untuk membeli keledai, sedangkan kamu yang punya keledai malah tidak dimanfaatkan, payah!" Iya juga ya, pikir si ayah. Mungkin ini solusi terbaik, katanya di dalam hatinya. Akhirnya ia naik ke atas keledai dan menyuruh anaknya untuk naik juga ke atas keledai.

Baca juga: Menikah dengan Dua Dirham -Inspirasi Muda

Datanglah si D. Melihat kejadian di depan matanya nya, si D pun langsung protes, "Hei kalian, kalian tidak berperikemanusiaan! Dimana hati nurani kalian. Tega-teganya kalian menyiksa keledai kurus ini. Mengangkat satu orang saja dia sudah kelelahan. Apalagi mengangkat kalian berdua di tengah cuaca sepanas ini. Bisa-bisa dia mati." Si ayah pun akhirnya jadi kebingungan. Begini salah, begitu salah. Akhirnya, saking bingungnya, si ayah pun mengambil keputusan yang ekstrem. Ya sudahlah, biar aku saja yang mengendong keledai ini. Si keledai pun senyum-senyum melihat ulah majikannya ini.

Baca juga: Tepati Penyembuhan dengan Tertawa -Inspirasi Kehidupan

Akhirnya sampailah mereka di tempat tujuan. Walaupun membawa keledai di punggungnya yang memperlambat perjalanan mereka. Sesampainya mereka di pesta tempat tujuan, ternyata pestanya telah berakhir. Bahkan pestanya itu telah berakhir 2 hari yang lalu. 

Jangan sampai Anda terlambat menyambut peluang yang sudah di depan mata hanya karena omongan omongan orang lain. Pedulilah hanya kepada saran-saran yang membangun. Lakukanlah apa yang terbaik menurut anda untuk mewujudkan mimpi Anda, selama tidak merugikan orang lain.

Analisis

Dalam hidup kita sehari-hari sering kali kita terlalu peduli pada pendapat orang lain. Banyak hal yang kita lakukan sebenarnya bukan untuk mendapat manfaat bagi kita, tapi hanya untuk mendapat pengakuan dari orang lain. Seringkali pula ketika kita membuat keputusan yang sebenarnya sudah tepat tapi kita mengubah keputusan-keputusan tersebut hanya karena komentar-komentar negatif dari orang lain, yang pada akhirnya malah menjerumuskan kita kepada suatu kesalahan.

Baca juga: The Power of Deadline

Sadarilah, tidak ada hal apapun di dunia ini yang akan memuaskan semua orang. Orang baik akan dikritik, orang jahat akan dikritik, orang yang tidak jahat dan tidak baik pun tak akan luput dari kritikan. Anda yang menentukan nasib Anda, bukan orang lain. Kalau Anda jatuh, toh para pengkritik juga tidak peduli. Anda yang jatuh, Anda sendirilah yang merasakan sakitnya. Mereka hanya akan tertawa saat Anda jatuh. Jangan sampai Anda terlambat menyumbat petualangan yang sudah di depan mata hanya karena omongan omongan orang lain. Pedulilah hanya kepada saran-saran yang membangun. Lakukanlah apa yang terbaik menurut anda demi untuk mewujudkan mimpi Anda, selama itu tidak merugikan orang lain. -Syadridho Media. S

Sumber buku: Pelajar JongLeader School. (2011). Kumpulan Kisah Inspirasi "Sensasi Rasa Roller Couster". Surabaya: CV. Garuda Mas Sejahtera

Terimakasih sudah membaca sampai selesai. Jangan lupa share kepada teman-teman anda agar mereka mendapat ilmu seperti apa yang anda dapatkan saat ini.

0 komentar:

Contact

Hubungi saya

Silahkan hubungi saya bila ada keperluan. Insyaalah saya akan balas bila sedang tidak sibuk :).

Address:

Masjid As-Sakinah, Jl. Padasuka, Gg. Babakan Cihapit IV, Kota Bandung

Work Time:

Monday - Friday from 9am to 5pm

Phone:

0812 2337 7612

Cari Jurnal harian disini

Diberdayakan oleh Blogger.

Blogroll

Blogger templates

About