Nama ku Siti Rosanti. Aku mempunyai pasangan atau kekasih yang begitu penyabar dia memperlakukanku seperti yang sudah sah-sah aja, sudah jadi seorang suami istri, namanya Muhamad Rijalu Huda Ahla Dzikri. Aku kagum pada dia yang sangat rajin sekali dengan hapalannya. Mungkin dia dididik orang tuanya dengan cara menghapal al-Quran.
Hati ini kenapa aku bias secinta ini ke
dia ya Allah? Aku ga tau pada pas waktu SMP aku pengen mempunyai orang pasangan yang hafiz, namun aku sangat mencintai dia pas aku kenal dia dari
orang ke dua belahan saya yaitu a Zaenal Arifin. Dia adalah saudara saya dari
nini, dari sampingan mana aku harus cinta kepada dia waktu itu cinta memang selalu
berambur ambur rasa itu.
Aku pertamanya liat di gazebo, Aku liat dia kaya yang manja sekali. Mukanya kemanjaan gitu. Tapi aku memang belum kenal sih sama dia yang lebih tepatnya dia orangnya kaya gimana tapi yang jelasnya aku kagum sama dia,. Ya Allah, apakah ini jodoh biasa-biasa yah aku pelukan sama dia bermesraan dengan dia apakah aku salah dengan itu? Aku ga tau lagi harus gimna pas aku kenalnya aku udah kagum dengan yang hafidz seperti dia, mungkin apa aku terlalu menghayati ya?
Ayo baca: I Love Me
Aku pertamanya liat di gazebo, Aku liat dia kaya yang manja sekali. Mukanya kemanjaan gitu. Tapi aku memang belum kenal sih sama dia yang lebih tepatnya dia orangnya kaya gimana tapi yang jelasnya aku kagum sama dia,. Ya Allah, apakah ini jodoh biasa-biasa yah aku pelukan sama dia bermesraan dengan dia apakah aku salah dengan itu? Aku ga tau lagi harus gimna pas aku kenalnya aku udah kagum dengan yang hafidz seperti dia, mungkin apa aku terlalu menghayati ya?
Ayo baca: I Love Me
Ouh iya, aku akan
bercerita dengan segala uneg-uneg saya aku kesel sama dia, bawaannya aku ingin
putus, ingin marah dan ingin apa segala macam dan ingin apa gitu, tapi aku
percaya bahwa Allah itu lebih indah dengan rencana-Nya. Aku selalu ingin dingertiin, ingin selalu apalah semuanya gitu. Namun di balik semua itu ada
kesesalan yang paling dalam dalam lubuk hatiku. Mencintainya dengan setulus
hatiku.
Ya Allah apakah aku salah, aku depresi, apa aku stress sampai-sampai aku nangis terus. Enggak biasnya aku seperti ini. Aku kira dengan semua ini, kamu lebih mengerti dengan itu tapi aa (sebutan orang Sunda kepada yang lebih dewasa) engga ngerti di amah, harus bicara dulu entah kenapa aku sama dia begitu dia ga tau kalau aku sedang gimana gitu ya,,, kesal juga lama lama kalau gitu, tapi mungkin aku harus memahami dia dengan cara seperti itu.
#Ceritaku
Ya Allah apakah aku salah, aku depresi, apa aku stress sampai-sampai aku nangis terus. Enggak biasnya aku seperti ini. Aku kira dengan semua ini, kamu lebih mengerti dengan itu tapi aa (sebutan orang Sunda kepada yang lebih dewasa) engga ngerti di amah, harus bicara dulu entah kenapa aku sama dia begitu dia ga tau kalau aku sedang gimana gitu ya,,, kesal juga lama lama kalau gitu, tapi mungkin aku harus memahami dia dengan cara seperti itu.
#Ceritaku


0 komentar:
Posting Komentar