Kita ini punya apa ya? Kalau dipikir-pikir, ternyata kita tidak punya apa-apa. Semuanya hanya titipan atau amanah saja. Mulai dari harta kita. Suami atau istri kita. Anak-anak kita. Jabatan kita. Bahkan diri kita sendiri. Itu semua bukan milik kita. Kenapa kita harus ngotot?
Kita ngotot untuk memperebutkan harta yang sebenarnya bukan milik kita. Kita ngotot menghalalkan segala cara untuk menumpuk-numpuk kekayaan yang kita pikir akan bisa membuat kita kekal dan bahagia. Kita berpikir bahwa kondisi kita akan seperti ini selamanya. Padahal tidak. Semua ada masanya. Lalu, kita akan kembalikan semua hal yang kita pikir memiliki kita ini kepada yang kuasa.
Sampai sini kita bertanya, lalu apa. Kalau kita tidak punya apa-apa, lalu bagaimana? Ya, kita perlu untuk menjaga dan merawat amanah yang dititipkan Allah kepada kita. Kita rawat dan kita jaga anak-anak kita. Kita pelihara amanah berupa harta dan jabatan dengan memanfaatkannya untuk hal-hal yang baik dan tidak menyelewengkannya. Kita manfaatkan ilmu yang menjadi amanah kita dengan membagikannya kepada orang lain.
Baca juga: Bagaimana kita bisa tertidur
Baca juga: Bagaimana kita bisa tertidur
Hidup kadang sesederhana itu. Jika kita merasa keberatan untuk menerima amanah, ketahuilah bahwa Allah yang Maha Agung telah mempercayai kita. Dan jika kita sibuk mengejar-ngejar amanah tetapi kita belum juga mendapatkannya, maka Kuasa Allah pula, barangkali kita belum pantas untuk mendapatkannya. Maka kita perlu memantaskan diri, membersihkan hati, syukuri yang ada, dan berusaha lebih keras lagi.
Sumber: Sunindyo, Wikan Danar. (2017).
Inspirasi Harian - Bukan Inspirasi Biasa. Surabaya: CV Garuda Mas Sejahtera


0 komentar:
Posting Komentar