Filosofi daun hijau
memiliki begitu banyak pelajaran yang biasa kita petik, tentu hina untuk mereka
yang mau memetik nya. Belajar memang tidak harus selalu mempelajari teori-teori, dan dengan teori justru tidak melihat hal sekitar. Kita biasa mendapat begitu
banyak makna dalam kehidupan. Salah satunya ialah dengan mempelajari
bagaimana daun hijau. Ia biasa memberi arti penting dalam hidup ini. Daun memiliki
beragam bentuk, yang melambangkan ketenangan.
Daun menjadi
sentral pernapasan bagi tumbuhan serta membantu proses pembuatan makanan untuk disalurkan ke seluruh tubuh tumbuhan. Daun memiliki corak hijau yang
menyejukkan mata, bila dipandang daun pun
bermanfaat bagi manusia, memberikan
oksigen untuk setiap kebutuhan pernapasan yang tak ternilai harganya.
Ayo baca: Cara Menyikapi Kesulitan
Ayo baca: Cara Menyikapi Kesulitan
Mempelajari filosofi daun hijau tentu bukanlah hal yang remeh dan justru
memberikan efek luar biasa bagi yang mempelajarinya. Belajar tentang kehidupan
dari sudut pandang sebuah daun, awal terlihat lucu namun ternyata memberi banyak petuah baru. Lalu bagaimana hal-hal yang biasa kita pelajari dari daun hijau? Mari kita simak penjelasannya berikut ini:
1. Kemandirian merupakan filosofi daun hijau
1. Kemandirian merupakan filosofi daun hijau
Daun sejatinya memproduksi
makanannya sendiri melalui proses fotosintesis dengan bantuan sinar
matahari. Sejatinya, daun tidak menggantungkan tanggung jawab pada orang
lain. Sebab, ia masih bisa mengerjakannya sendiri. Menyesuaikan diri dengan
keadaan sekitar juga menjadi cermin betapa daun itu cerdas. Hidup di suasana
gerang, lembab, tropis, dan dingin sekalipun, ia tetap pandai beradaptasi. Hijau
patut di beri apresiasi setelah tunas tumbuh, ia langsung berfhotosintesis tanpa
menunggu dewasa sekalipun
Ayo Baca: Putri Malu, Sebuah Daun Hijau
Ayo Baca: Putri Malu, Sebuah Daun Hijau
2. Daun itu mengerti balas budi dan tidak egois
Daun menyadari bahwa rimbun nya di
karena kan ada dukungan dari akar, batang, buah, bunga, dan juga tanah, karena
itulah, daun yang rimbun juga akan menjalar ke akar yang kuat dan batang yang kokoh. Daun pun tidak egois seperti kita. Kebanyakan daun mengerti bahwa setiap hal yang kita dapat bukan
sepenuhnya kita ambil sendiri. Tidak boleh mementingkan diri sendiri. Karena itu, daun mendapat hasil makanan
dari fotosintesis untuk kemudian dibagikan ke seluruh bagian tanaman tanpa
terkecuali.
3. Daun itu indah sekaligus pemurah
Daun memiliki berbagai corak warna
dan bentuk yang indah membuat setiap pepohonan seolah-olah hidup dan menyapa kita tiap kali di jalan. sejuk berkat daun menentramkan dan mengayomi setiap makhluk yang ada di dekatnya. daun pun juga pemurah, ia tidak hanya bermanfaat bagi tumbuhnya sendiri, tetapi bagi kita
manusia dan binatang di sekitarnya. Daun membagikan oksigen secara cuma-cuma tanpa harus berkeluh kesah Karena hak
yang di ambil darinya.
4. Kontribusi yang seimbang menjadi filosofi daun hijau yang hakiki
Tidak kekurangan dan tidak berlebihan dan tidak kelebihan berproduksi sehingga ia tidak layu, daun
tidak kekurangan zat sehingga ia tidak pucat. Daun terus berkontribusi seiring manfaat yang ia bagi. Daun terus membagi oksigen ke binatang dan
manusia tanpa henti kalaupun ia mati, daun meninggalkan prestasi yakni daun nya yang gugur masih bisa di manfaatkan untuk pupuk demi menyuburkan tanah dan tumbuhan bumi.
Nah itulah tadi sederet hal dan
pelajaran yang kita bisa ambil dari filosofi daun hijau daun. Menyimpan banyak makna sekaligus pelajaran yang ternyata mampu membuat hidup kita jadi
lebih baik ketimbang yang sebelumnya, memang Tuhan menciptakan segala hal di
dunia ini tanpa ada satupun yang tak memiliki arti sungguh indah ciptaannya, dan semoga kita tetap bias mensyukurinya.
Penulis : Siti Rosanti. Prodi MD. Fidkom. UIN Bandung.
Editor : Fairus Utami. Prodi PMI. Fidkom. UIN Bandung


0 komentar:
Posting Komentar