Tiap orang pasti pernah merasakan bahwa dirinya sedang diuji, bahkan ujian pertama yang dialami setiap manusia dan sudah menjadi ketentuan yang tak bisa dihindari yaitu dilahirkan
Ya, kita tidak bisa memilih ingin mempunyai ayah dan ibu seperti apa, dalam kondisi bagaimana, diperlakukan baik atau buruk kah, dibimbing oleh agama atau kah tidak, ia tumbuh dan berkembang dengan berbagai luka di hati, bahkan mungkin harus merasakan pahit dan penderitaan di masa kecilnya.
Baca juga: Ngaji diri, falsafah hidup
Baca juga: Ngaji diri, falsafah hidup
Kedua kondisi tersebut sama saja ujian yang sudah digariskan, cerita pertama dimulai dan tidak ada seorang pun yang bisa menolak ujian pertama ini.
Menginjak usia dewasa level ujian semakin meningkat, dimana kehilangan, kesendirian, dihantui oleh bayang bayang masalalu, rasa bimbang berdatangan. Hadapi saja setiap ritme ujian yang sudah Allah tetapkan.
Yang harus kita lakukan adalah menghadapinya, jangan lari dan bertawakal memasrahkan semua yang terjadi hanya kepada Allah, bukan malah ujub dan berbangga pada diri sendiri bahkan melakukan kedzaliman dan maksiat. Jika masih belum sadar maka akan ada ritme remedial, ujian demi ujian, musibah demi musibah akan membayang bayangi dirinya
Baca juga: Ujian sebagai perbaikan kepribadian
Baca juga: Ujian sebagai perbaikan kepribadian
Karena percayalah kawan, itulah cara Allah agar hambaNya selalu mendekatkan diri padaNya berbuah ketenangan didalam hati ketentraman dalam jiwa, semua itu tergantung bagaimana kita menghadapi semua ujian.
Ada hal yang mesti sangat diwaspadai tentang ritme ujian, apa itu? Penentu sukses gagalnya menghadapi seluruh ujian itu ada di akhir hayat kita.
Ini yang mesti dikawal habis habisan, betapa banyak orang yang giat beribadah, beramal shaleh, namun diakhir hayatnya dia terperdaya oleh hawa nafsunya atau tak sabar mejalani kepedihan hingga memutuskan bunuh diri, naudzubillah.. Bayangkan saja ketika kita sedang melakukan kemaksiatan ketika itu juga Allah mencabut nyawa kita. itulah hal yang harus difikirkan ketika kita akan melakukan suatu kemaksiatan.
Baca juga: Menyikapi Kesulitan
Baca juga: Menyikapi Kesulitan
Sobat, selalu lakukan kebaikan, munculkan potensi terbaik dalam dirimu dan sebisa mungkin hindari keburukan yang akan menjerumuskan tiap waktu yang telah Allah beri, karena kita tidak tau kapan kita akan menghadap dan mempertanggung jawabkan apa yang sudah kita lakukan
- H. Abdurrahim -


0 komentar:
Posting Komentar