Mari belajar dari air, berikut ini beberapa hikmah yang bisa kita ambil dari air. Yaitu:
1. Mengajarkan kerendahan hati.
Air selalu mengalir ke tempat yang lebih rendah. itu mengajari kita untuk rendah hati.
2. Mengajarkan kebaikan air berguna bagi kehidupan semua mahluk.
Manusia membutuhkan air untuk minum, untuk memasak, untuk wudhu dan lainnya, pun dengan tumbuhan dan hewan, mereka membutuhkan air untuk kelangsungan hidupnya.
3. Mengajarkan kegigihan tetesan air bisa melubangi kerasnya batu karang.
Itu mengajari kita agar tidak mudah menyerah, dan selalu gigih dalam menggapai sesuatu yang kita inginkan juga mengajari bahwa dengan apapun mungkin, asal kita istiqomah.
4. Mengajarkan fleksibilitas air tidak kaku dan mudah beradaptasi di manapun
Lihatlah air jika di masukan ke dalam wadah beraneka bentuk ia selalu mengikuti bentuk, ia selalu mengikuti bentuk yang di diaminya, pun kita dalam kehidupan ini, harus pandai beradaptasi di berbagai lingkungan, agar pesan kebaikan yang kita bawa bisa di terima lebih luas.
5. Mengajarkan keseimbangan bersifat lembut tetapi bias menjadi kuat bila di butuhkan
Hidup Seperti Air Mengalir, beriak dan bergelombang dengan tenang menjadi sumber kehidupan dari segala yang hidup. Namun harus berhati hati dengan air, karena jika air di bendung ia dapat meratakan segala yang di lewatinya.
Ayo baca: Filosofi daun membuat kita tambah bersyukur
Ayo baca: Filosofi daun membuat kita tambah bersyukur
Hiduplah seperti air yang membentuk seperti wadah air itu sendiri.
Air itu fleksibel di segala medan lokasinya, ia tidak pernah takut akan keadaan apapun, dinamis air itu kuat sekeras kerasnya batu dapat rusak oleh tetesan air, di ubah dalam bentuk apapun air tidak akan hilang.
Sebagai contoh di panaskan, di rebus air akan berubah bentuk menjadi uap namun zatnya tidak hilang sebagai air. Di dinginkan juga air tidak akan hilang hanya berubah bentuk menjadi padat namun zatnya tidak hilang .
- Tuhan menciptakan air supaya manusia dapat mengambil pelajaran darinya, sifat air yang selalu mengalir ke tempat yang lebih rendah. Analogi dengan sikap rendah hati pada manusia.
- Air pasti berguna bagi seluruh makhluk hidup yang ada di bawahnya, ibarat pemimpin, air adalah pemimpin yang melayani. Jika ia berada pada posisi teratas, maka ia akan menjadi pelayan bagi orang orang yang membutuhkan di bawahnya. Air identik dengan pemimpin yang melayani maksud pemimpin yang melayani adalah sumber kesejahteraan bagi masyarakat yang ia pimpin.
- Air selalu mengisi ruang-ruang yang kosong. Manusia yang baik adalah manusia yang berusaha memperbaiki dan mengosongkan hati dengan meniru sifat air, seharusnya kita bias menjadi penolong bagi manusia lainya, yang sedang kesusahan atau sedang mengalami masalah. Jika sifat air kedua ini benar benar kita teladani, kita akan selalu mempunyai waktu untuk melengkapi kehidupan manusia dan akan bermanfaat bagi manusia kita lainya. Artinya menjadi manusia yang suka menolong dan suka berbagi karena sesungguhnya batin kita terisi setelah memenuhi kekurangan dari saudara kita.
- Air selalu mengalir ke arah muara. Tak peduli seberapa jauh itu jaraknya dari muara, air pasti akan menuju dan tiba di sana. Jika kita melihat air mengalir, kita seharusnya memiliki visi kehidupan hal utama yang patut di teladani dari pelajaran air menuju muara adalah sikapnya yang konsisten.
Bayangkan, ada berapa banyak hambatan dilalui oleh air gunung untuk mencapai sebuah muara? Mungkin ia akan singgah di sungai tertahan karena batin, kemudian bisa saja masuk ke selokan. Tapi pada akhirnya ia tetap akan mengalir dan tiba di suatu muaranya, waktu tempuh air untuk sampai ke muara sangat bervariasi, ada yang hanya beberapa hari dan ada juga yang sampai beberapa minggu.
Ayo baca: Masalah membangun karakter pribadi
Ayo baca: Masalah membangun karakter pribadi
Patut di ingat bahwa, hal yang paling penting bukanlah waktu tempuh yang dilalui tapi seberapa besar keyakinan untuk menuju muara atau visi atau impian yang akan kita gapai.
Berusahalah dan yakinlah bawasanya, anda dapat menggapai suatu impian itu karena jika engkau ragu akan suatu visi atau tujuan itu sudah dapat di pastikan akan banyaknya kegagalan yang akan engkau alami.
________________________________________
Itu yang dapat kami sampaikan kepada para pembaca semoga bermanfaat dan menambah wawasan untuk anda semua.
Penulis : Siti Rosanti, Prodi MD. Fidkom. UIN Bandung.
Editor : Fairus Utami, Prodi PMI. Fidkom. UIN Bandung.


0 komentar:
Posting Komentar