22 Mei 2020

Memutuskan Rantai Kebencian


Zaman sudah maju, teknologi makin canggih, ada internet, ada media sosial, yang seharusnya makin bisa menghubungkan banyak orang, menebar kebaikan dan memperkuat mempererat tali silaturahmi. Tetapi kenapa hubungan kita antar sesama manusia jadi bertambah renggang ya?


Teknologi informasi, di satu sisi mendekatkan yang jauh, tapi di sisi yang lain juga menjauhkan yang dekat. Kita bisa bertemu dengan teman atau saudara yang jauh tempatnya dengan menggunakan teknologi, misalkan fasilitas teleconference, video call, atau aplikasi chatting. Tapi sebaliknya, karena keasikan menggunakan teknologi, malah kita lupa mengapa keluarga kita, sahabat-sahabat kita, teman kita bekerja, orang di sekeliling kita.

Teknologi juga bisa menimbulkan prasangka dan memperuncing kebencian. Kondisi ini kemudian di perparah dengan adanya aplikasi chatting dan sosial media yang menyebabkan kalimat demi kalimat mengalir tanpa adanya crosscheck dari kedua sisi. Perbedaan yang ada, yang sebenarnya lumrah, dibumbui dan ditambahi dengan bumbu-bumbu yang yang menyulut pertentangan dan konflik. Dan mungkin sebagian dari kita menikmati hal itu. Mungkin kita merasa puas dan bangga jika kita bisa membantu lawan bicara atau chatting kita dengan argumen argumen yang tak terbantahkan. Atau sebaliknya, merasa kesal dan dongkol jika lawan bicara kita mengeluarkan argumennya sehingga kita perlu untuk membalasnya.

Begitulah seterusnya, berbantah-bantahan satu sama lain dan menikmati peperangan di dunia maya, karena kita tidak melihat lawan bicara kita secara langsung. Belum tentu hal yang sama bisa terjadi dalam dunia nyata. Barangkali di dunia nyata keduanya hanya saling diam atau saling sapa. Berbicara yang baik-baik saja, menenggang rasa, bahkan sama sekali tidak membahas topik yang diperbincangkan di dunia maya.

Ini sebenarnya fenomena apa? Mengapa orang menjadi pribadi yang berbeda di dunia maya? Mengapa orang menjadi gampang tersulut karena perbedaan? Mengapa kebencian menjadi merajalela, dan orang menjadi mudah untuk menghasut, mencaci maki, mengeluarkan makian dan kata-kata kotor, sesuatu yang mungkin malah tidak mungkin keluar dari mulut seseorang yang alim dan berpendidikan di dunia nyata.

Kita tidak perlu meneruskan hal ini. Ingatlah bahwa setiap kata dan ucapan yang keluar dari mulut kita, setiap ketikan yang keluar dari tulisan tangan tangan dan jari-jari kita akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Kita adalah kita, baik di dunia maya maupun dunia nyata.

Jika ada seorang yang memancing keributan atau kebencian, cukup nasehati, sekali dua kali, sesudah itu tinggalkan saja. Jangan turut serta dalam memancing kebencian. Jangan ladeni para pembenci. Ucapkan atau tuliskan kata-kata yang baik.kita buat jagat medsos kita menjadi lingkungan yang lebih baik dengan tulisan-tulisan kita, dengan share pengetahuan dan informasi yang positif dan bermanfaat, prestasi anak bangsa yang membanggakan dan inspiratif. Kita bisa menghentikan rantai kebencian dan menggantinya dengan penyebaran cinta kasih antara sesama kita, yang membuat Indonesia menjadi lebih baik lagi, menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi kita untuk berkembang dan berkarya.

0 komentar:

Contact

Hubungi saya

Silahkan hubungi saya bila ada keperluan. Insyaalah saya akan balas bila sedang tidak sibuk :).

Address:

Masjid As-Sakinah, Jl. Padasuka, Gg. Babakan Cihapit IV, Kota Bandung

Work Time:

Monday - Friday from 9am to 5pm

Phone:

0812 2337 7612

Cari Jurnal harian disini

Diberdayakan oleh Blogger.

Blogroll

Blogger templates

About